Home / Kesiswaan / Media Mengajar / News

Selasa, 1 Maret 2022 - 17:14 WIB

Pendidikan Karakter. Contoh, Fungsi, dan Tujuan

Dibaca 2,840 kali

Pendididkan Karakter – Pendidikan Karakter merupakan suatu usaha manusia secara sadar serta terencana bertujuan untuk mendidik dan memberdayakan setiap potensi peserta didik.

Selain itu, pendidikan berkarakter ini juga berguna untuk membangun karakter setiap individu sehingga dapat menjadi individu yang bisa memiliki manfaat untuk individu tersebut dan juga lingkungan sekitarnya.

Sistem pendidikan ini akan menanamkan nilai-nilai karakter tertentu pada setiap peserta didik yang didalamnya terdapat beberapa komponen pengetahuan, kemauan atau kesadaran, serta tindakan untuk melakukan nilai positif tersebut.

Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan sistem pendidikan moral yang dimana tujuannya adalah untuk melatih dan membentuk kemampuan setiap individu secara terus menerus agar kearah hidup yang lebih baik lagi.

Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Ramli – Menurut T. Ramli, pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.

Thomas Lickona – Menurut Thomas Lickona, pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

John W. Santrock – Menurut John W. Santrock, character education adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik

untuk menanamkan nilai moral dan memberi kan pelajaran kepada murid mengenai pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang yang dilarang.

Elkind – Menurut Elkind, pengertian pendidikan karakter adalah suatu metode pendidikan yang dilakukan oleh tenaga pendidik untuk mempengaruhi karakter murid.

Dalam hal ini terlihat bahwa guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran tetapi juga mampu menjadi seorang teladan.

Contoh Pendidikan Karakter

Khusus untuk lingkungan sekolah, maka peran penting dalam membentuk karakter ada pada kepala sekolah, guru, pembimbing dan masyarakat sekolah lainnya.

Mendidik karakter setiap peserta didik merupakan tanggung jawab bersama yang meliputi lingkungan keluarga (orang tua), lingkungan sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan di sekolah dan masyarakat di sekolah lainnya).

Karena mereka semua memposisikan diri sebagai : orang tua kedua (selain keluarga di rumah), fasilitator (memberikan kemudahan untuk peserta didik), motivator (memberikan dorongan untuk peserta didik), inspiratif dan teladan untuk dicontoh setiap peserta didik.

Berikut ini beberapa contoh pendidikan berkarakter yang terdapat di lingkungan sekolah :

Disiplin, yaitu memiliki catatan kehadiran serta membiasakan diri untuk hadir tepat waktu. Selain itu bisa juga dengan menegakkan aturan dan menggunakan seragam yang sesuai ketentuan.

Kreatif, yaitu menciptakan situasi yang dapat menumbuhkan pola pikir dan bertindak secara kreatif, seperti pemberian tugas yang dapat menciptakan karya-karya baru.

Mandiri, yaitu dapat menciptakan situasi yang menggerakkan peserta didik belajar dan bertindak secara mandiri yang tidak mengandalkan bantuan orang lain.

Religius, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan ibadah, menanamkan kebiasaan berdoa sebelum belajar dan senantiasa menjaga kebersihan.

Jujur, yaitu transparansi dalam laporan keuangan dan penilaian di sekolah secara berkala. Dalam hal ini bisa diimplementasikan dengan menyediakan kantin kejujuran, larangan membawa alat komunikasi saat sedang ulangan

maupun ujian, serta menyediakan tempat khusus untuk temuan barang hilang dan juga larangan menyontek saat mengerjakan tugas.

Toleransi, yaitu menghargai serta memberikan perlakuan yang sama untuk semua masyarakat sekolah dalam menghormati dan menghargai setiap perbedaan.

Rasa ingin tahu, yaitu menyediakan sebuah media komunikasi untuk berekspresi untuk semua masyarakat sekolah,

memfasilitasi masyarakat sekolah untuk bereksplorasi dalam bidang pendidikan, serta menciptakan suasana belajar mengajar yang mengandung rasa ingin tahu peserta didik.

Bersahabat serta Komunikatif, yaitu menciptakan suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi sesama masyarakat sekolah dengan bahasa yang santun dan saling menghormati.

