Home / News

Sabtu, 4 Juni 2022 - 02:17 WIB

Penerapan Sekolah Inklusi

Dibaca 295 kali

Penerapan Sekolah Inklusi – Dunia pendidikan tentu memiliki target utama yakni mencerdaskan bangsa dan menjadikan seluruh peserta didik memiliki capaian pembelajaran yang memuaskan. Idealnya memang demikian. Namun, di dunia tentu tidak ada yang sempurna, bukan?

Peserta didik sendiri terbagi dalam dua kategori yakni peserta didik dengan kemampuan fisik yang normal dan sebagian lainnya belum ditakdirkan memiliki kemampuan fisik yang normal. Istilah lainnya, peserta didik tersebut masuk dalam kategori Anak dengan Disabilitas ( AaD).

Keberadaan anak AaD tentu bukanlah generasi yang tak bisa memberikan kontribusi kebanggaan. Sebagian besar mereka malah menorehkan berbagai prestasi mengalahkan anak-anak normal pada umumnya.

Kepiawaian mereka dalam mencapai hasil yang luar biasa tentu bukan sekedar bawaan bakat dari lahir. Namun keberhasilan tersebut bisa saja merupakan sebuah potensi maupun bakat minat yang senantiasa digali dan dilatih.

Bentuk pelatihannya pun beragam. Bisa mendapatkan pelatihan melalui lembaga maupun satuan pendidikan tempat peserta didik menimba ilmu maupun tempat kursus spesial untuk generasi AaD.

Dewasa ini, lembaga maupun satuan pendidikan yang merekrut kalangan AaD sebagai peserta didiknya sudah mulai banyak. Hal ini terjadi semenjak mulai banyak satuan pendidikan yang berdiri dengan konsep penerapan sekolah inklusi.

Mengenal Sekolah Inklusi

Sekolah Inklusi adalah suatu konsep dari sebuah instansi lembaga di mana pada umumnya sebagaimana sekolah reguler biasa. Hanya saja, instansi lembaga tersebut juga senantiasa mengembangkan diri hingga akhirnya mampu mewadahi konsep sekolah inklusi.

Tujuan utamanya yakni ingin menjadikan keseluruhan generasi bangsa mendapatkan hak berpendidikan sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UU’45 alinea keempat tanpa adanya perbedaan latar belakang keluarga maupun profil pelajar.

Tujuan lainnya yakni ingin menjadikan instansi lembaga tersebut bersifat ramah dan menyambut kedatangan peserta didik dari kalangan manapun termasuk anak dengan disabilitas.

Berdasar konsepnya, instansi atau lembaga pendidikan yang menerapkan sekolah inklusi akan menyediakan beragam program yang dapat mewadahi aspirasi dan melayani dengan maksimal para generasi disabilitas.

Konsep ini terlahir sebab pada mulanya terdapat fenomena kesenjangan antara anak-anak normal dan anak disabilitas. Beberapa faktor yang menyebabkan kesenjangan yakni :

Pertama, generasi disabilitas rentan mengalami pembully-an di sekolah umum (bukan sekolah inklusi) dan malah menjadi bahan candaan. Sehingga wajar bila sebagian besar anak disabilitas mengalami trauma di masa kecilnya.

Kedua, banyak anggapan bahwa keluarga akan sia – sia bila menyekolahkan para anak disabilitas.

Ketiga, sebagian keluarga merasa malu melihat kondisi salah satu keluarganya adalah anak disabilitas.

Keempat, sebagian besar keluarga merasa tak terpuaskan dan tak mendapatkan pelayanan secara adil bila menyekolahkan anaknya di sekolah umum biasa.

Namun, ada sebagian keluarga yang kurang setuju bila anaknya dimasukkan menjadi peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB)

Berdasar fenomena tersebut, maka banyak para ilmuwan, pakar pendidikan serta pemerhati generasi melakukan kajian khusus bersama sehingga terbentuklah konsep sekolah inklusi.

Jika ditarik kesimpulan, maka penerapan sekolah inklusi merupakan penerapan di sekolah umum seperti biasa. Hanya saja, karena terdapat perekrutan peserta didik disabilitas, maka lembaga atau instansi pendidikan tersebut akan menambah beberapa program khusus disabilitas.

Misalnya, lembaga tersebut akan menambahkan program terapi khusus, lembaga konsultan maupun fasilitas tambahan lainnya yang dapat melayani para generasi disabilitas.

Dengan kehadiran sekolah inklusi, harapannya para generasi disabilitas mendapatkan haknya untuk bisa belajar dan mendapat pendidikan sebagaimana teman – teman lainnya.

Lingkungan Sekolah Inklusi

Sebagian masyarakat tentu merasa bahwa sekolah inklusi sama saja dengan sekolah luar biasa. Sebab keduanya hampir serupa. Hanya saja, sekolah inklusi mendapat embel – embel merupakan wadah sekolah umum yang merangkap konsep inklusi.

