Home / Kesiswaan / News

Sabtu, 30 April 2022 - 21:05 WIB

Pengelolaan Kelas di Sekolah Inklusi

Dibaca 2,375 kali

Sekolah Inklusi – Berbagai kebutuhan peserta didik dalam sekolah inklusi menimbulkan dampak pada penyesuaian dari segi kurikulum, penataan lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dan interaksi sosial antar peserta didik di lingkungan kelas.

Selama ini, banyak orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus menyekolahkan anaknya di sekolah inklusi. Hal ini dikarenakan metode pembelajaran di sekolah inklusi dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Sekolah inklusi merupakan sekolah yang memberikan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Di sekolah ini, terdapat banyak anak berkebutuhan khusus maupun tidak, dan mereka belajar di kelas yang sama dengan mendapat pendidikan yang sama.

Latar belakang pendidikan dan pemahaman guru tentang anak kebutuhan khusus sangat penting untuk memberikan layanan optimal dalam melakukan pengelolaan kelas bagi anak berkebutuhan khusus. Semua anak belajar bersama, baik di kelas atau sekolah dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Pelaksanaan pendidikan inklusi menuntut pihak sekolah menyelenggarakan pendidikan yang ramah anak, kelas yang tidak deskriminatif, serta adanya pengakuan dan penghargaan bagi sema hak anak. Sedangkan terkait proses belajar mengajar, perlu dikembangkan sebuah kegiatan belajar yang mampu mengakomodir semua kebutuhan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Dalam pendidikan inklusi, guru dituntut memiliki keterampilan yang professional dalam mengajar di kelas. Guru harus melakukan penyesuaian terhadap layanan pendidikan dengan keberagaman kebutuhan peserta didik. Proses belajar mengajar yang berkualitas akan muncul dalam suasana dan iklim kelas yang kondusif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Pengelolaan Kelas di Sekolah Inklusi

Adanya kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi berimplikasi pada perubahan orientasi dan manajemen kelas. Guru kelas diharapkan pada keberagaman kebutuhan peserta didik

Guru kelas tidak lagi berorientasi klasikal tetapi dihadapkan pada keberagaman kebutuhan peserta didik. Pembelajaran bermakna bukan hanya tentang mengajar ataupun tentang penyampaian informasi tetapi juga terkait perkembangan kepribadian peserta didik, interaksi sosial serta penanaman sikap dan nilai pada diri peserta didik.

Sehubungan dengan masalah pengelolaan kelas, Weber (1997) menyatakan bahwa pengelolaan kelas adalah seperangkat kelas aktivitas guru untuk menciptakan dan mempertahankan aturan di dalam kelas serta ketertiban dan suasana serta atmosfir kelas melalui pendekatan disiplin kelas. Pandangan ini lebih bersifat otoriter dan sudah banyak ditinggalkan karena dianggap kurang manusiawi.

Sedangkan menurut Winataputra (1998: 4), hakekat pengelolaan kelas antara lain: menciptakan iklim kelas yang efektif dan produktif, menciptakan hubungan interpersonal yang sehat, mendorong munculnya tingkah laku yang diharapkan, dan memberikan kebebasan pada peserta didik.

Selain itu Hughes (2001: 45) menganggap bahwa pengelolaan kelas adalah proses ke arah perubahan tingkah laku. Pandangan ini memandang bahwa pengelolaan kelas adalah aktivitas guru dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik, baik membentuk tingkah laku baru, meniadakan tingkah laku maupun mengubah tingkah laku peserta didk.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengelolaan kelas di sekolah inklusi adalah serangkaian aktivitas dan kegiatan yang dilakukan guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan kelas yang kondusif, aktif, kreatif, kooperatif dan menyenangkan melalui penciptaan lingkungan kelas yang kondusif.

Manfaat Sekolah Inklusi

Dengan belajar di sekolah inklusi, anak berkebutuhan khusus akan mendapat berbagai manfaat, diantaranya:

  • Hak dan kewajiban yang sama dengan peserta didik reguler lainnya di kelas;
  • Berbagai fasilitas untuk belajar dan mengembangkan diri, terlepas dari segala keterbatasannya;
  • Motivasi untuk lebih percaya diri;
  • Kesempatan untuk belajar dan menjalin persahabatan dengan teman sebaya.

 [Silahkan dibagikan kepada guru-guru di seluruh Indonesia]

Dapatkan informasi guru terupdate dengan join channel telegram: https://t.me/wartagurudotid

Penulis : SM




Share :

Baca Juga

News

Meskipun Gagal PPPK 2023, Lulusan PPG Prajabatan Dapat Jatah 2024

Edutainment

Rapor Pendidikan Indonesia : Laporan Hasil Asesmen Nasional
Ilustrasi Tahapan PPG Dalam Jabatan 2023

News

Penting! Passing Grade Seleksi Akademik PPG Daljab 2023

News

Diperbaharui! Inilah Jumlah Siswa dan Nominal PIP

News

Mulai PPDB 2024, Syarat Masuk SD Tidak Ada Tes Calistung

Edutainment

Macam-Macam Media Pembelajaran Interaktif Untuk Implementasi Kurikulum Merdeka Yang Bisa Diterapkan Dengan Mudah

News

Penerapan Kurikulum Baru dan Jurusan yang Dihilangkan

Kesiswaan

Cara Mengenal dan Memahami Karakteristik Peserta Didik