Peduli Lingkungan, yaitu memberikan kebiasaan untuk memelihara kebersihan serta kelestarian lingkungan sekolah dan sekitarnya,

dengan menyediakan tempat pembuangan sampah dan tempat untuk mencuci tangan, menyediakan kamar mandi yang bersih, melakukan kebiasaan hemat energi dan lainnya.

Tanggung Jawab, yaitu membuat laporan untuk setiap kegiatan yang dilakukan baik dalam bentuk tulisan maupun lisan dan menghindarkan setiap kecurangan dalam melaksanakan tugas di sekolah.

Fungsi Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter seharusnya sudah dilakukan sejak masih kecil, yaitu sejak masa kanak-kanak. Sistem pendidikan ini dapat dilakukan di lingkungan sekolah, lingkungan sekitar dan termasuk di lingkungan keluarga.

Selain itu pendidikan berkarakter penting diimplementasikan sejak masih kecil karena bisa menjadi bekal dalam pembentukan karakter yang dapat menggunakan berbagai media belajar.

Secara umum fungsi dari sistem pendidikan ini yaitu untuk membentuk karakter individu dari peserta didik agar menjadi pribadi yang bermoral, bertoleran, tangguh, berakhlak mulia dan berperilaku baik terhadap sesama.

Pendidikan karakter pun kemudian dijadikan sebagai wadah sosialisasi karakter yang patut dimiliki oleh setiap orang agar menjadikan mereka sebagai seorang yang bermanfaat besar bagi lingkungan disekitarnya. Berikut ini beberapa fungsi dari pendidikan berkarakter :

  1. Dapat menjelaskan serta mengartikan berbagai karakter individu
  2. Mengetahui berbagai karakter baik setiap individu
  3. Menunjukan contoh perilaku berkarakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari
  4. Memahami sisi baik dalam menjalankan perilaku berkarakter individu

Tujuan Pendidikan Karakter

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka di dalam diri peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama, Pancasila, dan Budaya. Berikut adalah nilai-nilai pembentuk karakter tersebut:

Kejujuran – Sikap toleransi

Disiplin – Kerja keras

Kreatif – Kemandirian

Sikap demokratis – Rasa ingin tahu

Semangat kebangsaan – Cinta tanah air

Menghargai prestasi – Sikap bersahabat

Cinta damai – Gemar membaca

Perduli terhadap lingkungan – Perduli sosial

Rasa tanggungjawab – Religius

Pentingnya Pendidikan Karakter – Seperti kita ketahui bahwa proses globalisasi secara terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia.

Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, misalnya pergaulan bebas,

penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan lain sebagainya.

Menurut Thomas Lickona, setidaknya ada tujuh alasan mengapa character education harus diberikan kepada warga negara sejak dini, yaitu;

Ini merupakan cara paling baik untuk memastikan para murid memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam hidupnya.

Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak didik. Sebagian anak tidak bisa membentuk karakter yang kuat untuk dirinya di tempat lain.

Dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain dan dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk.

Sebagai upaya mengatasi akar masalah moral-sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah, dan lain-lain.

Merupakan cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum masuk ke dunia kerja/ usaha.

Sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban.

 

Sekian dari penulis, besar harapannya apa yang sudah ditulis bermanfaat untuk semua pihak.

Terima kasih.

 

 

 

Penulis: Galih Pambudi

Share :

Baca Juga

News

Benarkah Absensi Mempengaruhi Tunjangan Sertifikasi Guru?

News

Ada Kebijakan Khusus Honorer K2, Menjelang Pendaftaran PPPK 2023

News

Hal Pokok dalam Konsep Merdeka Belajar

News

Berikut Syarat dan Tata Cara Mutasi PPPK Kemenag

News

Simak Pedagogical Content Knowledge untuk Mengajar Siswa di Sekolah

News

Guru Wajib Tahu! Ini Dia Jenis Hukuman Disiplin PNS dan Tingkatannya

News

Kategori Non ASN Diangkat PNS Otomatis Dalam RUU ASN

News

Tips dan Kisi – Kisi Untuk Pretest PPG Dalam Jabatan Tahun 2022 Serta Bonus Latihan Soal Lengkap! Yuk Simak