Home / Kesiswaan / News

Senin, 28 Februari 2022 - 12:16 WIB

Yuk Simak Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Pertama

Dibaca 1,729 kali

Kurikulum paradigma baru – Peningkatan kualitas pendidikan dilakukan melalui hal yang paling fundamental yaitu kurikulum. Kurikulum bersifat dinamis sehingga harus selalu dikembangkan seiring dengan kebutuhan perkembangan zaman maka perlu pembelajaran dengan paradigma baru. Atas dasar tersebut maka terbentuklah kurikulum Sekolah Penggerak.

Dengan kurikulum paradigma baru ini, pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Kurikulum paradigma baru memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Pada pembelajaran paradigma baru, Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.

Mulai tahun pelajaran 2021-2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan Kurikulum Paradigma Baru sebagai penyempurnaan dari KTSP 2013. Pada Kurikulum Paradigma Baru ini mengutamakan tiga komponen yang baru diantaranya :

Kurikulum Paradigma Baru ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap

melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia.

  1. Berbasis kompetensi

Pengetahuan, keterampilan, dan sikap dirangkaikan sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh, sebagai Capaian Pembelajaran (CP).

  1. Pembelajaran yang fleksibel

Penyusunan Capaian Pembekajaran dalam fase-fase (2-3 tahun per fase), sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan tingkat pencapaian (TaRL), kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajarnya. Pengurangan muatan atau konten agar peserta didik memiliki waktu yang memadai untuk menguasai kompetensi yang ditargetkan.

  1. Karakter Pancasila

Sinergi antara kegiatan pembelajaran rutin sehari-hari di kelas dengan kegiatan nonrutin (projek) interdisipliner yang berorientasi pada pembentukan dan penguatan karakter berdasarkan kerangka Profil Pelajar Pancasila.

Kurikulum ini menguatkan praktik kurikulum berbasis konteks satuan pendidikan yang sudah diatur dalam kurikulum-kurikulum sebelumnya.

Struktur Kurikulum Baru Jenjang SMP

Struktur kurikulum berisi kegiatan bermain-belajar yang mengacu pada ketercapaian Capaian Pembelajaran (CP), projek penguatan profil pelajar Pancasila, program-program lain yang dilakukan satuan pendidikan, dan jam kegiatan bermain-belajar.

Kerangka Dasar Kurikulum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan mengacu pada Tujuan Pendidikan Nasional dan SNP pada Kurikulum Baru Tahun 2022 jenjang pendidikan menengah pertama (SMP) telah mengalami perubahan seperti yang ditunjukan pada tabel berikut.

Kurikulum 2013Arah Perubahan Kurikulum
Informatika sebagai mata pelajaran pilihan-pertimbangan ketersediaan guruInformatika sebagai mata pelajaran wajib-guru yang mengajar tidak harus memiliki latar belakang pendidikan informatika. Buku guru disiapkan untuk membantu guru-guru “pemula” dalam mata pelajaran ini.
Jumlah jam pelajaran per minggu pada setiap jenjang pada K-13.Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran
 Project menjadi hal yang sangat penting, untuk jenjang SMP-SMA minimal 3 kali dalam setahun.

Mengapa harus Project-Based Learning (PBL)? Karena PBL ini mengakomodir semua keterampilan abad 21 yang dibutuhkan murid: Communication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativity.

Jumlah jam pelajaran ditetapkan pertahun.

Contoh mata pelajaran IPA di kelas VIII hanya diajarkan pada semester ganjil saja. Sepanjang jam pelajaran pertahunnya terpenuhi maka tidak menjadi persoalan.

 

Catatan: -Prakarya menjadi salah satu pilihan. Tidak hanya Seni. Pertimbangan ini untuk:

  1. Untuk Siswa yang tidak meneruskan ke SMA.
  2. Meminimalisir perubahan dari K13

-Pembelajaran regular tidak penuh 36 minggu untuk memenuhi alokasi project. Bahasa Indonesia: 34 minggu. Informatika: 27 minggu.

Berikut informasi yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat ^^

Share :

Baca Juga

News

Catat Tanggal Penting untuk Guru Non Sertifikasi Bersiap Untuk Sertifikasi

News

Nasib Honorer Tendik yang Tidak Masuk Database BKN, Bisa Diangkat PPPK Full Time atau Part Time?

News

Resmi! Kemenkeu Rilis Gaji Honorer Tahun 2024
Ilustrasi Peserta PPG Dalam Jabatan 2023

News

Terbaru! Guru Dan Kepsek Sedang Cuti Tetap Peroleh TPG

News

Tugas dan Fungsi Guru dalam Bingkai Hukum Indonesia

News

Kemenag RI – LPDP Memberikan Kesempatan Beasiswa PPG 2022 untuk 10 Ribu Guru Binaan

News

Ini Skema Pensiunan PPPK Yang Ditetapkan UU ASN 2023

Edutainment

Hanya Sekali Klik! Ini Dia Kemudahan Penggunaan AI (ChatGPT) Dalam Membuat Project Based Learning Yang Cepat Dan Menarik