Home / Kesiswaan / Media Mengajar / News

Selasa, 29 Maret 2022 - 21:54 WIB

Mengenal Sistem Pendidikan Terbuka

Dibaca 2,543 kali

Sistem pendidikan terbuka – Salah satu kendala utama dunia pendidikan adalah terbatasnya dana, ruang belajar, dan waktu. Namun, perlu disadari bahwa belajar tidak harus dilakukan secara tatap muka tetapi juga bisa dilakukan dengan sistem pendidikan terbuka dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi hambatan peserta didik dalam belajar.

Konsep inti dari pendidikan terbuka adalah peserta didik bebas memilih dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Sistem pendidikan terbuka merupakan  bentuk belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan tujuan belajar, perencanaan belajar, sumber belajar, evaluasi belajar, dan menentukan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam hal ini, dapat diketahui bahwa sistem pendidikan terbuka dirancang kepada siswa dengan pembatasan seminimal mungkin sehingga bentuk pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan ditujukan untuk menghilangkan hambatan peserta didik yang tidak dapat mengikuti pembelajaran konvensional.

Pada akhirnya, tujuan dari pelaksanaan pendidikan terbuka adalah menghasilkan peserta didik yang mandiri dan otonom. Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta didik dari awal proses belajar diberikan kebebasan untuk memilih dan mengelola proses belajarnya sendiri. Sedangkan organisasi pendidikan terbuka berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan beragam pilihan bahan ajar, media pembelajaran, penilaian hasil belajar, serta layanan bantuan belajar.

Dalam pendidikan terbuka, bahan ajar dan media pembelajaran merupakan sumber belajar utama pengganti kehadiran guru dengan dibantu layanan bantuan belajar berupa kelompok belajar, tutorial, dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui seberapa terbukanya sistem pendidikan, dapat dilihat dari tiga kriteria berikut:

  1. Siapa yang akan belajar?

Dalam hal ini adalah menentukan peserta didik yang dapat berpartisipasi dalam organisasi pendidikan terbuka. Semakin terbuka sistem pendidikan yang diterapkan suatu organisasi maka semakin minimal persyaratan masuk yang dikenakan kepada peserta didik.

  1. Apa yang akan dipelajari?

Menentukan keragaman bidang ilmu dan jenjang program yang dapat dipilih peserta didik, termasuk juga keragaman kemungkinan penilaian hasil belajar.

  1. Bagaimana peserta didik belajar?

Menjelaskan tentang beragam cara yang dapat ditempuh peserta didik untuk belajar. Dalam hal ini, yang harus diperhatikan tiap peserta didik adalah waktu belajar, tempat belajar, kecepatan belajar, jenis bantuan belajar, media belajar, dan sumber belajar.

Kelebihan sistem pendidikan terbuka:

  1. Guru dan peserta didik dapat melakukan proses belajar via online dengan jumlah peserta yang banyak;
  2. Tersedia fasilitas e-moditoring dimana guru dan peserta didik dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu;
  3. Guru dan peserta didik dapat menggunakan bahan ajar dengan terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai seberapa jauh bahan ajar dipelajari;
  4. Pembelajaran menjadi lebih efisien bagi peserta didik yang tinggal jauh dari sekolah, serta bagi peserta didik yang terkendala biaya dan waktu;
  5. Peserta didik dapat belajar atau mereview bahan ajar setiap saat dan dimana saja melalui bantuan teknologi dan internet;
  6. Jika peserta didik memerlukan tambahan informasi terkait materi pelajaran, peserta didik dapat dengan mudah mengakses informasi tersebut melalui internet;
  7. Berubahnya sikap peserta didik yang pasif menjadi aktif dan lebih mandiri.

Kelemahan sistem pendidikan terbuka:

  1. Kurangnya interaksi antara guru dan peserta didik atau antar peserta didik itu sendiri karena pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan secara online;
  2. Tidak semua tempat peserta didik tersedia fasilitas jaringan internet;
  3. Peserta didik yang tidak memiliki motivasi belajar cenderung gagal karena pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh;
  4. Kecenderungan mengabaikan aspek psikomotorik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek komersial;
  5. Proses pembelajaran cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan;
  6. Kurangnya guru yang ahli dalam mengoperasikan komputer dan internet.

 

[Silahkan dibagikan kepada guru-guru di seluruh Indonesia]

Dapatkan informasi guru terupdate dengan join channel telegram: https://t.me/wartagurudotid

 

Penulis : Siti Mahsunah

Share :

Baca Juga

syarat pemberkasan PPPK 2023

News

Daftar PPG Tahap 2 Tahun 2022: Kesempatan Beasiswa 17 Juta!

News

 Persiapan Ikut PPG Dalam Jabatan 2024 untuk Guru PNS, PPPK, GTY, Honorer Lewat PPG Daljab 2024
Kemenkeu- Sri Mulyani

News

Tabel Gaji Terbaru PNS Tahun 2024 Bulan Maret Resmi Rilis
tugas kepala sekola

News

Kriteria Dan Tanggal Pendaftaran Calon Guru Penggerak

News

3 Solusi Nadiem Demi Percepat Rekrutmen 1 Juta Guru PPPK

News

Mengejutkan, Ada 4 Golongan Tenaga Honorer yang Tidak Dapat Mendaftar Seleksi PPPK Guru 2023

News

Simak Syarat dan Kriteria agar Sekolah Menerima Bantuan Dana BOS !!!

News

Nyatanya Pengelolaan Kinejra di PMM Tidak Merepotkan Guru, Namun Ada Beberapa Keuntungannya Bagi Guru