Home / News

Selasa, 14 Juni 2022 - 01:48 WIB

Mengenal Asesmen Formatif dan Sumatif

Dibaca 1,778 kali

Asesmen Formatif – Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan individu. Tujuannya yakni untuk menjadikan individu mengalami perubahan untuk menjadi lebih baik. Tentu usaha perubahan tersebut dilakukan sedemikian rupa dengan perjuangan dari para pakar pendidikan.

Karena kepentingan inilah, maka pendidikan menjadi aspek utama yang harus senantiasa mengalami perbaikan. Mulai dari wujud strategi, model, maupun pendekatan semuanya senantiasa mengalami pembaruan.

Dahulu, pendidikan hanya dikenal dengan model behavioristik dan konstektualisme. Seiring berkembangnya waktu, pendidikan mengalami peningkatan yang amat pesat.

Salah satu peningkatan yang sampai sekarang menjadi perbincangan yakni kehadiran asesmen formatif dan sumatif di lingkungan pendidikan. Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Definisi Asesmen

Asesmen atau penilaian adalah upaya pada kegiatan belajar mengajar yang diadakan di lingkungan pelajar.

Asesmen digunakan sebagai alat ukur untuk bisa mengetahui capaian belajar peserta didik khususnya dalam bidang materi yang diajarkan. Sebagai tenaga pendidik, terdapat dua jenis penilaian yakni asesmen formatif dan sumatif.

Nantinya, hasil pada asesmen tersebut akan digunakan guru sebagai bentuk evaluasi peserta didik untuk bisa membantu mereka mencapai pembelajaran yang lebih baik.

Capaian pembelajaran yang dimaksud yakni adanya aspek kompetensi sikap sosial maupun spiritual dan sosial, keterampilan dan pengetahuan yang dilakukan secara berkala dan terstruktur.

Bentuk penilaiannya juga berbeda – beda berdasar kompetensi dan kebutuhan mulai dari aktivitas observasi, ulangan harian, penilaian diri, penilaian antar teman, tugas proyek bahkan lainnya.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam proses penilaiannya yakni kegiatan menganalisis, menafsirkan data – data maupun proses penilaian sebagai bentuk laporan belajar peserta didik selama satu periode.

Penilaian tersebut akan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan agar bisa mendapatkan keseluruhan informasi yang memiliki makna pada pengambilan keputusan.

Proses kegiatan penilaian perlu dilakukan terstruktur agar bisa terukur dan mendapatkan beragam informasi dari adanya pencapaian kompetensi peserta didik yang bisa diperoleh ketika proses pembelajaran berlangsung.

Fungsi dan Tujuan Asesmen

Kehadiran asesmen formatif maupun sumatif bukan hanya digunakan sebagai alat ukur saja untuk memenuhi kewajiban pada kegiatan belajar mengajar. Kedua penilaian tersebut memiliki fungsi dan tujuan tersendiri.

Adapun fungsi dan tujuannya dirinci sebagai berikut :

Pertama, asesmen formatif digunakan untuk bisa mengetahui tingkat dari capaian indikator pada aspek kompetensi dasar pada mata pelajaran yang perlu dicapai oleh peserta didik.

Kedua, berfungsi menjadi sebuah alat ukur untuk menilai aspek pengetahuan individu berdasar kebutuhan masing – masing.

Ketiga, berfungsi dan ditujukan untuk bisa menjadi alat diagnosa bagi tiap kebutuhan belajar para peserta didik.

Keempat, berfungsi untuk meningkatkan adanya motivasi belajar pada peserta didik untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran bersama – sama.

Kelima, berfungsi dan ditujukan untuk menjadi pedoman dalam penentuan strategi maupun pola pembelajaran berdasar kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Tujuannya agar para guru lebih mudah dalam melakukan pembelajaran. Pun para peserta didik juga bisa mencoba untuk memahami materi dengan lebih mudah.

Keenam, kedua penilaian tersebut berfungsi sebagai bentuk peningkatan pada aspek kualitas pembelajaran.

Penilaian Sumatif dan Formatif

Sebagaimana yang dibahas di awal, penilaian di lingkungan pendidikan terdiri dari dua jenis yakni sumatif dan formatif. Adapun perinciannya sebagai berikut :

1.    Penilaian Sumatif

Penilaian sumatif merupakan penilaian yang dilaksanakan secara rutin. Biasanya penilaian tersebut dapat dilakukan di waktu tertentu maupun di setiap periode lain.

Dengan adanya penilaian sumatif, maka guru bisa mendapatkan beragam informasi berkenaan dengan level tingkatan pada pengetahuan peserta didik setelah mempelajari pelajaran tertentu. Biasanya penilaian sumatif jumlahnya lebih dari satu pokok bahasan yang akan dimasukkan.

