Home / News

Sabtu, 30 April 2022 - 02:14 WIB

Berita Baik! Pemprov Jateng Hadirkan Sekolah Inklusi bagi Difabel

Dibaca 445 kali

Sekolah inklusi adalah suatu sekolah yang menyambut semua siswa tanpa memandang jenis kelamin, etnis, latar belakang layaknya sosial, ekonomi, hingga kebutuhan pendidikan. Semua murid dapat belajar, berkontribusi, dan melakukan semua aspek dalam kehidupan di sekolah.

Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda. Hal itu meliputi karakter, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, budaya dan lain sebagainya.

Lalu definisi difabel atau disabilitas merupakan istilah yang menggambarkan pada keterbatasan seseorang melakukan suatu aktivitas tertentu. Hal ini meliputi adanya gangguang, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Difabel sendiri merupakan kata dari bahasa Inggris different ability yang berarti kemampuan berebeda.

Dan sekolah atau pun pendidikan inklusi tidak terlepas dari peran pemerintah sebagai penyedia pendidikan tersebut untuk anak difabel yang membutuhkan tempat belajar yang setara.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperhatikan pendidikan inklusi bagi penyandang disabilitas. Ini diwujudkan dengan jalur khusus bagi difabel saat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) SMA/SMK, untuk memberikan edukasi setara bagi seluruh anak di Jateng.

Hal itu terungkap saat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin agenda Musrenbang untuk wilayah aglomerasi Barlingmascakeb dan Bregasmalang. Selain dihadiri bupati dan wali kota dari sembilan daerah, hadir juga perwakilan penyandang disabilitas, di Aula Gedung Kusno Sosrodiharjo, Banyumas.

Perwakilan tersebut adalah Kevin Kurniawan yang berasal dari perkumpulan penyandang disabilitas Kabupaten Banyumas. Kevin menyoroti, pentingnya kehadiran Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurutnya, ada jenis disabilitas yang bisa bersekolah di sekolah umum (inklusi) atau harus mengenyam edukasi di SLB.

“SLB itu untuk disabilitas dengan cerebral palsi atau autis. Kalau untuk penyandang paraplegia (kelumpuhan) masih bisa mengikuti sekolah inklusi. Kalau untuk autis itu susah,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Uswatun Khasanah menyampaikan apresiasi. Ia menyebut, SLB dan sekolah umum bukanlah segregasi (pemisah) bagi penyandang disabilitas dan bukan. Terlebih, pada PPDB SMA/SMK negeri di Jateng nantinya akan ada jalur bagi difabel untuk sekolah umum, melalui program inklusi.

“Bagi yang mempunyai kebutuhan khusus seperti autis, memang dia harus di SLB. Tapi bagi difabel fisik itu semua sekolah wajib mengakomodir. Di PPDB nanti ada jalur khusus offline untuk rekan-rekan yang difabel,” ujarnya.

Uswatun menyebut, tidak ada batasan kuota bagi difabel yang ingin bersekolah di sekolah umum inklusi.

“Bahkan mereka bisa milih. Pak Gubernur sudah nyatakan, belum tentu dekat itu nyaman, kalau mereka nyaman di sekolah tertentu itu tidak apa-apa,” jelasnya.

Terkait pembangunan sekolah di wilayah yang belum ada sekolah negeri, pihaknya akan melakukan assessment kebutuhan. Uswatun menyebut, dari ajang Musrenbang banyak usulan terkait pembangunan sekolah (SMA/SMK) yang kemudian direalisasikan.

“Untuk wilayah yang belum ada sekolah negerinya, setelah dikaji ada sekolah swastanya dua. Dan ada SMK Negeri Lumbir itu juga usulan dari Musrenbang yang sudah direalisasikan. Kalau untuk usulan pembangunan SMA di Tegal Selatan dikaji dahulu, terkait lahan dan apakah bisa diserahkan ke provinsi,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyebut ajang Musrenbang merupakan kegiatan untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Ia juga memastikan, baik SLB maupun sekolah inklusi di Jateng ditujukan untuk meningkatkan kualitas anak didik yang meyandang disabilitas.

Sebelumnya, pada ajang serupa di Kabupaten Magelang, Ganjar memastikan sekolah di Jateng mendukung inklusifitas bagi difabel.

“Sekarang sudah kita koreksi, setiap sekolah sudah boleh (inklusi). Kalau ada teman anda, ataukah anda tak mau sekolah ke SLB, mau ke sekolah umum agar masuk inklusi, kita sudah siapkan. Bahwa nanti ada problem, kami yang selesaikan,” pungkasnya. (Pd/Ul, Diskominfo Jateng).

Bergabunglah bersama dengan menjadi member e-Guru.id untuk meningkatkan skill dan pengetahuan Anda agar menjadi pendidik yang hebat dan dapatkan berbagai macam pelatihan gratis dan bonus lainnya. Daftarkan diri Anda sekarang juga!

klik link berikut untuk mendaftarkan diri anda https://e-guru.id/member/s/rsj1p3p/form

Penulis : wds




Share :

Baca Juga

News

Cek Info GTK Segera! Tentang Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru dan Kepala Sekolah Triwulan 3 Tahun 2023

News

Besaran Gaji PPPK 2022 Nominalnya Bikin Kaget

News

Penting! Ternyata Tidak Semua Sekolah Dapat Dana BOS 2023

News

Wajib Simak! Informasi Terbaru dari FGPPNS untuk Kode P1, P, dan TP di Bulan Maret
perbedaan best practice dengan ptk

News

Cara Mengisi DRH PPPK NI 2023 Riwayat Keluarga Sudah Meninggal, Tidak Tahu No KTP Dan No KK

News

Ternyata Ini Rahasia Lulus Seleksi ASN PPPK 2023 Hingga Penempatan, Berdasarkan Kisah Yang Berpengalaman
mendikbud Himbau Pemda Agkat Guru Penggerak Menjadi Kepsek

News

Pengumuman Seleksi ASN PPPK Pasca Sanggah, 544.292 Guru Honorer Dinyatakan Lolos Seleksi!

News

Begini Cara Sertifikasi Guru melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)