Home / News / Pelatihan

Rabu, 23 Februari 2022 - 16:48 WIB

Materi Hari Pertama Diklat 40JP Dampak Kurikulum Merdeka

Dibaca 13,716 kali

Pertemuan hari pertama Diklat 40JP: DAMPAK KURIKULUM MERDEKA DALAM FLEKSIBILITAS PEMBELAJARAN. Acara ini diselenggarakan oleh eGuru.id. E-Guru.Id adalah website membership yang memfasilitasi membernya untuk dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan. Acara ini dilaksanakan melalui zoom dengan kuota 1000 orang dan youtube eGuruTV. Grup diskusi tersedia di telegram sebagai tempat penyampaian informasi pelaksanaan keiatan.

Acara ini dihadiri oleh Bapak Heri Triluqman Budisantoso, S. Pd., M. Pd selaku  chief executive officer (CEO) eGuru.id. Ibu Dwi Astuti S.pd., C.Md. selaku moderator yang memimpin jalannya acara. Narasumber Bapak Prof. Dr. Haryono, M.Psi. selaku Narasumber kegiatan.

Hari pertama diklat dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia raya yang dipandu oleh Dewi Masruroh sebagai drigen. Selanjutnya sambutan serta pembukaan yang dibawakan oleh Bapak Heri Triluqman Budisantoso, S. Pd., M. Pd selaku  CEO eGuru.id.

Ucapan selamat dating disampaikan oleh Bapak Heri Triluqman kepada para peserta yang bergabung mengikuti DIklat Nasional. Dengan membawakan tagline eGuru.id “Guru Tetap Belajat Walau Sudah Mengajar”. yang harapannya seperti yang digelorakan kemendikbudristek yaitu mampu menjadi semangat belajar bagi guru di Indonesia “Long Live Learning”, yang telah difailitasi melalui aplikasi “Merdeka Mengajar”.

Narasumber pada Diklat nasional selama empat hari kedepan diperkenalkan. Diklat hari pertama akan dibwakan oleh Bapak Prof. Dr. Haryono, M.Psi. Guru besar Universitas Negeri Semarang. Dengan sub judul “Teknologi Pembelajaran dalam Rangka Menguatkan Kurikulum Merdeka”. Tema ini diangkat untuk melihat dari dua sisi secera akademik bahwa teknologi pembelajaran mempunyai point utama facilitating learning. Dari sisi sudut pandang yang lain, teknologi secara umum dipandang sebagai alat atau perangkat.

Pertemuan kedua akan dibawakan oleh Bapak Ali Fauzi, S.Kom., M.Kom (Google certified trainer). Sub judul hari kedua akan membahas mengenai “Urgensi Pemanfaatan Website untuk Mendukung Merdeka Belajar”.

Pada hari ketiga akan dibawakan oleh Ibu Harna Yulistiyarini, S.P.d., M.Pd Instruktur e-Guru.id. Membawakan sub judul “Pengembanagan Bahan Ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Di hari terakhir dibawakan oleh ibu Dr. Luluk Elyana, M.Si Wakil rector bidang akademik universitas ivet yang akan membahas strategi praktik pembelajaran kurikulum merdeka.

Pertemuan hari pertama dipandu oleh Ibu Dwi Astuti S.pd., C.Md. Dengan menghadirkan narasumber seorang Guru besar Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Haryono, M.Psi. Tema hari pertama membahas “Teknologi Pembelajaran dalam Rangka Menguatkan Kurikulum Merdeka”.

Pembahasan diawali dengan pembahasan terkait konsep teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan adalah terapan teknologi dalam arti produk, proses, dan sistem dalam bidang pendidikan khususnya untuk proses pembelajaran dan pengajaran.

Definisi Teknologi Pendidikan menurut AECT, 2004 teknologi pendidikan adalah studi dan praktik beretika dalam memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja melalui peciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses dan sumber daya teknologi secara tepat. Teknologi pendidikan hadir untuk memfasilitasi pendidikan, memberikan kemudahan pada proses belajar untuk meningkatkan kapasitasnya. Serta meningkatkan kinerja dan produktivitas dalam belajar. Tujuan tersebut dicapai melalui dengan proses menciptakan, mengembangkan dan menghasilkan proses dan sumber daya teknologi yang tepat.

