Home / News

Selasa, 13 Desember 2022 - 12:32 WIB

3 Jenis Asesmen yang Wajib Dipahami Guru

Dibaca 926 kali

Asesmen merupakan salah satu proses yang wajib dilakukan dalam pembelajaran. Pendidikan tanpa asesmen, akan kurang lengkap. Sebab dengan instrumen tersebut, pendidik akan mengetahui sejauh mana kadar keberhasilannya dalam mengajar.

Pendidikan sendiri merupakan jalan utama untuk membangun bangsa melalui sisi intelektualitas. Pepatah mengatakan, membangun peradaban dimulai dengan pemudanya. Apakah pemuda yang tidak terdidik yang akan memimpin bangsa? Tentu tidak!

Pastilah pemuda yang terdidik dan sudah mempunyai kualitas intelektualitas yang mumpuni. Sehingga, untuk mewujudkan pendidikan sempurna, diperlukan faktor penting salah satunya yakni asesmen yang mumpuni. Lantas, apa saja ragam asesmen yang guru gunakan untuk mewujudkan pembelajaran?

Adapun beberapa ragam asesmen yang dapat dipahami dalam sistem pendidikan yakni sebagai berikut:

1.   Asesmen Diagnostik

Asesmen pertama yang perlu dipahami oleh para guru yakni asesmen diagnostik. Asesmen ini juga diperlukan apabila anda baru mengajar atau belum terlalu memahami karakter dan gaya belajar siswa. Kendati anda sudah mengenai karakter belajar siswa pun, anda masih bisa menerapkannya agar lebih memahami secara detail.

Beberapa contoh dari asesmen diagnostik diantaranya yakni penggunaan rubrik, observasi, refleksi, esai maupun kuesioner. Untuk siswa di jenjang yang lebih tinggi, anda bisa menerapkan observasi maupun pengisian kuesioner karena siswa sudah dapat menalar dan menjawab pertanyaan yang anda berikan.

2.   Asesmen Formatif

Bila guru tidak memiliki kesempatan dalam menerapkan asesmen diagnostik, maka mereka dapat menerapkan asesmen lainnya yakni asesmen formatif. Asesmen ini diterapkan manakala guru sedang memberikan pembelajaran. Bisa dibilang, model pengukuran kemampuan siswa manakala guru menjelaskan pembelajaran. Beberapa contoh dari asesmen formatif yakni sebagai berikut:

Memberikan Pertanyaan Review

Anda dapat memberikan siswa pertanyaan – pertanyaan terkait dengan konten pembelajaran yang anda sampaikan.

Meminta Siswa untuk Menuliskan Poin terkait Konten Pembelajaran

Anda juga dapat meminta para siswa agar menuliskan beberapa poin penting. Poin penting tersebut misalnya seperti makna dari konten yang disampaikan guru. Bila ada tata cara terkait penerapan konten tersebut, maka siswa juga dapat menuliskannya.

Menerapkan Diskusi

Anda juga dapat menerapkan asesmen formatif melalui penerapan diskusi. Apalagi bila anda pengajar eksak, maka sebenarnya anda mempunyai kesempatan lebih dalam mengarahkan dan mengajak siswa dalam berdiskusi.

Menerapkan Penilaian Diri maupun Sesama

Model asesmen formatif lainnya yakni dengan menerapkan penilaian diri maupun sesama. Penilaian ini juga merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan agar siswa dapat memahami kemampuan mereka dalam menyerap pembelajaran.

Halaman Selanjutnya

3.   Asesmen Sumatif….

Share :

Baca Juga

News

2 Kabar Baik Kemendikbud Bagi Para Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi di Bulan April 2024

News

Peran Kepala Sekolah dan Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Projek Kurikulum Merdeka
gaji aparatur sipil negara

News

Akankah Gaji Guru PPPK Naik 2023 Nanti?
Cara daftar Beasiswa Unggulan

News

9 Berkas yang Wajib Di Upload Pada Link Pengisian DRH PPPK 2023

News

Ingat Agenda Penting 16 April 2024 Untuk Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi!! Intip Disini

News

Jangan Sampai Ketinggalan! IKN Buka 355 Formasi PPPK 2023

News

Segera Daftar! Diklat Premium 35JP! Wajib Bagi Guru Yang Ingin Kenaikan Tingkat

News

Guru Generasi Alpha, Apa Yang Harus Dilakukan? Simak Penjelasannya