Home / Kesiswaan / News

Jumat, 11 Maret 2022 - 09:00 WIB

Mengenal Pembelajaran Hybrid Learning untuk Optimalisasi Pembelajaran Masa Pandemi

Dibaca 793 kali

Pembelajaran Hybrid Learning merupakan sebuah pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring) dilakukan secara teratur dan efektif. Pembelajaran ini memberikan siswa dua pengalaman pembelajaran yang berbeda dan menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran supaya pembelajaran secara tatap muka atau daring berjalan secara maksimal.

Pembelajaran ini menjadi tren di masa pandemi Covid-19 ini karena dianggap cocok untuk diterapkan pada pembelajaran di kondisi saat ini, mengingat keadaan yang tidak memungkinkan untuk kembali melaksanaan pembelajaran secara normal yaitu pembelajaran tatap muka secara penuh seperti sebelum pandemi.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Hybrid Learning?

Setiap metode pembelajaran tentunya memiliki sisi kelebihan dan kekurangan di dalamnya, tinggal menentukan saja pembelajaran mana yang cocok diterapkan sesuai situasi dan kondisi yang ada di lapangan.

Kelebihan pembelajaran Hybrid Learning yaitu:

  1. Lebih efektif dan efisien
    Pembelajaran ini efektif diterapkan ketika masa pandemi, meningkatkan komunikasi antara guru dan siswa setelah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
  2. Menghapus jarak
    Pembelajaran ini menghapus keterbatasan jarak, karena sebagian siswa melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh tanpa hadir di sekolah. Namun, siswa juga bisa mengikuti pembelajaran seperti seperti tatap muka menggunakan video conference
  3. Sebagai alternatif kendala pembelajaran selama pandemi
    Selama pandemi pembelajaran kurang maksimal disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya komunikasi dalam pembelajaran, kurangnya pemantauan belajar siswa, dll.  Pembelajaran Hybrid Learning bisa digunakan sebagai solusi kendala tersebut, dengan menerapkannya guru bisa lebih memantau siswa dan meningkatkan komunikasi saat siswa melaksanakan pembelajaran tatap muka. pembelajaran ini juga memberikan solusi jika siswa berhalangan hadir mengikuti pembelajaran tatap muka karena sakit, dll masih bisa mengikuti pembelajaran secara daring.
  4. Meningkatkan motivasi belajar
    Pendekatan pembelajaran yang ada di Hybrid Learning membuat pelaksanaan pembelajaran tidak monoton. Siswa yang kehilangan motivasi belajar selama pandemi karena melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara terus- menerus, bisa meningkat dengan setengah jadwal pembelajarannya dilaksanakan dengan tatap muka.
  5. Meminimalkan masalah psikososial siswa selama pandemi
    Pembelajaran daring selama pandemi ini, membuat siswa terbiasa belajar didepan layar secara individu sehingga mungkin menimbulkan masalah psikososial, karena kurangnya berinteraksi dan bersosialisasi. Hybrid Learning sebagai solusi untuk masa peralihan pembelajaran jarak jauh daring ke pembelajaran tatap muka penuh, membiasakan siswa mulai lebih bersosialisasi ketika melaksanakan pembelajaran.
  6. Memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa maupun guru
    Berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang digunakan ketika menerapkan Hybrid Learning tentunya merupakan hal baru bagi guru dan siswa
  7. Mendukung peningkatan keterampilan digital baik guru maupun siswa
    Pembelajaran ini memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran secara daring menggunakan platform digital, sehingga secara tidak langsung membiasakan guru dan siswa menggunakan perangkat digital

Kekurangan pembelajaran Hybrid Learning yaitu:

  1. Bergantung pada perangkat hp/ pc dan jaringan internet
    Siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring, tentunya harus menggunakan platfrom digital. Guru dan siswa harus menyediakan perangkat PC/HP dan jaringan internet sebagai media pembelajaran. Metode ini akan sulit diterapkan di daerah yang memiliki koneksi internet buruk dan perangkat teknologi untuk pembelajaran yang kurang memadai. Penggunaan teknologi juga harus tepat supaya kebutuhan guru dan siswa dapat terpenuhi
  2. Tantangan baru bagi guru dan siswa
    Pembelajaran ini merupakan metode baru bagi guru dan siswa, semua yang terlibat ke dalam pembelajaran harus mulai beradaptasi menggunakan pembelajaran tatap muka yang di kombinasikan dengan pembelajaran daring.
  3. Fasilitas pembelajaran harus sesuai
    Jika fasilitas pembelajaran tidak memadai maka resiko gagal pembelajaran semakin tinggi. Pembelajaran ini membutuhkan PC/HP dan jaringan internet, jika media tersebut tidak memadai maka pembelajaran akan terhambat sehingga hasil belajar menjadi kurang maksimal.

Bagaimana Penerapan Hybird Learning?

