Home / News

Senin, 20 Mei 2024 - 18:20 WIB

Proses Penyaluran Tunjangan Guru yang Wajib Diketahui agar Tidak Salah Paham

Dibaca 65 kali

Ketika pemerintah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) terdapat proses yang harus dilalui. Seorang guru tidak langsung mendapat tunjangan secara tiba-tiba, melainkan sebuah proses yang harus ditempuh sedemikian rupa.

Data Pokok Pendidikan atau Dapodik merupakan pintu awal bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Khusus Guru (TKG).

Tidak semua guru mendapatkan tunjangan ini. Namun mereka yang mendapatkan adalah para guru yang telah tersertifikasi, termasuk di antaranya adalah guru yang berstatus ASND maupun yang masih Non ASN.

Pemerintah telah menetapkan persyaratan guru yang berhak memperoleh TPG dan TKG tersebut. Jadi jika Anda ingin mendapatkannya, silakan memahami peraturan tersebut.

Berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 16 Tahun 2023, guru yang telah memenuhi persyaratan untuk menerima tunjangan wajib menginput atau memperbaharui data guru melalui Dapodik secara berkala.

Selain itu, guru harus memastikan data terinput dengan benar. Kesalahan dalam penginputan data dan keterlambatan dalam memperbarui data dalam Dapodik akan berakibat tidak lancarnya proses pencairan tunjangan.

Data yang perlu diinput atau diperbaharui yakni data terutama mengenai nama lengkap guru, satuan administrasi pangkal, beban kerja, golongan ruang, masa kerja, NUPTK, tanggal lahir, dan status kepegawaian.

Guru yang bersangkutan harus selalu memverifikasi dan memvalidasi data-data tersebut untuk memastikan kebenarannya. Kebenaran data tersebut menjadi tanggungjawab individu guru.

Proses Verifikasi

Setelah data tersebut diinput, akan terdapat proses verikasi yang akan dilakukan oleh dinas pendidikan, Ditjen GTK, dan Puslapdik

Data guru dalam Dapodik tersebut akan dilakukan sinkronisasi dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tunjangan (SIMTUN).

Selanjutnya Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) melakukan validasi data guru sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku.

Validasi dan sinkronisasi oleh Puslapdik itu dilakukan paling lambat pada tanggal 30 Maret pada tahun berjalan untuk pembayaran triwulan I yang dimulai bulan April.

Sinkronisasi berikutnya paling lambat pada 30 Juni untuk pembayaran triwulan II yang dimulai Bulan Juli. Untuk pembayaran Triwulan III dimulai pada bulan Oktober denga jadwal sinkronisasi dilakukan pada 31 September, dan untuk pembayaran Triwulan IV dimulai pada bulan November, sinkronisasi dilakukan pada 31 Oktober.

Hasil validasi dan sinkronisasi data tersebut selanjutnya diserahkan ke pemerintah daerah melalui Simtun (TPG) dan Simantun (TKG) untuk divalidasi dan disetujui.

Jika data guru sudah valid dalam sistem dan pemerintah daerah tidak melakukan validasi hingga masa akhir periode sinkronisasi tiap semester, maka data dianggap tidak disetujui oleh pemerintah daerah.

Apabila pemerintah daerah sudah menyetujui, Puslapdik akan menetapkan penerima tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru NonASN untuk setiap semester.

Penetapan Penerima Tunjangan Profesi dan Tunjangan Khusus Guru NonASN melalui Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) dan Surat Keputusan Tunjangan Khusus (SKTK).

Guru NonASN yang telah ditetapkan sebagai penerima Tunjangan Profesi disampaikan melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tunjangan (SIMTUN) dan guru NonASN yang telah ditetapkan sebagai penerima Tunjangan Khusus disampaikan melalui Sistem Informasi Manajemen Aneka Tunjangan (SIMANTUN) yang disediakan Kementerian.

Berdasarkan SKTP dan SKTK itulah, Puslapdik, membayarkan tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru Non ASN setiap triwulan langsung ke rekening guru. Penyaluran melalui bank yang sudah memiliki Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan.

Halaman Berikutnya

Proses pencairan tunjangan profesi dan tunjangan guru NonASN dapat dilihat di aplikasi….

Share :

Baca Juga

News

KemenPANRB: Kami Ingin Karier Guru dan Dosen Lebih Menjanjikan dan Tidak Rumit

News

PPPK Sudah Bisa Mengecek Estimasi Perolehan Uang Pensiun di Tahun 2023? Simak Selengkapnya

News

Cara Download Sertifikat DIklat 32 JP : Praktik Mudah Penyusunan Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka

Karya Inovatif

Jenis Karya Inovatif untuk Kenaikan Pangkat Guru

News

Pentingnya Media Pembelajaran untuk Motivasi Belajar

News

Uang Makan Naik, Golongan Ini Jangan Harap Dapat, Ini Alasannya
Inovasi Pendidikan Terkini melalui Program Double Action di SMA Negeri 11 Garut

Edutainment

Semua Guru Bersiap! Wajib Dilakukan Di Bulan Maret, Kepala Sekolah Menilai Observasi Guru Dengan Cepat Dan Benar

News

RUU ASN Segera Disahkan, Bagaimana Kaitannya dengan Nasib Tenaga Honorer Kedepannya?