Home / Media Mengajar

Kamis, 21 April 2022 - 03:28 WIB

Kurikulum Merdeka dan Perangkat Pembelajarannya

Dibaca 11,593 kali

Pendidikan Profesi Guru

Pendidikan Profesi Guru

Kurikulum Merdeka – Di negara manapun, kurikulum merupakan salah satu komponen yang harus mendapat perhatian besar baik dari pemerintahan, lingkungan maupun keluarga. Hadirnya kurikulum juga akan menjadi landasan dalam proses penyesuaian pada kebutuhan pendidikan nasional.

Berkaitan dengan hal ini, maka para praktisi pendidikan di negeri terus mengupayakan agar kurikulum yang digunakan negeri senantiasa mengalami perbaikan. Salah satunya yakni dengan kehadiran Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka secara resmi dikembangkan oleh para praktisi pendidikan dalam lingkup Kemendikbudristek alias Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kurikulum ini juga biasa dikenal dengan kurikulum prototipe. Kehadirannya tentu sebagai wasilah permulihan sekaligus perbaikan kondisi pasca pandemi Covid-19 yang sudah menjadi wabah global dalam waktu 2 tahun terakhir.

Selayang Pandang Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka merupakan suatu upaya dalam perbaikan kurikulum untuk menghindari terjadinya fenomena Learning Loss.

Pada situs resminya, Kemendikbudristek melansir bahwa kemunculan Kurikulum Merdeka akan menjadi kurikulum yang fleksibel serta menjadikan fokus pembelajaran mengarah pada materi yang sifatnya esensial.

Pun kurikulum ini diklaim akan lebih banyak untuk memberi keluasan bagi guru dalam penggunaan berbagai perangkat pembelajaran. Tentu saja, berbagai perangkat pembelajaran tersebut harus berdasar kebutuhan konten pembelajaran dan kondisi karakteristik peserta didik yang terkini.

Menurut Menteri Nadiem Makariem penggunaan Kurikulum Merdeka Belajar akan diterapkan secara bertahap pada satuan pendidikan di keseluruhan Indonesia. Sampai akhirnya kurikulum tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan meluas di berbagai satuan pendidikan.

Salah satu keistimewaan dari kurikulum sebelumnya yakni hadirnya subprogram penguatan generasi untuk berkepribadian sesuai dengan karakter Profil Pelajar Pancasila. Agar subprogram ini dapat terlaksana dengan baik, maka akan didukung beberapa program seperti proses dan strategi belajarnya.

Misalnya, menerapkan model pembelajaran berdasar masalah alias Problem Based Learning. Pun bisa juga dengan mengoptimalkan pembelajaran dengan penerapan Project Based Learning dan Discovery Learning. Ketiga model pembelajaran tersebut tentu merupakan model yang direkomendasikan dan mudah diterapkan.

Selain itu, prosedur penilaian pada Kurikulum Merdeka berdasar pada model penilaian secara kualitatif sehingga para pelaksananya bisa mengkaji pola belajar dan sikap peserta didik sekaligus mengembangkan metode berdasarkan evaluasi pelaksanaannya.

Peserta didik nantinya akan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran melalui berbagai proses belajar seperti mengapresiasi, mengasah kemampuan hingga akhirnya melaksanakan proses evaluasi.

Karena kurikulum ini masih tergolong baru, maka wajar masih banyak sebagian tenaga pendidik dan satuan pendidikan belum memahami secara mendalam atau bahkan mekanismenya.

Oleh karena itu, sejauh ini pemerintah masih terus senantiasa untuk mensosialisasikan dan mengarahkan untuk bersama – sama menerapkan Kurikulum Merdeka. Tentu saja supaya dunia pendidikan di negeri ini lebih optimal.

Selain itu, pemahaman tentang perangkat pembelajaran juga perlu lebih dikaji sehingga tidak salah dalam pencapaian targetnya.

Definisi Sederhana Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran merupakan sebuah upaya kesatuan pada perencanaan maupun pengadministrasian yang tersusun berdasar format tertentu. Tujuannya tentu saja untuk menjadi sarana pendukung tercapainya misi pada proses pembelajaran.

Sebagaimana pernyataan dari Kunandar (2014:6) yang menerangkan bahwa setiap masing – masing guru pada satuan pendidikan sudah sewajibnya melakukan proses menyusun perangkat pembelajaran sesuai bidang.

Umumnya, perangkat pembelajaran tersebut akan disusun secara sistematis, lengkap, interaktif, serta jelas sehingga dapat menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi para peserta didik dan contoh untuk tenaga kependidikan lainnya. Lebih dari itu, untuk menjadikan peserta didik dapat berkontribusi aktif pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Bagi pendidik, perangkat pembelajaran memiliki peran yang sangat penting pada saat memulai, melakukan, dan mengakhiri pembelajaran. Sehingga guru harus bisa melakukan identifikasi pada saat penyusunan perangkat pembelajaran serta bahan belajar apa saja yang dilakukan.

