Home / Edutainment / Opini

Selasa, 29 Maret 2022 - 08:42 WIB

Strategi Untuk Meningkatkan Diskusi Kelas

Dibaca 1,269 kali

Diskusi Kelas bisa dibilang merupakan pola pembelajaran yang memberikan manfaat lebih interaktif dan komunikatif, serta memberikan bantuan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan yang tidak dapat diajarkan di dalam format pembelajaran ceramah satu arah dari guru kepada siswa.

Diskusi Kelas bukanlah strategi pembelajaran yang sempurna dan juga bukan merupakan diskusi yang sebatas untuk kelompok kecil, tetapi ada hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan dan mengoptimalkan peran diskusi di kelas agar lebih menarik.

Perlu diketahui diskusi memberikan dampak kepada siswa dalam mengembangkan dan memperkuat keterampilan berkomunikasi secara interpersonal serta keterampilan dalam berpikir analitis dan kritis.

Penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kualitas diskusi kelas dan seberapa baik siswa memahami apa yang telah mereka pelajari, Ini juga menunjukkan bahwa mengoptimalkan diskusi yang menarik dan lebih baik akan membantu siswa membangun keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik.

Diskusi kelas nantinya memberikan bantuan untuk meringkas apa yang telah dipelajari oleh siswa selain itu, juga memperkuat pengetahuan konseptual dan prosedural.

Ketika siswa memiliki masalah dalam memahami sesuatu, berdiskusi ke sesama membuatnya lebih jelas bagi guru, dan jika dari segi siswa apa yang menjadi masalah guru dapat mengatasi masalah tersebut dan memperbaikinya.

Dalam hal diskusi beberapa bisa dikatakan membosankan, sehingga bisa membuat tidur. Lain halnya bisa sangat merangsang pola pikir sehingga sayang jika diskusi yang berlangsung secara baik telah berakhir, tetapi yang tak kalah penting adalah tingkat partisipasi siswa.

Bagaimana cara untuk membuat guru dapat mengoptimalkan diskusi kelas agar bisa menarik dan memotivasi siswa, hingga apa yang telah diteliti sebelumnya baik manfaat diskusi bisa diterima dengan baik.

Perlu diketahui  bahwa siswa tidak cukup hanya memperhatikan guru ketika diskusi, akan tetapi mereka harus menjadi peserta aktif untuk menghasilkan salah satu diskusi yang hebat, dan diharapkan jalannya diskusi tidak berakhir dengan cepat.

Ada beberapa jenis diskusi yang tergolong terburuk, yaitu pembicaraan satu lawan satu antara siswa dan guru, akibatnya banyak sisi kelas yang terbengkalai, dan tidak mendengarkan serta memudar semangatnya dan akhirnya tidak mau tau tentang sesi diskusi tersebut.

Catatan bahwa diskusi terbaik membuat semua orang tetap aktif, baik dengan berbagi atau berpikir. Bahkan para siswa yang tergolong jarang, pernah namun sesekali, dan berkontribusi sedikit masih dapat berpartisipasi dengan cara lain.

5 Keuntungan dari Diskusi Kelas

  1.     Meningkatkan minat dan keterlibatan siswa

Pembelajaran dicampur dengan adanya diskusi dapat membantu mempertahankan fokus siswa. Karena ketika mereka mendiskusikan jawaban, mereka mendapatkan perspektif yang berbeda tentang topik tersebut. Pertanyaan dan jawaban yang baik dapat membuat siswa berpikir secara mendalam dan membuat koneksi dan korelasi.

  1.     Memberikan seorang guru terkait umpan balik/feedback

Ketika siswa menjawab pertanyaan, guru dapat mengukur apakah siswa memahami materi atau tidak. Jika seorang siswa menjawab pertanyaan dengan tidak benar, guru kemudian dapat membantu siswa memperbaiki jawaban mereka.

  1.     Persiapan

Jika seorang guru selalu melibatkan siswanya secara teratur dalam diskusi kelas, maka siswa lebih mungkin untuk datang dalam keadaan siap, yaitu sudah siap mengajukan pertanyaan tentang bacaan yang ditugaskan.

  1.     Mengembangkan Keterampilan Berbicara Siswa

Berbicara dalam suatu kelompok sangat penting, dan tidak semua siswa bisa melakukannya dengan baik. Guru dapat mempersiapkan siswa untuk berlatih berbicara dengan percaya diri di depan teman-teman mereka.

Keterampilan berbicara di depan umum adalah keterampilan yang meningkat jika disertai dengan latihan yang rutin. Jadi ketika seorang guru membiasakan adanya diskusi kelas, Anda turut membantu mempersiapkan siswa untuk siap dan terjun dalam dunia nyata.

  1.     Mengkondisikan dan Mengelola Lingkungan Kelas

Disisi ini guru bisa berlatih dan selalu mengawasi ketika lingkungan kelas tersebut sedang dalam suasana yang kondusif, ketika seorang siswa tidak memperhatikan kelas maka guru dapat memberikan saran dan nasehatnya. Agar seorang siswa untuk memperhatikan apa yang terjadi selama waktu diskusi berlangsung.

5 Cara merancang diskusi agar dinamis dan menarik

  1.     Cahaya Lilin

Maksudnya adalah cahaya lilin menunjukan energi yang kecil, sehingga guru memiliki konsep untuk membuat diskusi secara dramatis, secara cepat, memberikan semangat dalam kegelapan.

Guru dapat memulai dengan menyiapkan pertanyaan diskusi, dan jawaban seorang siswa hanya bisa dilakukan secepatnya dengan durasi berpikir siswa selama 30 detik hingga 1 menit.

