Home / Edutainment / Kesiswaan / News

Selasa, 22 Februari 2022 - 23:26 WIB

Kurikulum Paradigma Baru, Guru Harus Tau

Dibaca 2,446 kali

Kurikulum Paradigma Baru, perlu diketahui, belum lama ini Kemendikbudristek membeberkan rencana kurikulum baru yang akan berlaku mulai tahun 2022.

Kurikulum  2022 akan ditetapkan mulai tahun 2022-2024, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memunculkan kurikulum baru sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya serta sebagai pendukung program menanggapi terjadinya loss learning di Indonesia.

Kurikulum baru ini dinilai lebih fleksibel dan Kurikulum Paradigma Baru ini akan lebih berfokus pada materi yang esensial dan tidak terlalu padat materi. Hal ini bertujuan,  agar guru memiliki waktu untuk pengembangan karakter dan .

Kurikulum Paradigma Baru sebagai penyempurnaan dari KTSP 2013 ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia.

Meskipun demikian, menurut Mendikbudristek Makarim, wewenang penerapan kurikulum terbaru ini diberikan kepada masing-masing sekolah. Berdasarkan penuturannya, sekolah tidak akan dipaksa untuk menerapkan kurikulum tersebut.

Implementasi kurikulum baru ini tidak memaksan sekolah tetap dapat memilih kurikulum baru atau masih ingin memakai kurikulum sekarang ini.

Kurikulum Paradigma Baru atau ini akan diberlakukan secara bertahap dan terbatas melalui beberapa program sekolah penggerak dengan sekolah sekolah tertentu dan dijadikan opsi bagi sekolah yang nantinya akan di terapkan di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Agar dapat memahaminya lebih paham, berikut adalah paradigm baru dari Kurikulum Paradigma Baru:

Pertama, , Profil Pelajar Pancasila (PPP)

Struktur kurikulum, Profil Pelajar Pancasila (PPP) menjadi acuan dalam pengembangan Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian, atau Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran (CP), Prinsip Pembelajaran, dan Asesmen Pembelajaran.

Secara umum Struktur Kurikulum Paradigma Baru terdiri dari kegiatan intrakurikuler berupa bersama guru dan kegiatan proyek.

Selain itu, setiap sekolah juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan program kerja tambahan yang dapat mengembangkan kompetensi peserta didiknya dan program tersebut dapat disesuaikan dengan visi misi dan sumber daya yang tersedia di sekolah tersebut.

Kedua, Capaian Pembelajaran (CP)

Hal yang menarik dari Kurikulum Paradigma Baru yaitu jika pada KTSP 2013 kita mengenal istilah KI dan KD yaitu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah melalui proses pembelajaran.

Maka pada Kurikulum Paradigma Baru kita akan berkenalan dengan istilah baru yaitu Capaian Pembelajaran (CP) yang merupakan rangkaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh.

Oleh karena itu, setiap asesmen pembelajaran yang akan dikembangkan oleh guru haruslah mengacu pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Ketiga, Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tematik

Pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan tematik yang selama ini hanya dilakukan pada jenjang SD saja, pada kurikulum baru diperbolehkan untuk dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya.

Dengan demikian pada jenjang SD IV, V, dan VI tidak harus menggunakan pendekatan tematik dalam pembelajaran, atau dengan kata lain sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran berbasis mata pelajaran.

Keempat, Jumlah Jam Pelajaran

Jika dilihat dari jumlah jam pelajaran, Kurikulum Paradigma Baru tidak menetapkan jumlah jam pelajaran perminggu seperti yang selama ini berlaku pada KTSP 2013.

Akan tetapi jumlah jam pelajaran pada Kurikulum Paradigma Baru ditetapkan pertahun. Sehingga setiap sekolah memiliki kemudahan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.

Suatu mata pelajaran bisa saja tidak diajarkan pada semester ganjil namun akan diajarkan pada semester genap atau dapat juga sebaliknya.

Misalnya mata pelajaran IPA di kelas VIII hanya diajarkan pada semester ganjil saja. Sepanjang jam pelajaran pertahunnya terpenuhi maka tidak menjadi persoalan dan dapat dibenarkan.

Kelima, Sekolah Bebas Menerapkan

Sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menerapakan model pembelajaran kolaboratif antar mata pelajaran serta membuat asesmen lintas mata pelajaran, misalnya berupa asesmen sumatif dalam bentuk proyek atau penilaian berbasis proyek.

Baca Juga:  Rezeki Guru, TPG Triwulan 1 Tahun 2023 Telah Cair

Pada Kurikulum Paradigma Baru siswa SD paling sedikit dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Sedangkan siswa SMP, /SMK setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Hal ini bertujuan sebagai penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Keenam, Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dihilangkan

Untuk mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada KTSP 2013 dihilangkan maka pada Kurikulum Paradigma Baru mata pelajaran ini akan dikembalikan dengan nama baru yaitu Informatika dan akan diajarkan mulai dari jenjang SMP.

