Home / Media Mengajar / News

Minggu, 6 Maret 2022 - 00:29 WIB

Kenali 4 Jenis Model Pembelajaran Ini untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa

Dibaca 9,840 kali

Jenis Model PembelajaranModel pembelajaran adalah suatu komponen yang penting dalam aktifitas belajar dan mengajar. Sebab, model pembelajaran akan menjadi petunjuk tentang bagaimana pembelajaran itu dilaksanakan. Hal ini meliputi peraturan akan peran guru atau tenaga pendidik dan peran siswa sebagai peserta didik.

Di dalam model pembelajaran juga akan diketahui tentang tujuan dan indikator capaian apa saja yang harus mampu diraih oleh tiap-tiap peserta didik. Terkadang, model pembelajaran juga dikenal dengan istilah ‘pendekatan pembelajaran’. Seperangkat aturan, rencana, alur, dan konsep menjadi unsur penting dalam pembentukan model pembelajaran.

Beberapa ahli memberikan definisinya tersendiri berkaitan dengan model pembelajaran, seperti contohnya Arends (1997) menyatakan bahwa model pembelajaran adalah mengacu pada suatu pendekatan tertentu terhadap perintah yang terdiri dari tujuan, sintaks (pola urutan atau alur), lingkungan, dan sistem pengelolaan secara keseluruhan.

Di samping itu, Adi (2000) menyatakan bahwa model pembelajaran merupakan suatu  kerangka konseptual yang mengilustrasikan prosedur dalam mengoragnisir pengalaman pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan.

Nah, dari pemahaman dan definisi mengenai model pembelajaran di atas, Anda selanjutnya dapat menyimak apa saja jenis model pembelajaran yang perlu untuk diketahui khususnya dalam kurikulum terbaru. Simak uraiannya berikut ini.

Model Pembelajaran yang Perlu untuk Diketahui

Berdasarkan pada Permendikbud No. 103 Tahun 2014, terdapat tiga (3) model pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah dalam rangka membentuk peserta didik dengan perilaku saintifik, perilaku sosial yang baik, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Adapun, ketiga model pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut:

1.       Discovery Learning Model (model pembelajaran penyingkapan, penemuan dan pencarian/penelitian)

Model pembelajaran yang pertama dalah Discovery Learning Model atau proses pembelajaran yang melibatkan aktifitas penyingkapan, penemuan, dan pencarian/penelitian secara kritis. Dalam model pembelajaran yang satu ini, tiap peserta didik dituntut untuk dapat memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43).

Discovery tersebut akan tercapai saat peserta didik secara aktif terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk dapat menemukan beberapa konsep dan prinsip penting. Secara lebih signifikan, Discovery ini dilakukan melalui aktifitas observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, serta inferi. Sekumpulan proses tersebut kemudian disebut dengan cognitive and discovery process (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219).

Sintak dari Discovery Learning Model adalah:

  • Stimulation, yaitu berupa pemberian rangsangan
  • Problem Statement, yaitu berupa identifikasi atau pernyataan masalah
  • Data Collection, yaitu aktifitas pengumpulan data dan informasi yag relevan
  • Verification, yaitu tahapan pembuktian
  • Generalization, yaitu tahapan generalisasi atau penarikan kesimpulan

2.       Problem Based Learning Model / PBL (Model Pembelajaran Berbasis Permasalahan)

Model pembelajaran berikutnya adalah PBL atau Problem Based Learning Model. Dalam model pembelajaran ini, para peserta didik diajak untuk mampu berpikir secara kritis baik dalam kondisi sebagai seorang individu maupun saat dalam kondisi berkelompok. Sesuai dengan namanya, model ini akan melibatkan permasalahan dari lingkungan nyata. Sehingga kemampuan berpikir kritis tadi adalah dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tertentu. dalam mengatasi permasalahan hendaknya dilakukan secara ber makna, relevan, dan kontekstual (Tan OnnSeng, 2000).

Adapun tujuan dari Problem Based Learning Model ini adalah untuk dapat meningkatkan kemampuan para peserta didik dalam menerapkan berbagai konsep dalam permasalahan yang nyata (real), kemudian mengintegerasikan konsep High Order Thinking Skills (HOTs), inisiatif untuk belajar, kepemimpinan dalam belajar dan keterampilan diri.
Berdasarkan pada Bransfor and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) sintak dari PBL adalah sebagai berikut:

  • Pengidentifikasian masalah
  • Penetapan masalah melalui suatu kerangka berpikir tentang masalah, kemudian menyeleksi informasi yang relevan dengan masalah tersebut
  • Melakukan pengembangan solusi melalui aktifitas identifikasi alternative yang didapat, pertukaran pikiran, serta pengecekan terhadap perbedaan cara pandang
  • Melakukan tindakan strategis
  • Mengkaji ulang lalu mengevaluasi faktor pengaruh dari solusi yang dilakukan.