Sedangkan menurut Ibrahim dalam Trianto (2007:68) menegaskan bahwa perangkat pembelajaran terdiri dari RPP, Silabus, LKS alias Lembar Kegiatan Siswa, THB alias Instrumen Evaluasi maupun Tes Hasil Belajar serta media maupun alat peraga.

Namun, para guru juga bisa melakukan modifikasi pada perangkat pembelajaran yang dapat digunakan dengan melakukan penambahan lembar penilaian per minggu. Bisa juga dengan menggunakan kalender akademik, pemetaan Prota, kumpulan portfolio siswa maupun tambahan dokumen serupa lainnya.

Ragam Perangkat Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Idealnya, apapun kurikulum yang digunakan pastilah kurikulumnya tidak jauh berbeda. Misalnya terdiri dari Silabus, RPP serta dokumen administrasi pembelajaran lainnya. Namun terdapat perbaikan dalam Kurikulum Merdeka, salah satunya yakni dengan tambahan dan pendalaman pada penggunaan teknologi. Penjelasannya ada di bawah ini :

1.   Unsur Silabus

Unsur pertama pada perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka yakni unsur silabus. Silabus merupakan unsur penting yang tak boleh terlewat.

Nantinya, silabus akan memuat beragam identitas, profil sekolah, identitas satuan pendidikan, isian tema, penulisan materi pokok sekaligus alokasi waktu. Selain itu, terdapat tambahan penulisan seperti poin indikator capaian maupun poin tertentu lainnya berdasar satuan pendidikan di masing – masing wilayah.

Menyusun silabus secara tidak langsung akan memberikan kemudahan bagi guru untuk dapat melakukan pemetaan pada ketercapaian pembelajaran.

Silabus yang disusun akan semakin lengkap dengan adanya tambahan dokumen akademik seperti file kalender akademik, LKS, bank soal serta kunci jawaban, portofolio yang diakumulasikan sebagai tugas siswa serta yang lain.

2.   Unsur Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Selain itu, terdapat perangkat pembelajaran yang tidak kalah penting yakni RPP. RPP akan menjadi pemandu guru dalam memulai, menjalankan dan menutup kegiatan belajar mengajar. Sehingga guru tentu akan memiliki alur setiap melakukan proses KBM.

Di kurikulum sebelumnya, pembuatan RPP merupakan hal yang wajib dan hal ini pun juga diterapkan pada Kurikulum Merdeka. Hanya saja yang menjadi perbedaan yakni di RPP Kurikulum Merdeka, istilah KD akan berubah dan menggunakan istilah Capaian Pembelajaran (CP). Selain itu, CP akan selalu disesuaikan dengan output Profil Pelajar Pancasila.

3.   Unsur Penggunaan Platform Merdeka Belajar

Setelah itu, unsur lain yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya yakni dengan pengintegrasian teknologi dalam mendukung Kurikulum Merdeka. Seluruh tenaga pendidik dapat mengakses platform Merdeka Mengajar pada laman resmi yakni https://guru.kemdikbud.go.id. Tujuannya yakni sebagai penopang sekaligus penunjang pembelajaran online.

Agar platform tersebut dapat diakses dan digunakan Anda harus sign in menggunakan akun belajar dari tautan resmi Belajar.Id. Dengan demikian Anda akan melihat beberapa fungsi akun tersebut yakni Anda bsia melakukan pembelajaran, belajar mengenai materi yang akan Anda ajarkan serta menghasilkan karya.

Uniknya, keseluruhan aktifitas yang akan Anda lakukan pada platform Merdeka Mengajar pasti akan lebih banyak mencerminkan output pendidikan yang menghasilkan generasi berkepribadian ala Pelajar Pancasila.

Nah, demikian penjelasan mengenai perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka dan beberapa unsur yang perlu Anda ketahui dalam pembaharuan perangkatnya. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat!

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Berpikir Kritis dengan Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri

Media Mengajar

Penerapan Kurikulum Prototipe di Semua Jenjang Pendidikan

Media Mengajar

Ragam Media Pembelajaran Dua Dimensi untuk Pembelajaran

Karya Inovatif

Guru Idaman dan Panutan Para Siswa, Tips dan Trik

Karya Inovatif

Pendidikan Anti Korupsi, Tujuan dan Urgentsinya
media ajar

Media Mengajar

Apa itu Media Interaktif dan Manfaatnya dalam Pembelajaran?  

Media Mengajar

Problem Based Learning, Model Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Media Mengajar

Membentuk Karakter Siswa di Sekolah, Berikut Tips dan Caranya