Bagi sekolah yang belum memiliki sumber daya/guru Informatika maka tidak perlu khawatir untuk menerapkan mata pelajaran ini karena mata pelajaran ini tidak harus diajarkan oleh guru yang berlatarbelakang TIK/Informatika, namun dapat diajarkan oleh guru umum.

Hal ini disebabkan karena pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mempersiapkan buku pembelajaran Informatika yang sangat mudah digunakan dan dipahami oleh pendidik dan peserta didik.

Ketujuh, Mata Pelajaran IPA dan IPS Bergabung Menjadi Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS)

Untuk mata pelajaran IPA dan IPS  jenjang Sekolah Dasar Kelas IV, V, dan VI yang selama ini berdiri sendiri, dalam Kurikulum Paradigma Baru kedua mata pelajaran ini akan diajarkan secara bersamaan dengan nama Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS).

Hal ini bertujuan agar peserta didik lebih siap dalam mengikuti pembelajaran IPA dan IPS yang terpisah pada jenjang SMP. Sedangkan pada jenjang SMA peminatan atau penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan kembali dilaksanakan pada kelas XI dan XII.

Kedelapan, Persentasi Kelompok Kejuruan Menjadi 70%

Dalam jenjang SMK struktur lebih sederhana dengan dua kelompok mata pelajaran, yaitu Umum dan Kejuruan. Persentase kelompok kejuruan meningkat dari 60% ke 70%. Dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) menjadi mata pelajaran wajib minimal 6 bulan (1 semester).

Padahal jika di kurikulum sebelumnya program PKL (Praktek Kerja Lapangan) hanya dilaksanakan 2-3 bulan saja, harapannya dengan pelaksanaan PKL 6 bulan siswa SMK menjadi lebih siap dan kompeten untuk memasuki dunia kerja.

Kesembilan, Program Peminatan Pada SMA Tidak Diberlakukan

Jika di kurikulum sebelumnya pada jenjang SMA terdapat peminatan seperti IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)  dan Bahasa, dalam Kurikulum Paradigma Baru ada sedikit perubahan.

Di kelas 10 pelajar menyiapkan diri untuk menentukan pilihan mata pelajaran di kelas 11. Mata pelajaran yang dipelajari serupa dengan di SMP. Dan di kelas 11 dan 12 pelajar mengikuti mata pelajaran dari Kelompok Mapel Wajib, dan memilih mata pelajaran dari kelompok MIPA, IPS, Bahasa, dan Keterampilan Vokasi sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.

Selain ada 9 paradigma baru, terdapat 3 elemen penting dalam Kurikulum Paradigma Baru yang menjadi ciri utama dan pembeda dari kurikulum sebelumnya.

  1. berbasis kompetensi yaitu maksudnya yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap dirangkaikan sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh.
  2. Pembelajaran fleksibel, Penyusunan capaian pembelajaran dalam fase-fase (2-3 tahun perfase), sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan tingkat pencapaian, kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajarnya.
  3. Karakter Pancasila, sinergi antara kegiatan pembelajaran rutin sehari-hari di kelas dengan kegiatan nonrutin (projek) interdisipliner yang berorientasi pada pembentukan dan penguatan karakter berdasarkan kerangka Profil Pelajar Pancasila.

 

Lahirnya kurikulum porotipe ini merupakan sebuah langkah besar yang dilakukan oleh kemendikbud guna memajukan pendidikan yang ada di Indonesia, kurikulum prototipe ini sebagai usaha dari pemulihan pembelajaran di Indonesia.

Setalah mengalami loss learning dapat segera teratasi dengan walaupun harus secara bertahap, semuanya demi kelangsungan kualitas pendidikan dan pembelajaran kita bersama di Indonesia.

Sekian yang bisa penulis sampaikan, besar harapan tulisan ini bisa bermanfaat untuk semua pihak.

Terima Kasih.

 

 

Penulis : Galih Pambudi

Share :

Baca Juga

News

Penting! Jatah Cuti PNS Tidak Dipotong Saat Libur Idul Adha

News

Kemendikbud: Untuk Anak Muda, Profesi Guru Bukan Pekerjaan “Kaleng-Kaleng”

News

2 Tunjangan Guru Non Sertifikasi Nominalnya Lebih Besar Dari TPG

News

Intip Model SK, GAJI, Nip Dan Kontrak Kerja PPPK 2023

News

Honorer Dihapus! RUU ASN Akan Buka Peluang Tenaga Part Time, Berikut Penjelasannya

News

Mulai Maret 2024 Kurikulum Merdeka Diganti Kurikulum Nasional? Simak Penjelasannya

News

Penting! Masa Kontrak Guru PPPK Dapat Diperpanjang Hingga Pensiun Dengan Syarat Ini, Cek Informasinya

News

Guru Non PNS Wajib Tahu! Besaran Terbaru Gaji Inpassing Kemenag
Download Sertifikat Pendidikan Gratis