Siswa dapat menjawab atau sebatas melewatkan pertanyaan diskusi tersebut, dan selalu menanyakan kepada siswa apakah siap untuk pertanyaan berikutnya?,.

Dari cara tersebut siswa akan berlatih untuk berpikir secara cepat, tepat dan akurat.

  1.     Melempar Bola

Mungkin kita pernah mendengar Snowball Throwing, mungkin ini bisa dibilang demikian, yaitu dengan memberikan pertanyaan kepada siswa yang nantinya akan menangkap bola tersebut, dengan catatan bahwa perhatikan jarak dan posisi random kelompok yang akan dituju, dalam diskusi ini perlu adanya tata aturan sehingga jalannya diskusi akan lebih jelas.

Catatan tambahan bahwa terlepas dari potensi bahaya dengan menggunakan bola, diskusi semacam ini membuat dampak keberhasilan dan juga kenaikan keterlibatan siswa yang hebat.

Sebagai reward untuk siswa nantinya perlu diberikannya hadiah kepada siswa yang akan menjawab pertanyaan berikutnya.

  1.     Jawaban Kelompok

Dua teknik diskusi yang umum digunakan dapat disatukan untuk memungkinkan diskusi yang melibatkan semua orang pada saat yang sama. Salah satunya adalah membentuk kelompok kecil yang terdiri dari sekitar tiga siswa.

Ketika guru mengajukan pertanyaan diskusi, setiap kelompok memiliki diskusi kecil sendiri untuk menghasilkan jawaban, semakin pertanyaan itu kompleks maka akan bekerja paling baik dengan metode ini.

Tambahkan ke bahwa penggunaan kartu kecil dengan masing-masing memiliki metode identifikasi kelompok. Setelah memberikan cukup waktu bagi setiap kelompok untuk mengembangkan jawabannya, pilih kartu secara acak dan biarkan kelompok itu memberikan jawaban mereka.

Anda dapat memilih lebih dari satu kartu untuk setiap pertanyaan. Ketika jawabannya telah selesai, letakkan kembali kartu bekas di geladak, sehingga tidak ada kelompok yang dapat bersantai dan berpikir bahwa giliran mereka sudah berakhir.

  1.     Kesepakatan

Kesepakatan ini maksudnya adalah ketika seorang siswa pertama menjawab sebuah pertanyaan, maka perlu ditanyakan kepada siswa lain apakah setuju atau tidak setuju dengan jawaban itu, selanjutnya tanyakan kepada siswa lain hingga bisa dikatakan ada 5 siswa yang telah berpartisipasi dalam setiap pertanyaan.

  1.     Kuisioner

Pola mendiskusikan tentang tokoh-tokoh orang terkenal atau tokoh berdasarkan karangan/fiksi adalah memberikan keluasaaan kepada siswa untuk memberikan rekomendasi apa yang mereka kenal.

Membagi sisi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil berkisar dua atau tiga siswa, dan pada setiap masing-masing kelompok diupayakan untuk mengajukan tiga sampai lima pertanyaan yang ingin mereka tanyakan kepada tokoh tersebut dengan gaya wawancara.

Perlu memahami bahwa semua anggota kelompok harus menyetujui terlebih dahulu berkaitan dengan semua pertanyaan. Setiap kelompok kemudian meneruskan pertanyaan ke kelompok lain sehingga semua kelompok memiliki pertanyaan siswa lain.

Setiap kelompok kemudian memiliki tugas untuk menjawab satu pertanyaan secara tertulis, dengan persetujuan penuh, dan dengan cara mereka membayangkan orang tersebut mungkin menjawab.

Setelah semua pertanyaan dijawab, maka berikan kesempatan setiap kelompok untuk berbagi pertanyaan kepada kelompok lain beserta jawaban yang mereka terima.

Diskusi Kelas

Dengan begitu siswa memiliki pandangan dari berbagai sudut, dengan berbagai persepsi maka siswa akan lebih memiliki keterampilan dalam hal kritis dan kreatif.

Satu poin terakhir tentang diskusi yang baik, sebagian besar siswa dapat dengan mudah mendengar instruksi dari guru, tetapi tergantung pada bagaimana memberikan kondisi serta pengaturan ruangan kelas, seringkali sulit bagi siswa untuk mendengar satu sama lain.

Karena pasti Anda juga akan kesulitan ketika mengikuti konferensi pers di televisi ketika Anda tidak dapat mendengar pertanyaan dari seorang pers, hanya berkisar pada jawabannya?

Maka kita harus selalu memastikan untuk mengulangi jawaban siswa jika ada anggota kelas yang tidak dapat mendengarnya, dan perlu melakukan rotasi ke setiap sisi kelas agar sesi diskusi bisa berjalan dengan baik dan juga dengan arahan yang baik pula.

Untuk tambahan informasi, artikel, dan Diklat Gratis melalui chanel telegram Wartaguru.id

Penulis : Yoga Pamungkas

Share :

Baca Juga

Edutainment

11 Situs Belajar Online Terbaik Untuk Guru!

News

Kumpulan Soal Pretest PPG PAUD TK 2022 Sesuai Kisi-kisi Lengkap dengan Jawaban

Edutainment

Manfaat Implementasi Kurikulum Merdeka

Edutainment

Metode Resitasi. Pengertian, Tujuan, Jenis dan Langkah

Opini

Lancar Public Speaking? Begini Tipsnya!

Edutainment

Guru Wajib Tahu! Tantangan Guru di Era Digital

News

Kecerdasan Emosional (EQ), Apakah Penting?

Opini

Memahami UU Sistem Pendidikan Nasional