Pelaksanaan pembelajaran Hybrid Learning yaitu pembelajaran dilakukan secara tatap muka dikombinasikan secara jarak jauh/ daring, biasanya menggunakan platfrom e-Learning. Implementasinya dilakukan dengan sebagian siswanya belajar tatap muka dan sebagiannya mengikuti pembelajaran secara daring (dalam jaringan) menggunakan platform digital. Siswa berhak memilih untuk mengikuti pembelajaran di kelas atau belajar secara daring. Contohnya suatu kelas memiliki jumlah siswa 30 anak, maka pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan 15 siswa hadir tatap muka di kelas dan 15 siswa lain mengikuti pembelajaran secara daring melalui platfrom digital. Hal ini mendukung pembatasan interaksi manusia di masa pandemi dan mendukung pemulihan akibat pandemi Covid-19.

Jika Hybrid Learning diterapkan pada masa pandemi saat ini, maka skenario pembelajaran harus lebih diperhatikan, karena kondisi saat ini harus berhati-hati untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Hal – hal yang harus dipersiapkan untuk Hybrid Learning di masa pandemi yaitu:

  • Mempersiapkan sarana sanitasi sesuai ketentuan protokol kesehatan, mulai dari tempat cuci tangan/ hand sanitizer dan toilet yang memadai
  • Menyediakan alat pengukur suhu
  • Membentuk satgas Covid-19, untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan di sekolah sesuai dengan peraturan yang ada
  • Pengaturan tempat duduk di kelas disesuaikan dengan protokol kesehatan dan pembatasan interaksi serta menjaga jarak
  • Pembagian jadwal pembelajaran dan jadwal rotasi siswa baik untuk pembelajaran tatap muka maupun daring
  • Mempersiapkan sarana untuk belajar secara daring

Beberapa lembaga pendidikan di Indonesia telah menerapkan Hybrid Learning untuk pembelajarannya, baik tingkat sekolah maupun pendidikan tinggi. Pelaksanaannya pun dilaksanakan dengan aturan – aturan pokok yang harus dipenuhi pelaksana Hybrid Learning, seperti syarat sudah di vaksin, izin orang tua, dan mengikuti pembelajaran tatap muka dalam keadaan sehat.

Apakah Hybrid Learning Efektif Diterapkan?

Pembelajaran ini cocok diterapkan ketika masa pandemi saat ini, yaitu pada masa PTM terbatas. Sehingga siswa dapat belajar secara maksimal dengan bimbingan guru. Hybrid Learning mengatasi keterbatasan ruang dan waktu selama pandemi, namun tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengurangi interaksi. Pembelajaran ini juga bisa mengatasi learning loss siswa selama pandemi akibat pembelajaran jarak jauh yang dilakukan kurang lebih selama 2 tahun belakang ini. Seiring dengan membaiknya pandemi, pembelajaran ini cocok diterapkan sebagai transisi menuju kegiatan normal.

Apa Perbedaan Hybrid Learning dan Blended Learning

Hybrid Learning dan Blended Learning merupakan pembelajaran yang sama – sama menggabungkan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring, namun keduanya tetap memiliki perbedaan. Perbedaan terletak pada pelaksanaannya, pelaksanaan pembelajaran Hybrid Learning dilakukan dengan sebagian siswanya belajar secara tatap muka dan sebagiannya lagi secara daring, dilakukan dengan waktu bersamaan. Sedangkan untuk pembelajaran Blended Learning dilakukan dengan  100% siswa melaksanakan pembelajaran tatap muka di kelas namun hanya sebagian durasi jadwal pembelajaran, untuk sebagiannya pembelajaran dilakukan secara daring. Kedua pembelajaran tersebut tetap mendukung pemulihan akibat pandemi Covid-19.

Pembelajaran Hybrid Learning maupun Blended Learning, sangat cocok diterapkan ketika masa pandemi untuk mengurangi interaksi sesama manusia mengingat pandemi Covid-19  yang tak kunjung selesai. Namun, juga bisa diterapkan setelah pandemi selesai karena mendukung pengembangan keterampilan digital.

Sekian informasi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat

Dapatkan Informasi Guru Terupdate dengan bergabung di Channel Telegram: https://t.me/wartagurudotid

Penulis : Ema Dwi Pratiwi

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Peran Guru Menghadapi Fenomena Bullying di Sekolah

News

Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Wajib Tau! Ternyata Begini Cara Kerja Marketplace Guru 2023

News

Miris! Ini Penyebab Gaji Guru PPPK Belum Dibayar Selama 4 Bulan

News

Syarat dan Jadwal PPG Gelombang 2

News

Aturan Terbaru! Berikut Ketentuan Kenaikan Pangkat Guru

Kesiswaan

Keterampilan yang Penting Dimiliki

News

MenPAN-RB Resmi Hapus Pegawai Honorer Bulan November

News

 Persiapan Ikut PPG Dalam Jabatan 2024 untuk Guru PNS, PPPK, GTY, Honorer Lewat PPG Daljab 2024