Home / Kesiswaan / News

Kamis, 17 Maret 2022 - 22:30 WIB

Peran Guru Mengatasi Bullying yang Terjadi di Sekolah

Dibaca 8,259 kali

Mengatasi Bullying – Bullying merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang, bisa terjadi dimanapun dan kapapun. Tindakan ini mengintimidasi dan memaksa individu atau kelompok yang lebih lemah melakukan sesuatu diluar kehendak mereka.

Banyak siswa yang melakukan tindakan bullying kepada siswa lain tanpa disadari oleh guru. Bullying memberikan dampak negative kepada korban. Dampak terbesar dari bullying adalah korban mengalami gangguan mental, gangguan psikosomatik dan psikososial yang mengakibatkan prestasi belajar korban menurun.

Secara umum bullying dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu bullying fisik, bullying verbal, dan bullying psikis. Bentuk-bentuk jenis bullying yang terjadi di sekolah yaitu seperti:

1. Bullying fisik

Adalah tindakan penindasan yang berkaitan dengan fisik. Bullying ini seperti: mendorong, menyenggol dan menarik, menjambak, memukul, menyandung dan lain sebagainya

2. Bullying verbal

Bullying ini awalnya tidak berbahaya tapi jika keterusan akan mempengaruhi si korban, seperti contoh: mengejek teman dengan memberi julukan kepada orang lain seperti (si hitam, si botak, si gendut, si kurus) dan memanggil siswa lain dengan nama orang tua seperti (Bambang, Sugeng, Budi, dan sebagainya). Atau bisa juga dengan berkata sesuatu berupa sindiran, mengejek atau mengolok-ngolok dan berkomentar yang tidak baik atau tidak pantas yang menyakiti hati seseorang.

3. Bullying psikis

Sebuah tindakan yang merusak hubungan seseorang, contohnya seperti mengajak teman –  temannya untuk tidak berteman dengan korban, mempermalukan didepan umum atau orang banyak. Contoh: ada salah satu siswa yang tidak suka dengan korban, siswa tersebut mengajak siswa yang lain untuk tidak berteman dengan korban tersebut.

 

Beberapa contoh penyebab terjadinya bullying antar siswa disekolah, yaitu :

1. Fisik

Penyebab umum dari bullying adalah penampilan fisik seseorang, ketika ada seseorang yang penampilan fisiknya berbeda orang lain pun membullynya. Penampilan fisik ini meliputi kelebihan atau kekurangan berat badan. Jika ada seseorang yang mempunyai badan kurus akan dibully dengan sebutan tiang bendera atau sapu lidi dan sebaliknya jika ada seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan maka akan di ejek seperti gentong, gajah dan lain sebagainya. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa yang diucapkan seseorang itu dapat menimbulkan sakit hati dan tekanan batin. Bisa jadi orang yang terkena faktor bullying ini menjadi tertekan dan stres.

2. Ras

Perbedaan ras sering sekali menyebabkan faktor bullying. Hal ini umumnya terjadi ketika seseorang siswa dengan ras yang berbeda memasuki satu lingkungan dan dianggap minoritas. Contohnya:  ada seorang siswa turunan orang papua yang berkulit hitam dan dia tinggal di lingkungan yang membuat dia menjadi minoritas, maka dia akan dibully “si hitam”

3. Tidak mudah bergaul

Jika ada seorang siswa yang pendiam atau biasa disebut introvert, kurang bergaul dengan teman-temannya dan menikmati kesendiriannya. Sifat tidak mudah bergaul ini terlihat lemah dan memiliki sedikit teman juga menjadikan salah satu penyebab faktor bullying

4. Terlihat lemah

Penyebab bullying lainnya adalah ketika seorang siswa dianggap lemah dan tidak suka melawan. Bullying ini melibatkan ketidak kuatan melawan pelaku bullying. Contohnya ketika si A mempunyai badan kecil yang tidak bisa melawan si B yang mempunyai badan yang besar dan kuat

5. Faktor Ekonomi

Salah satu penyebab bullying adalah faktor ekonomi, seorang siswa akan dijauhi oleh teman yang lain jika siswa tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu, biasanya siswa-siswa bergaul dengan yang setara.

Lalu bagaimana peran seorang guru untuk mengatasi tindakan bullying? Guru yang berperan sebagai pendidik tidak hanya bertanggung jawab pada nilai akademis siswa, akan tetapi guru mempunyai tanggung jawab dalam membentuk tingkah laku dan karakter siswa.

Peran guru terhadap bullying pada siswa di sekolah yaitu sebagai pembimbing, memberi nasehat dan mengarahkan siswa sehingga dapat mengatasi kasus yang terjadi mengenai bullying agar dapat meminimalisir bullying yang terjadi.