3.       Project Based Learning Model / PjBL (Model Pembelajaran Berbasis Projek)

Model pembelajaran berikutnya yang banyak diterapkan dalam kurikulum baru adalah Project Based Learning Model atau PJBL. Sesuai dengan namanya, model  pembelajaran yang satu ini  menerapkan proyek nyata dalam kehidupan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh para peserta didik. Nantinya, pembelajaran disekolah akan lebih didasarkan pada pembangunan motivasi belajar, pertanyaan yang menantang, serta tugas atau permasalahan untuk memacu penguasaan kompetensi siswa.

Penguasaan materi dan kompetensi dalam Project Based Learning Model ini dilakukan dalam suatu kelompok yang berkolaborasi dalam memecahkan masalah projek (Barel, 2000 and Baron 2011).
Di samping itu, tujuan dari Project Based Learning Model ini juga untuk mengasah kemampuan akademik level tinggi/taksonomi tingkat kreativitas para peserta didik yang akan sangat dibutuhkan pada abad 21 (Cole & Wasburn Moses, 2010).

Sintak dari model pembelajaran berbasis projek adalah meliputi:

  • Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question)
  • Mendesain perencanaan proyek
  • Menyusun jadwal (Create a Schedule)
  • Monitoring peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project)
  • Menguji hasil (Assess the Outcome)
  • Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).

Di samping tiga model pembelajaran utama yang telah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, dalam kurikulum terbaru juga kadang kalanya didapati model pembelajaran lain yakni Model Production Based Training atau PBT.  Simak poin berikutnya untuk mengenali dengan lebih mendalam apa itu yang dimaksud dengan Model Production Based Training.

4.       Model Production Based Training (PBT)

Model pembelajaran berikutnya dalah PBT atau Model Production Based Training, model pembelajaran yang satu ini dapat digunakan salah satunya oleh satuan pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Penerapan PBT dalam proses  pembelajaran adalah untuk dapat mendukung pengembangan Teaching Factory pada mata pelajaran pengembangan produk kreatif.

Dalam model PBT ini, para peserta didik diberikan kesempatan luas untuk memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan situasi konstektual pekerjaan. Para peserta didik akan dikenalkan dengan aliran kerja industri yang meliputi perencanaan berdasarkan pesaan (planning based order), pelaksanaan dan evaluasi produk/kendali mutu produk, sampai dengan langkah pelayanan pasca produksi.

Secara strategis, tujuan dari model PBT dalam pembelajaran adalah untuk menyiapkan para pserta didik supaya mempunyai kompetensi kerja yang relevan dan mampu bekerja sama sesuai dengan tuntutan organisasi kerja.

Adapun, sintaks dari model Production Based Trainning adalah meliputi:

  • Tahapan merencanakan produk
  • Pelaksanaan proses produksi
  • Proses evaluasi produk (melakukan kendali mutu)
  • Pengembangan rencana pemasaran.

Demikianlah pembahasan mengenai model pembelajaran dan jenis model pembelajaran yang perlu untuk Anda ketahui. Dengan memahami berbagai model pembelajaran yang ada, Anda dapat membuat aktifitas mengajar menjadi lebih menarik dan interaktif.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Share :

Baca Juga

News

Menjadi Pertimbangan Penilaian Kepala Sekolah, Ini 21 Daftar Tugas Tambahan Yang Berlaku!

News

2,3 Juta Honorer Telah Didata, Lakukan Ini Jika Ingin Terdata

News

TERBARU! Kemenpan RB Rilis Formasi CPNS dan PPPK 2023. Ada Guru dan Dosen!

News

Selamat Sudah Bisa Mengisi DRH & Pemberkasan PPPK Guru 2023, Tips Agar Tidak Gugur Pemberkasan CASN

News

INFO PENTING BKN, Cara Cek Data Non ASN di Database BKN: Panduan Lengkap untuk Tenaga Honorer

News

6 Poin Penting dari Mendikbud Ristek Bagi Guru Lulus Pascasanggah PPPK

News

Kabar Gembira, Langsung Dari Menteri Pendidikan Kabar Baik Untuk Guru Sertifikasi TK,SD,SMP,SMA,SMK
Pendaftaran guru PPPK tahun 2023

News

SE Seleksi PPPK 2023 Telah Dikeluarkan Menpan RB, Berikut Detailnya