Dari pembahasan diatas ditarik kesimpulan bahwa teknologi pendidikan adalah sesuatu yang komples, proses terintegrasi yang melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi guna menganalisis masalah belajar manusia, merancang, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahannya. Berwujud desain dan lingkungan belajar yang memfasilitasi keterlibatan “learners”, merupakan teknik dan metode yang handal dalam pembelajaran dengan strategi kognitif dan ketrampilan berpikir tingkat tinggi.

Secara konseptual hakikat dan karakteristik dari teknologi pendidikan adalah sebagai berikut:

  • Mengaplikasikan prinsip – prinsip ilmiah untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran
  • Menekankan pada upaya pengembangan metode dan teknik untuk mengefektifkan belajar dan pembelajaran.
  • Menekankan pada upaya perancangan instrument pengukuran capaian belajar
  • Merupakan sistem yang melibatkan input, output, dan proses pendidikan dan pembelajaran.
  • Bukan sinonim dari penggunaan alat bantu visual dalam pendidikan dan pembelajaran.
  • Merupakan teknologi yang komprehensif, sinergetik antara teknologi dan pendidikan sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipandang secara terpisah.
  • Di dalamnya mencakup teknologi pembelajaran – “instructional technology”, teknlogi pengajaran – “teaching technology”, pembelajaran terprogram – “programmed learning”, perancangan pembelajaran – “instructional strategies” dan teknik penilaian – “evaluation techniques”.

Tahapan perkembangan Teknologi Pendidikan

  1. Tahap 1
  • Teknologi pendiidkan digabungkan dengan penggunaan alat bantu seperti grafik, peta, symbol, model, specimen dan bahan beton.
  • Teknologi pendidikan adalah istilah yang digunakan sebagai sinonim untuk alat bantu visual
  1. Tahap 2
  • Teknologi pendidikan dikaitkan dengan “revolusi elektronik” dengan pengenalan dan pembentukan hardware canggih disertai software pendukung yang memadai
  • Penggunaan berbagai alat bantu audio visual seperti proyektor, tape recorder, radio dan televise membawa perubahan revolusioner dalam scenario pendidikan.
  1. Tahap 3
  • Teknologi pendidikan dengan perkembangan media massa untuk tujuan instruksional
  • Mulai dikembangkan computer assisted instruction (CIA) sebagai mesin pembelajaran.
  1. Tahap 4
  • Teknologi pendidikan dipandang sebagai proses instruksional, perkembangan pembelajaran terprogram menjadi dimensi baru pada teknologi pendidikan.
  • Mulai berkembang sistem belajar mandiri dengan terbangunnya bahan bahan belajar mandiri dan berbagai program belajar berbasis computer.
  1. Tahap 5
  • Teknologi pendidikan dipengaruhi oleh pendekatan sistem yang berfokus pada laboratorium bahasa, mesin pengajaran, pembelajaran terprogram, teknologi multimedia dan penggunaan computer dalam pembelajaran.
  • Teknologi pendidikandipahaami sebagai cara sistematis dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran dengan tujuan yang spesifik berdasarkan penelitian.

Perkembangan Teknologi pendidikan dalam perspektif ICT

  1. Era sebelum computer mikro
  • Awal penciptaan computer tahun 1950-an
  • Pengembangan intruksional mainframe, computer yang terhubung dengan banyak pengguna melalui sistem terminal
  1. Era computer mikro
  • Portable computer (desktop), personal computer
  • Penggunaan computer oleh pendidik untuk mendukung pelaksanaan profesi.
  1. Era internet
  • Dunia terkoneksi oleh jaringan internet, terjadi sharing informasi, dunia tanpa batas
  1. Era teknologi seluler, media sosial, akses terbuka
  • Pembelajar jarak jauh (PJJ)
  • e-book
  • akses belajar
  • akses terbuka

Prinsip Teknologi pendidikan

  • Principle of purposiveness
  • Principle of economy
  • Principle of ease in the use of an aid
  • Principle of availability
  • Principle of simplicity
  • Principle of stimulation
  • Principle of self-preparation

Kontribusi Teknologi pendidikan bagi pembelajaran

  • Melepaskan guru dari peran rutin sebagai pemberi informasi
  • Menciptakan lingkungan belajar berbasis multimedia di ruang kelas
  • Memaksimalkan pembelajaran dari “known to unknown”, simple to complex”, “easy to difficult” “concreate to abstract”, “particular to general”
  • Membantu memusatkan perhatian dan meningkatkan motivasi belajar
  • Mengurangi verbalisme dan pembelajaran yang menonton
  • Melalui media tertentu dapat menggantikan pengalaman belaajr dari objek langsung dan menutup kekurangan sumber daya yang terbatas
  • Memfasilitasi terjadinya proses belaajr yang lebih baik dan memperkuat daya ingat.
  • Menjadikan pembelajaran menarik, inspiratif, dan efektif serta mengakomodasi perbedaan individu.