Berikut ini peran seorang guru dalam mengatasi bullying, tindakan guru:

1. Bertindak dengan tegas

Banyak guru di sekolah yang masih bersikap cuek dan terlalu santai dalam menanggapi perilaku bullying. Hal ini menyebabkan si pelaku semakin bebas dan merasa diizinkan dalam melakukan tindakan bullying

2. Buat kampanye atau pamflet anti bullying

Ada baiknya mengadakan acara anti bullying yang mengajak para siswa di sekolah untuk membuat poster atau pamflet anti bullying atau stop bullying

3. Mengadakan seminar anti bullying

Supaya pemikiran siswa-siswa menjadi luas dan terbuka tentang buruknya perilaku bullying

4. Mengadakan mentoring anti bullying

Meskipun kesannya membuang-buang waktu, tetapi ini sangat penting bagi siswa dan sangat dibutuhkan siswa disekolah. Karena guru adalah orang tua kedua selain orang tua dirumah

5. Menyediakan waktu untuk saling share atau sharing pengelaman- pengalaman disekolah

 

Berikut ialah cara guru untuk mengatasi bullying :

  • Bantu siswa yang dibully untuk membela dirinya sendiri – bahwa dia bisa mengatakan tidak suka jika dikerjai oleh temannya.
  • Tanyakan kepada siswa tentang apa yang dapat dilakukan untuk membuat dia merasa aman.
  • Bicaralah dengan setiap siswa yang terlibat dalam situasi ini secara terpisah. Hindari menyalahkan, mengkritik, atau meneriaki di depan wajah mereka. Dorong dan hargai nilai kejujuran.
  • Pertimbangkan peran atau pengaruh ‘kelompok sebaya’. Bullying terkadang dilakukan oleh kelompok. Jika bullying dilakukan oleh seorang siswa, dengan bantuan atau dukungan dari siswa-siswa lain, mereka semua juga harus menanggung konsekuensinya bersama, terutama agar mengetahui dampak perbuatan mereka kepada siswa yang dibully, serta meminta maaf.
  • Ambil tindakan kepada pelaku bullying. Beritahu si siswa, orang tuanya, dan kelas mengenai perkembangan kasusnya, dengan tetapi menghormati semua pihak.
  • Tindak lanjuti secara teratur dengan siswa tersebut mengenai kemajuan yang dibuat mengenai masalah ini sesudahnya

Penanganan- penanganan yang bisa dilakukan oleh guru atau wali kelas :

  • Usahakan mendapat kejelasan mengenai apa yang telah terjadi
  • Mengamati perilaku emosi siswa, bahkan ketika saat kejadian bullying
  • Menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa hal itu terjadi dengan bahasa yang mudah dipahami dan dicerna oleh siswa, dan jangan pernah menyalahkan siswa atas tindakan bullying yang ia alami
  • Meminta bantuan pihak ketiga (ahli profesional atau bimbingan konseling) untuk membantu mengembalikan ke kondisi normal (jika perlu)
  • Membantu siswa mengatasi ketidaknyamanan yang dia rasakan
  • Membina kedekatan dengan teman-teman siswa, cermati cerita siswa dan pantau terus perubahan siswa
  • Hargai dan berterima kasihlah kepada siswa tersebut karena telah melapor
  • Memberikan sanksi atau hukuman kepada siswa agar hal tersebut tidak terulang kembali
  • Segera tangani dengan disiplin
  • Ciptakan kesempatan untuk berbuat baik
  • Tumbuhkan rasa empati
  • Ajari keterampilan berteman
  • Libatkan siswa dalam konstruktif
  • Menghiburnya

Jika perlu, carilah bantuan dari pihak eksternal. Ketika guru menghadapi masalah yang parah atau signifikan yang tidak Anda ketahui cara mengatasinya, laporkan kepada guru konseling sekolah, atau pekerja sosial, atau psikolog. Anda mungkin perlu menghubungi Telepon Pelayanan Sosial Siswa (TePSA).

Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat. Dapatkan Informasi Pendidik Terupdate dengan bergabung di Channel Telegram dengan cara Klik Disini

Share :

Baca Juga

News

Naik Pangkat dan Golongan dengan Cepat? Simak Tips Berikut!

News

Setelah Lebaran, PNS dan Pensiunan Akan Terima Uang Fantastis

News

Jadwal Resmi Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2024 dari BKN RI, Ini Syaratnya

News

Ternyata Guru Sertifikasi Bisa Dapat Tunjangan, Tapi Dengan Syarat Ini…

News

Siap – Siap Adanya Potongan dalam Pencairan Tunjangan Sertifikasi Triwulan 3 Tahun 2023

News

Info Penting Untuk Kode P,TL dan PGSD

News

Jangan Lupa, Ini Dia Batas Waktu Pendaftaran Kurikulum Merdeka Tahun 2024

News

Organisasi Pembelajaran pada Susunan Kurikulum Operasional