Penilaian sumatif dapat didefinisikan sebagai model penilaian di akhir periode pembelajaran tertentu misalnya penyelenggaran ujian tengah semester, 1 semester bahkan jika guru selesai melakukan pembahasan. Penilaian tersebut dapat diujikan pada peserta didik setelah ikut kegiatan belajar mengajar.

Penilaian sumatif biasanya dapat digunakan untuk bisa mengukur seberapa jauh tingkatan pengetahuan peserta didik terhadap capaian materi pembelajaran tertentu. Penilaian tersebut biasanya dapat menghasilkan angka maupun poin yang bisa digunakan untuk memutuskan kinerja peserta didik.

Penilaian tersebut bisa memberikan pengaruh pada tingkatan klasifikasi penghargaan pada akhir program pembelajaran.

Guru pun perlu memahami bahwa penilaian sumatif dapay digunakan sebagai alat rekam capaian pembelajaran yang dihasilkan peserta didik selama ini.

Sehingga wajar bila penilaian tersebut berpengaruh pada aspek pemberian prestasi akademik, kenaikan kelas maupun tingkat kelulusan. Biasanya penilaian tersebut juga menjadi penyebab keputusan peserta didik untuk belajar.

2.    Penilaian Formatif

Sedangkan penilaian formatif merupakan penilaian yang bisa dilakukan guru kepada para peserta didik yang bertujuan untuk memantau adanya proses kemajuan pada kegiatan belajar mengajar.

Penilaian tersebut sengaja dilakukan agar bisa memberikan umpan balik pada pembelajaran yang telah dilaksanakan. Tujuannya untuk mewujudkan keidealan pada program pembelajaran, memahami kekurangan dan meningkatkan perbaikan.

Proses tersebut dilakukan agar dapat menghasilkan bukti melalui metode pencarian maupun penginterpretasian bukti yang biasanya digunakan oleh peserta didik. Pun melalui penilaian formatif,  guru dapat mengetahui level, tingkatan belajar maupun strategi peserta didik untuk mencapai tujuan belajar yang tepat.

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan pembelajaran pada penilaian formatif yakni :

Pertama, guru dapat memberikan informasi maupun umpan balik yang efektif kepada peserta didik terkait peningkatannya pada kegiatan belajar mengajar.

Kedua, guru dapat melibatkan peserta didik pada kegiatan pembelajaran secara otimal dan aktif.

Ketiga, guru dapat menentukan dan mengatur kegiatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk bisa mendapatkan poin penilaian maupun pada saat penilaian.

Keempat, guru dapat menjadi motivasi bagi para peserta didik sebab besarnya pengaruh penilaian pada hasil belajar peserta didik.

Kelima, guru dapat menjadikan penilaian tersebut sebagai bentuk pertimbangan dari kebutuhan peserta didik pada saat melakukan penilaian pada diri sendiri serta lebih memahami cara dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Perbedaan Asesmen Sumatif dan Formatif

Setelah anda memahami definisi dari kedua asesmen tersebut, berikut beberapa perbedaan yang bisa anda kaji.

Pertama, unsur pelaksanaannya. Pelaksanaan asesmen formatif dan sumatid memiliki model pelaksanaan yang berbeda. Misal, jika asesmen formatif dilaksanakan pada saat proses pembelajaran langsung, berbeda halnya dengan pelaksanaan asesmen sumatif yang dilaksanakan di akhir pembelajaran.

Kedua, unsur tujuannya. Meski kedua penilaian tersebut sama – sama digunakan untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan peserta didik, namun keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Asesmen formatif ditujukan untuk melihat peningkatan maupun capaian perkembangan peserta didik terhadap kompetensi yang sednag berlangsung, sementara sumatif dilakukan pada akhir periode pembelajaran. Misalnya, seperti ujian kenaikan kelas, kelulusan maupun ujian akhir lainnya.

Nah, demikian ulasan mengenai asesmen formatif dan beberapa pembahasan terkait. Semoga bermanfaat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

News

Dapodik 2022: Pengertian, Cara Login, dan Detail Pembaharuan Terupdate

News

Media Pembelajaran yang Tepat pada Kurikulum Merdeka

News

Resmi Dibuka Pendaftaran PPG Dalam Jabatan Tahun 2022

News

MenPAN-RB Resmi Hapus Pegawai Honorer Bulan November

Kesiswaan

Pendidikan Karakter. Contoh, Fungsi, dan Tujuan

News

250.432 Guru Honorer Diangkat ASN PPPK, Ini Kata Mendikbud

News

Kasus OTT Rektor UNILA : Kronologi & Hukum yang Mengikat

News

5 Hal yang Harus Dilakukan Guru Sertifikasi Maupun Non Sertifikasi Paling Lambat 31 Januari 2024