Home / Edutainment / News / Opini

Senin, 28 Februari 2022 - 16:00 WIB

Yuk Kenali 38 Keterampilan Sosial Emosional Yang Dibutuhkan Siswa Untuk Mencapai Kesuksesan

Dibaca 718 kali

Keterampilan sosial emosional – Sebelum mengenal lebih dalam perlu memahami bahwa sistem pendidikan perlu mempersiapkan siswa untuk masa depan, bukan hanya untuk masa lalu kita saat ini.

Saat ini digitalisasi menghubungkan setiap orang, setiap kota bahkan saling menghubungkan antar negara dan benua, dengan begitu bisa meningkatkan populasi dunia dalam meningkatkan potensi individu dan potensi secara kolektif.

Akan pasti adanya kendala yang membuat tidak stabil, lebih kompleks dan tidak pasti sehingga berjalan dengan cepat dan menjadi lamban dalam beradaptasi membuat sistem pendidikan menjadi sangat lambat.

Proses saat ini menjadikan manusia untuk beradaptasi dalam pekerjaan dan kehidupan dan dengan demikian keterampilan-keterampilan juga berubah agar nantinya bisa sukses, maka mempersiapkan siswa dengan keterampilan teknis atau akademis saja tidaklah cukup untuk mencapai kesuksesan keterhubungan dan kesejahteraan.

Keterampilan sosial emosional seperti ketekunan, empati, perhatian penuh, keberanian atau kepemimpinan sangat penting untuk saat ini. karena beberapa tahun terakhir, keterampilan sosial dan emosional telah meningkat baik di tingkat kebijakan pendidikan dan dalam pembahasan secara publik.

Tetapi bagi sebagian besar siswa, perkembangan mereka tetap merupakan masalah keberuntungan, ini didasari apakah ini menjadi prioritas bagi guru dan sekolah mereka atau bukan.

Hambatan utama bagi permasalahan sosial emosional ini tidak adanya kerangka yang dapat diandalkan di bidang ini yang memungkinkan pendidik dan pembuat kebijakan untuk membuat kemajuan terlihat, dan untuk mengatasi kekurangan.

Maka dari itu pembahasan tentang keterampilan sosial emosional akan membantu para guru nantinya untuk mendukung siswa dengan lebih baik dalam pengembangan keterampilan yang penting ini.

Mungkin perlu berkenalan dahulu dengan apa itu keterampilan sosial emosional, keterampilan ini mengacu pada kemampuan untuk mengatur pikiran, emosi dan perilaku seseorang. Keterampilan ini berbeda dari kemampuan kognitif yang kita kenal tentang literasi dan numerasi.

Keterampilan sosial emosional ini berkaitan dengan bagaimana seseorang mengelola emosi mereka, memandang diri mereka sendiri dan terlibat dengan orang lain. Sehingga keterampilan ini mempengaruhi berbagai hasil individu dan sosial sepanjang hidup seseorang. Sehingga sadar tidak sadar bahwa kemampuan tersebut penting bagi peserta didik.

Dalam dunia yang semakin cepat berubah dan semakin beragam, peran keterampilan sosial emosional menjadi sesuatu yang sangat urgent, karena lajunya hidup dan peralihan lingkungan perkotaan maka setiap individu perlu terlibat dengan tantangan cara berpikir dan bekerja dengan orang-orang baru atau lebih dikenal bersosialisasi.

Keterampilan sosial emosional menentukan seberapa baik orang menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka dan seberapa banyak tujuan yang ingin dicapai dalam hidup mereka.

Maka dari itu pengembangan keterampilan ini penting tidak hanya untuk kesejahteraan individu, tetapi juga untuk komunitas yang lebih luas yaitu masyarakat secara keseluruhan.

Karenanya kemampuan dalam setiap individu nantinya untuk beradaptasi, mengapresiasi, bekerja sama, dan untuk mengambil tanggung jawab pribadi dan kolektif sehingga menjadi ciri masyarakat yang maju dan berfungsi dengan baik.

Dalam sebuah studi menjelaskan bahwa keterampilan sosial emosional yang relatif buruk memiliki efek merugikan yang mana berimbas pada sejumlah hasil akademik/ujian sekolah, lalu pekerjaan dan kehidupan yang nantinya akan dijalani di kemudian hari.

Efek lain yang ditimbulkan yaitu kecenderungan perilaku yang tidak baik, kekerasan dan kriminal. Maka jelas bahwa keterampilan kognitif saja tidak dapat mengimbangi keterampilan sosial emosional dan keduanya diperlukan agar nantinya menciptakan kesejahteraan dalam hidup.

Tetapi sebagai orangtua dan juga pendidik, dapat terus bekerja dalam proses perkembangan anak sehingga nantinya akan berguna dan juga menguntungkan kehidupan baik peserta didik dan orangtua.

Orangtua dan pendidik akan lebih tau apa yang terbaik dan merupakan kewajiban baik pendidik dan orangtua menyiapkan segala hal, dan menghindari apa yang tidak sesuai dengan siswa/peserta didik nantinya, dan strategi pembelajaran mana yang paling membantu.

Berikut 38 keterampilan sosial emosional yang dibutuhkan siswa untuk mencapai kesuksesan.