Idealnya, memang tidak semua peserta didik disabilitas dapat memasuki sekolah inklusi. Sebab sekolah tersebut pada dasarnya merupakan sekolah umum.

Salah satu prasyarat dalam memasukinya yakni memastikan bahwa seluruh peserta didik mampu melakukan analisis dan memiliki kemampuan kongnitif ideal atau minimal rata – rata.

Sehingga walaupun misalnya ada salah satu peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik, namun secara konsep dan kemampuan kognisinya dapat berjalan, maka sekolah inklusi akan menjadi pilihan utama.

Sedangkan sekolah luar biasa dikhususkan bagi peserta didik yang memiliki kecacatan fisik sekaligus memiliki kemampuan kognitif di bawah rata – rata. Jika dimasukkan ke sekolah inklusi, maka peserta didik tersebut akan mengalami kesulitan tersendiri.

Bagi seorang guru di jenjang demikian, anda pun juga perlu memahami tingkat perkembangan generasi disabilitas tersebut. Tujuannya supaya anda dapat memetakan strategi dan metode pengajaran di lingkungan kelas.

Selain itu, para pelajar AaD akan mencoba untuk bersosialisasi secara langsung dengan teman – teman normal biasanya. Tentu saja mereka bisa melakukan hal demikian sebab kemampuan kongnitif mereka sama dengan teman sekelasnya.

Manfaat Menyekolahkan Anak di Sekolah Inklusi

Kemudian selain memahami cara penerapannya, maka anda dapat memahami terlebih dahulu manfaat menyekolahkan generasi AaD di sekolah inklusi.

1.    Menjadikan Anak Cakap dalam Bersosialisasi

Hadirnya sekolah inklusi dapat memudahkan para peserta didik untuk lihai dan piawai dalam mencari dan memperluas teman. Awalannya mungkin susah sebab tidak semua guru dapat dikenal. Namun para anak-anak tersebut harus didorong dan senantiasa memotivasi dirinya untuk terus menimba ilmu.

2.    Meningkatkan Aspek Pengetahuan

Selain menjadikan seseorang cakap dalam bersosialisasi, maka peserta didik dapat meningkatkan segala aspek pengetahuan. Aspek tersebut tentu berkaitan dengan hal yang sudah dipersiapkan. Pembelajaran di sekolah inklusi tentu terlaksana sebagaimana kelas normal lainnya.

Sehingga para generasi disabilitas akan mengikuti kegiatan pembelajaran sebagaimana pembelajaran umum. Misal, jika seorang guru maupun dosen ingin mengajak diskusi, maka peserta didik tersebut juga harus mengikutinya sebagai bentuk keteladanan terhadap sang guru.

3.    Meningkatkan Keterampilan Generasi AaD

Selain meningkatkan kemampuan, kehadiran sekolah inklusi juga akan menjadikan para peserta didik meningkatkan keterampilan mereka.

Keterampilan tersebut biasanya akan diarahkan sang guru mulai dalam bentuk kerja kelompok, membuat karya atau bahkan pameran di akhir tahun.

Hal ini tentu akan menggugah semangat dan menjadikan peserta didik secara keseluruhan merasa telah mendapatkan peningkatan.

Realitanya, generasi AaD sebagian mulai banyak menunjukkan kiprah di bidang keterampilan seperti mengikuti lomba robotics baik setingkat lokal, nasional maupun regional. Tak tanggung – tanggung, bahkan banyak juga sebagian besar yang menorehkan prestasi di bidang lainnya di tingkat internasional.

Demikian ulasan mengenai penerapan sekolah inklusi, latar belakang maupun manfaatnya. Diharapkan para peserta didik bahkan pendidik memahami konsep dari sekolah inklusi ini. Memang pada awalnya sedikit susah untuk memberikan pengertian secara mendalam pada khalayak bahwa generasi disabilitas bisa mendapatkan pendidikan. Namun seiring berjalannya waktu, maka patut disyukuri sebab mulai banyak generasi yang menerapkannya bahkan menjadi pendiri sekolah. (*)

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

News

Simak! Aturan Baru PPDB 2023 Jenjang TK Sampai SMA

News

Seleksi PPPK 2022? Begini Info Terbarunya!

News

8 Kode Info GTK Untuk Tunjangan Sertifikasi

News

Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 3 Tahun 2023 Menjadi Dipersulit? Ternyata Ini Sebabnya!

News

Langsung Diangkat ASN? Honorer K2 Lolos Pendataan Non ASN Dari BKN Harus Penuhi Syarat Berikut

News

Cara Mendapat Tunjangan NUPTK dan Syarat-syaratnya

News

RILIS Surat Edaran BKN Terbaru Untuk Seluruh ASN di Indonesia baik PNS maupun PPPK Instansi Pusat & Daerah
photo by kemdikbud.go.id

News

Bagaimana Kelanjutan Wacana Gaji dan Tunjangan Guru Akan Ditransfer Langsung Ke Sekolah? Simak Informasinya