Home / Kesiswaan

Sabtu, 19 November 2022 - 00:31 WIB

Komponen Karakter Siswa yang Perlu Dicapai dalam Pendidikan Karakter

Dibaca 140 kali

Dalam dunia pendidikan, karakter siswa merupakan suatu hal yang tak kalah penting selain peningkatan akademis. Peningkatan karakter di dalam diri pendidik dan siswa merupakan hal yang akan mempengaruhi capaian pembelajaran di sisi lain juga meningkatkan sisi profesionalitas dalam diri.

Hanya saja, pendidikan karakter siswa cakupannya luas yakni terdiri dari beberapa komponen yang ada untuk bisa terwujud dan meresap dalam diri pendidik dan siswa. Lantas, apa saja komponen karakternya? Yuk simak ulasannya di bawah ini agar anda bisa memahami dengan mudah.

Komponen Karakter Berdasar Pakar Pendidikan

Berdasarkan penuturan dari salah satu pakar pendidikan, Lickona, komponen karakter terdiri dari beberapa kategori. Adapun beberapa komponen karakter yang perlu diketahui yakni :

1.    Pengetahuan Moral atau Moral Knowing

Idealnya, pengetahuan moral akan berkaitan dengan karakter di sisi ranah kognitif individu. Sehingga moral knowing akan mendidik serta meingkatkan pengetahuan mengenai moral yang terjadi di sisi individu dan bagaimana mengimplementasikannya di lingkungan masyarakat. Beberapa aspek yang tercakup dalam pengetahuan moral adalah :

Pertama, kesadaran moral. Kesadaran ini adalah suatu keadaan dimana individu menggunakan pemikiran dalam dirinya untuk membaca serta melihat suakan keadaan dengan adanya penilaian moral.

Hal ini bertujuan agar individu tersebut dapat berfikir dengan jelas dan gamblang serta detail terkait tindakan yang benar. Selain itu, kesadaran moral juga berkaitan dengan cara seorang individu dapat memahami adanya ragam informasi terkait permasalahan yang ada.

Kedua, pengetahuan nilai moral. Pengetahuan nilai moral berkaitan dengan upaya individu dalam memaknai serta mengimplementasikan nilai – nilai yang ada di dalam berbagai kondisi dan situasi.

Tentu saja, pada awalnya pengetahuan ini seolah – olah membutuhkan penerjemah. Dimana penerjemahnya adalah pemikiran individu sendiri.

Ketiga, adanya penentuan perspektif. Penentuan perspektif merupakan suatu sudut pandang pada diri individu untuk bisa melihat sudut pandang yang dimiliki orang lain, cara seseorang dalam melihat situasi. Hal ini bertujuan agar mereka dapat merespon dan berfikir mengenai tindakan mereka.

Halaman Selanjutnya

Perasaan Moral atau Moral Feeling

Share :

Baca Juga

Bullying

Kesiswaan

Dampak Bullying yang Harus Guru Ketahui di Sekolah

Kesiswaan

Efektivitas Penggunaan Komik sebagai Media Pembelajaran

Kesiswaan

Tata Cara Membuat Profil Sekolah yang Menarik

Kesiswaan

Begini Mekanisme Penyelenggaraan Sekolah Inklusi di Indonesia

Kesiswaan

Karakter Siswa Eligible untuk Lolos SNMPTN

Kesiswaan

Cara Mengatasi Victim Mentality Syndrome pada Peserta Didik
program p5

Kesiswaan

Bimbingan Rohani pada Anak Sejak Dini

Kesiswaan

Mengenal Model Pembelajaran STAD