  1. Following instructions

Siswa bisa mengikuti dan memahami intruksi yang diberikan oleh orang lain

  1. Accepting consequences

Siswa secara sadar dan tanggung jawab bisa menerima konsekuensi atas apa yang sudah dilakukan/diperbuat

  1. Listening to others

Siswa memiliki rasa peduli untuk mendengarkan pandangan/pendapat dari orang lain

  1. Accepting criticism

Siswa harus memiliki rasa menerima dengan lapang dada atas kritik dan saran dari orang lain, baik kritikan membangun ataupun sebaliknya

  1. Anger management skills

Siswa dapat dikatakan memiliki keterampilan sosial emosional jika dalam kesehariannya bisa mengelola dan memanajemen amarah dan tindakan

  1. Accepting no for an answer

Dalam kesehariannya siswa tidak dituntut untuk selalu menjawab atau memberikan setuju dalam berbagai hal, perlu memilah hal yang dianggap baik dan dapat sepenuhnya tidak memberikan rasa setuju kepada orang lain

  1. Positive self-statements

Perilaku dalam diri siswa untuk bersikap positif dalam kehidupan sehari-hari,

  1. Compromising with others

Siswa dapat bekerjasama untuk saling berkoordinasi dengan yang lain

  1. Controlling emotions

Siswa dapat mengendalikan diri untuk bisa mengontrol emosinya

  1. Coping with anger from others

Siswa dapat memberikan hal positif dalam mengendalikan emosi, amarah dan tindakan dari orang lain/pihak luar

  1. Self-monitoring

Siswa memiliki sikap untuk selalu mengawasi, memantau pribadinya dalam kehidupan sehari-hari

  1. Showing an understanding of others

Siswa dapat menentukan cara berperilaku untuk memberikan rasa menghormati dan memahami orang lain

  1. Relaxation techniques

Ketika dalam tekanan, siswa dapat memahami teknik dan strategi untuk merelaksasi diri sendiri, dengan begitu siswa dapat memecahkan masalah dengan tenang

  1. Making restitution

Siswa dapat memberikan feedback berupa tindakan dan perkataan atas pemberian orang lain

  1. Seeking positive attention

Siswa diupayakan untuk bisa memberikan aura positif sehingga memberikan dampak kepada orang lain

  1. Disagreeing respectfully

Siswa dapat menolak pendapat orang lain dengan rasa hormat dan bijaksana tanpa memberikan rasa tersinggung

  1. Being sensitive to others feelings

Siswa memiliki rasa tanggap dan reaktif tentang perasaan orang lain

  1. Following the rules

Siswa wajib dan harus selalu mengikuti aturan yang berlaku

  1. Apologizing

Siswa memiliki sikap untuk memohon maaf jika terjadinya perbuatan yang mengecewakan atau perbuatan yang tidak semestinya

  1. Interrupting someone appropriately

Dalam jalannya diskusi/musyawarah, siswa bisa memberikan penangguhan atau sanggahan pendapat dengan tepat

  1. Making new friends

Siswa dituntut untuk bisa bersosialisasi dan menambah relasi teman baru

  1. Problem-solving

Siswa memiliki sikap antusiasme dalam penyelesaian masalah

  1. Expressing feelings

Siswa dapat mencurahkan/mengekspresikan perasaan

  1. Dealing with frustration

Siswa dapat berdamai dan menerima kekecewaan dan kegagalan

  1. Handling accusations

Siswa dapat memberikan uraian dan memberikan penjelasan atas setiap sanggahan atau tuduhan

  1. Negotiating

Siswa memiliki sikap untuk bisa bernegosiasi ketika terjadinya perdebatan dalam sesuatu hal

  1. Compromising

Siswa harus memiliki sikap untuk berkompromi/bekerjasama dengan lainnya

  1. Assertive communication

Siswa dapat bersikap tegas tetapi menghormati, mendengarkan pikiran orang lain dan juga melakukan kontak dalam komunikasi

  1. Conflict resolution

Siswa bisa mengendalikan dan juga memberikan jalan keluar dalam sebuah konflik

  1. Accepting decisions made by authority figures

Siswa dapat menerima keputusan yang dibuat oleh figur pemimpin

  1. Being honest

Memiliki sikap kejujuran

  1. Waiting for your turn

Memiliki sikap menunggu giliran atau budaya mengantri

  1. Showing respect

Selalu menunjukan rasa hormat kepada orang lain

  1. Impulse control

Memiliki sikap untuk menahan emosi, tidak kaku, terorganisir dan dapat merencanakan dan menyelesaikan tugas

  1. Respecting other peoples’ property

Menghargai kepemilikan orang lain baik kategori benda maupun karya

  1. Getting the teachers attention

Siswa mampu untuk mendapatkan perhatian dari seorang guru/pendidik

  1. Asking for help appropriately

Siswa dapat meminta bantuan dengan tepat

  1. Expressing concerns appropriately

Dalam menghadapi rasa khawatir seorang siswa bisa mengekspresikan yang sesuai dengan keadaan dan perilaku yang baik

 

Share :

Baca Juga

News

Tunjangan Tambahan untuk PNS di Bulan Mei 2024: Kabar Gembira atau Hoax?

News

Wajib Tau! Berikut Sederet Bantuan Dana Pendidikan Dari Kemdikbud

News

Penting! Inilah Waktu Pengumuman Penerima KIP Kuliah 2023

News

Segera Daftar! Bimtek 35 JP “Mudahnya Publikasi Ilmiah Untuk Naik Pangkat”
jenis asesmen kurikulum merdeka

Edutainment

Skema Baru Seleksi PTN, Adaptasi untuk Semakin Berprestasi
syarat pemberkasan PPPK 2023

News

Berikut 3 Tahapan Seleksi CPNS Jika Ingin Diterima! Bagian Terakhir Wajib Maksimal!

News

Ter-update! Kabar Gembira dari Sri Mulyani untuk Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi

News

Resmi Rilis, Hasil Pengumuman Kelulusan PPPK 2023, Yuk Langsung Cek Nama Dan Kode Kelulusannya Sekarang