Home / Kesiswaan / News

Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:42 WIB

Yuk Simak Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Atas

Dibaca 1,351 kali

Mulai tahun pelajaran 2021-2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan Kurikulum Paradigma Baru sebagai penyempurnaan dari KTSP 2013. Pada Kurikulum Paradigma Baru ini mengutamakan tiga komponen yang baru diantaranya :

Kurikulum Paradigma Baru ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia.

  1. Berbasis kompetensi Pengetahuan, keterampilan, dan sikap dirangkaikan sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh, sebagai Capaian Pembelajaran (CP).
  2. Pembelajaran yang fleksibel Penyusunan Capaian Pembekajaran dalam fase-fase (2-3 tahun per fase), sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan tingkat pencapaian (TaRL), kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajarnya. Pengurangan muatan atau konten agar peserta didik memiliki waktu yang memadai untuk menguasai kompetensi yang ditargetkan.
  3. Karakter Pancasila Sinergi antara kegiatan pembelajaran rutin sehari-hari di kelas dengan kegiatan nonrutin (projek) interdisipliner yang berorientasi pada pembentukan dan penguatan karakter berdasarkan kerangka Profil Pelajar Pancasila.
  4. Kurikulum ini menguatkan praktik kurikulum berbasis konteks satuan pendidikan yang sudah diatur dalam kurikulum-kurikulum sebelumnya.

 

Struktur Kurikulum Paradigma Baru Jenjang SMA Struktur kurikulum berisi kegiatan bermain-belajar yang mengacu pada ketercapaian Capaian Pembelajaran (CP), projek penguatan profil pelajar Pancasila, program-program lain yang dilakukan satuan pendidikan, dan jam kegiatan bermain-belajar. Kerangka Dasar Kurikulum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan mengacu pada Tujuan Pendidikan Nasional dan SNP Pada Kurikulum Baru Tahun 2022 jenjang pendidikan menengah atas (SMA) telah mengalami perubahan mata pelajaran diantaranya pada kelas 10 SMA seperti yang ditunjukan pada tabel berikut.

Kurikulum 2013Arah Perubahan Kurikulum
Siswa langsung masuk dalam program peminatan (IPA, IPS, atau Bahasa & Budaya)Belum ada peminatan, siswa mengambil semua mata pelajaran wajib di kelas 10 siswa menyiapkan diri untuk menentukan pilihan mata pelajaran di kelas 11. Siswa perlu berkonsultasi dengan guru BK, wali kelas, dan orang tua
 

Tidak ada mata pelajaran IPA dan IPS. Mata pelajaran langsung spesifik pada Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi, dsb.

Mata pelajaran kelompok IPA dan IPS terdiri dari :

1. IPA : Fisika, Kima, Biologi (6JP)/minggu

2. IPS: Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, Geografi (8JP/minggu) sekolah dapat menentukan pengorganisasian IPA dan IPS berdasarkan sumberdaya yang tersedia, yaitu dengan memilih:

a. Sistem blok – team teaching dalam perencanaan namun guru Fisika, Kimia, Biologi mengajar bergantian

b. Sebagai mata pelajaran berdiri sendiri-sendiri

c. Terintegrasi – team teaching dalam perencanaan dan pembelajaran setiap tengah dan akhir semester ada unit inkuiri yang mengintegrasikan mapel-mapel dalam masing-masing IPA dan IPS siswa menulis esai sebagai salah satu syarat kelulusan. Partisipasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran diharapkan memberi inspirasi terkait topik yang dipilih.

 

Sedangkan perubahan kurikulum baru pada kelas 11 dan 12 SMA dapat melihatnya pada tabel berikut.

Kurikulum 2013Arah Perubahan Kurikulum
Pilihan program peminatan (sejak kelas 10) siswa yang masuk ke dalam suatu program cenderung hanya akan mempelajari disiplin ilmu tersebut saja. Kesempatan untuk eksplorasi disiplin ilmu yang lain semakin sempit. Siswa perlu mengambil keputusan tentang studi di perguruan tinggi sejak lulus SMP, dan kajian menunjukkan bahwa banyak diantara mereka yang merasa salah jurusan terjadi stratifikasi program, di mana IPA dianggap lebih baik daripada yang lain, dan kesempatan untuk masuk ke berbagai program studi di perguruan tinggi lebih besar untuk lulusan program IPA angka siswa masuk perguruan tinggi masih rendahSiswa memilih mata pelajaran dari kelompok pilihan, siswa memilih mata pelajaran dari minimum 2 kelompok pilihan hingga syarat minimum jam pelajaran terpenuhi (total JP: 40/minggu; JP untuk mapel pilihan: 22 JP/minggu)

Ada 5 kelompok mata pelajaran yang direkomendasikan, yaitu: ● MIPA: Matematika peminatan, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika ● IPS: Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Antropologi ● Bahasa dan Budaya: Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa Asing lainnya ● Vokasi/Karya Kreatif: Budidaya, Rekayasa, dsb. ● Seni dan Olahraga* (khusus untuk sekolah-sekolah yang ditetapkan pemerintah) Sekolah membuka minimum 2 kelompok mata pelajaran. Apabila sumberdaya memungkinkan, sekolah dapat membuka lebih dari dua kelompok Sekolah dapat bekerja sama dengan pemangku kepentingan setempat untuk mengembangkan CP mata pelajaran Vokasi

Semoga bermanfaat ^^

Share :

Baca Juga

photo by kemdikbud.go.id

News

Tunjangan Sertifikasi Tidak Cair Apabila PMM Tidak Tuntas? Berikut Penjelasannya

News

8 Instansi Ini Buka Formasi Sekolah Kedinasan 2024, Cek Disini
Guru Lulus PG

News

Nasib Guru Lulus PG PPPK Tanpa Formasi Masih Terombang-ambing

News

Apakah Sertifikat PMM Bisa Diubah? Berikut Penjelasan Lengkapnya
Inovasi Pendidikan Terkini melalui Program Double Action di SMA Negeri 11 Garut

News

Berapa Lama Mengajar Agar Terpanggil PPG? Berikut Penjelasannya

News

Breaking News! BKN Tetapkan Batas Usia Pensiun PNS Terbaru, Cek Informasinya

News

Penetapan Nomor Induk PPPK 2023 Guru Resmi Diundur, Bagaimana Kejelasan Penempatannya? 

News

Jadwal Libur Lebaran dan Semester Genap Sekolah TA 2022/2023