Kontribusi Teknologi pendidikan dalam penguatan kurikulum merdeka

Kurikulum merdeka

  • Inti kurikulum merdeka adalah merdeka belajar, dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing – masing.
  • Kurikulum yang memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah, siswa bisa bebas memilih mata pelajaran yang diminatinyadi dua tahun terakhir saat SMA.
  • Kurikulum merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi murid.
  • Karakteristik utama dari kurikulum yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah bahwa:
  • Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar pancasila
  • Focus pada materi essesial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi
  • Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan local.

Arah perubahan kurikulum

  1. Rancangan dan implemetasi kurikulum saat ini :
  • Struktur kurikulum yang kurang fleksibel, jam pelajaran ditentukan per minggu
  • Materi terlalu padat sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan pembelojaran yang mendalam dan yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik
  • Materi pembelajaran yang tersedia kurang 1 beragam sehingga guru kurang leluasa daiam mengembangkan pembelajaran kontekstua!
  • Teknologi digital belum digunakan secara sistematis untuk mendukung proses belajar guna melalui berbagi praktik baik
  1. Arah Perubahan Kurikulum:
  • Struktur kurikulum yang lebih fleksibel, jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun
  • Fokus pada materi yang esensial, Capaian Pembelajaran diatur per fase, bukan per tahun
  • Memberikan keleluasaan bagi guru 10 menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik
  • Aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk dapat terus mengembangkan praktik menggor secara mandin dan berbagi praktik baik.

Keunggulan Kurikulum Merdeka

  1. Lebih Sederhana dan Mendalam

Fokus poda materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkon.

  1. Lebih merdeka
  • Peserta didik: Tidak ada program peminator di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.
  • Guru: Guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik.
  • Sekolah: memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.
  1. Lebih relevan dan interaktif

Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Peran teknologi pendidikan dalam penguatan kurikulum merdeka

  1. As tools support knowledge construction, for representing learners’ ideas, understandings and beliefs for producing organized, multimedia knowledge bases by learners
  2. As information vehicles for exploring knowledge to support learning by constructing, for accessing needed information for comparing perspectives, beliefs and world views
  3. As context to support learning by doing, for representing and simulating meaningful real world problems, situations and context, for representing beliefs, perspectives, arguments and stories of others, for defining a safe, controllable problem space for student thinking
  4. As a social medium to support leaming by conversing for collaboration with others, for discussing, arguing and building consensus among members of a community, for supporting discourse among knowledge building communities.
  5. As intellectual partner to support learning by reflecting, For helping learners to articulate and represent what they know, For reflecting on what they have learned and how they come to knowir, For supporting learner internal negotiations and meaning making, For constructing personal representations of meaning, for supporting mindful thinking.

Pembahasan ditutup dengan Tanya jawab dengan peserta Diklat.

Unduh disini materi hari pertama Diklat 40 JP pdf
Unduh disini materi hari pertama Diklat 40 JP pdf
Unduh disini materi hari pertama Diklat 40 JP pdf

 

Penulis : Lawu arunawang 085865988163
Info webinar gratis : linktr.ee/grupinfowebinar

Share :

Baca Juga

News

Kemenag RI – LPDP Memberikan Kesempatan Beasiswa PPG 2022 untuk 10 Ribu Guru Binaan
syarat pemberkasan PPPK 2023

News

Daftar PPG Tahap 2 Tahun 2022: Kesempatan Beasiswa 17 Juta!
Tunjangan Pegawai Pemerintah

News

2022 Segera Usai, Tunjangan Penghasilan Pegawai Segera Cair
gaji aparatur sipil negara

News

Akankah Gaji Guru PPPK Naik 2023 Nanti?

News

PP Pengangkatan Honorer Menjadi ASN Diresmikan Desember, Simak Selengkapnya

News

Wajib Tau! Berikut Nominal Potongan Wajib Tiap Pencairan Sertifikat Guru

Pelatihan

Cara Membuat Animasi Pembelajaran dengan Canva
Guru

News

Implementasi Kurikulum Merdeka Diperpanjang, Kemendikbudristek Berikan Himbauan Wajib Diketahui