Home / News

Selasa, 1 November 2022 - 03:57 WIB

3 Tujuan Pembelajaran yang Wajib Diketahui oleh Guru

Dibaca 1,002 kali

Terdapat setidaknya tiga tujuan pembelajaran yang harus diketahui oleh seorang guru. Sehingga diharapkan seorang guru dalam proses mendidik siswa, tahu apa yang menjadi tujuan akhir.

Dunia pendidikan memang merupakan dunia yang memiliki karakter dinamis. Karakter tersebut merupakan wujud dari adanya perubahan yang diusulkan atau diciptakan oleh para pakar pendidikan.

Selain pakar, tentu para pendidik bahkan masyarakat yang peduli terhadap dunia pendidikan juga memiliki peran untuk mewujudkan perubahan tersebut.

Perlu diketahui, sebuah peradaban besar berawal dari kemauan para masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam menggerakkan pendidikan. Maka dari itu, pendidikan dapat berjalan sempurna bila seluruh elemen berjalan.

Salah satu sumber landasan perubahan pendidikan tentu dimulai dari beberapa hal. Misalnya, sistem, kurikulum dan tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Berikut penjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang perlu diketahui.

Setiap bangsa, tentu mereka memiliki beberapa arah dan tujuan pembelajaran yang berbeda. Sebab tujuan tersebut biasanya terbentuk dari bagaimana pemberlakuan sistem pendidikan.

Untuk lebih mengenal arah dan orientasi tujuan pembelajaran bangsa, maka anda perlu memahaminya dalam 3 ranah. Adapun di antaranya yakni :

1.    Ranah Kognitif

Ranah pertama yang akan dibahas yakni ranah kognitif. Seacar sederhana, ranah kognitif akan selalu disandingkan dengan aspek pengetahuan yang ada dalam diri peserta didik.

Memang benar, namun dalam perkembangannya, ranah kognitif memiliki banyak perkembangan yang menunjang tumbuh kembang kognisi peserta didik. Penjelasannya seperti berikut :

Pertama, pengetahuan dan pemahaman. Perlu diketahui bahwa salah satu tahapan awal dalam pemberian informasi pada peserta didik yakni lantaran mereka butuh untuk meningkatkan aspek pengetahuan dan pemahaman dalam diri.

Maka dari itu, pembelajaran yang dilakukan biasanya akan menyesuaikan dengan aspek perkembangan. Jika anda dapat memberikan banyak informasi, maka tentu saja mereka akan lebih banyak memberikan pengetahuan dan pemahaman.

Baca Juga:  Awal Bulan Gembira! Pencairan Gaji Ke-13 ASN dan Pensiunan Dipercepat

Kedua, tahapan aplikasi. Tahapan ini adalah hasil dari peningkatan aspek pengetahuan dan pemahaman. Jika peserta didik sudah memiliki akumulasi dari keduanya, tentu guru dapat mengarahkan peserta didik untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut.

Misalnya, melibatkan peserta didik dalam penyelesaian projek sederhana. Tahapan ini sangat cocok dengan kondisi kehidupan pembelajaran hari ini yang sudah mulai menggalakkan penerapan kurikulum Merdeka dan penerapan project-based learning. Sebisa mungkin anda lebih banyak mengarahkan peserta didik untuk melakukan pemecahan masalah agar terbiasa mengaplikasikan pemikiran sekaligus pembelajaran yang sudah dibahas.

Ketiga, level pemikiran analisis. Tahapan selanjutnya setelah melakukan peningkatan pada aspek pengetahuan, pemahaman dan aplikasi yakni menumbuhkembangkan model berfikir analisis.

Berfikir analisis bermakna memikirkan suatu masalah dari segala sisi dan dibekali dengan beberapa sumber data yang sudah dibuktikan. Sehingga pemikiran analisis tersebut tidaklah subjektif, namun berdasar rasionalitas.

Keempat, tahapan untuk meningkatkan pemikiran sintesis. Tahapan selanjutnya yakni dengan membiasakan diri untuk berfikir sintesis.

Melakukan sintesa pada suatu masalah bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu, usahakan anda memberikan case-study sesuai dengan jenjang kemampuan. Hal ini bertujuan agar tidak memberatkan sang peserta didik.

Kelima, melakukan tahapan evaluasi. Tahapan pemikiran ini merupakan pemikiran tingkat akhir dimana para peserta didik sudah mulai terbiasa untuk berfikir aplikatif, analisis dan sintesa.

Bahkan tahapan evaluasi sudah dapat menjadi acuan peserta didik untuk menentukan suatu keputusan. Sebab guru bukan satu – satunya yang akan menentukan keputusan selama kegiatan sekolah berlangsung.

Terkadang para guru akan membutuhkan peserta didik untuk terbiasa melakukan pengambilan keputusan. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengukuran guru pada keberhasilan tingkat kognisi mereka.

Di masa mendatang, bijaknya peserta didik dalam mengambil keputusan akan meningkatkan kedewasaan dalam diri.

Halaman Selanjutnya

2. Ranah Afektif…

Share :

Baca Juga

News

Kemdikbud Tahun 2024 Keluarkan Gebrakan Baru, Para Guru Harus Bersiap!

News

Pembaruan Baru Pada Aplikasi Dapodik

News

Resmi! Jadwal Baru Pengumuman Pasca Sanggah PPPK Guru 2022

News

Sertifikat P5 Menjadi Syarat Pencairan TPG Triwulan 3? Simak Selengkapnya

News

Yuk Simak Perbedaan Metode dan Model Pembelajaran

News

Info Terbaru! Simak Syarat CPNS 2023 dan Jabatan Paling Banyak Peluang Diterima

Edutainment

Kurikulum Merdeka sebagai Penerapan Kurikulum Operasioanal Sekolah

News

Sesuai Permen PANRB, Jabatan Fungsional Bisa Naik Pangkat Tanpa Dupak
Download Sertifikat Pendidikan Gratis