Home / Kesiswaan / News

Rabu, 13 April 2022 - 01:05 WIB

Tips Penilaian Hasil Belajar Siswa Pada Kurikulum Merdeka

Dibaca 19,931 kali

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang akan diterapkan mulai semester 2022/2023. Kurikulum mandiri diperkenalkan sebagai nama alternatif dari kurikulum prototipe, yang pada dasarnya memiliki sifat dan tujuan yang sama.

Kerangka kurikulum yang diterapkan di sekolah penggerak telah menggunakan Kurikulum Merdeka. Dalam hal ini Pemerintah berperan menyiapkan:

  1. Profil Pelajar Pancasila. Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaruan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran dan asesmen.
  2. Struktur kurikulum. Jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran.
  3. Capaian Pembelajaran (CP). Kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
  4. Prinsip pembelajaran dan asesmen. Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Assessment atau penilaian berperan penting dalam memahami kekuatan dan kelemahan siswa dan dapat digunakan untuk merancang program pembelajaran yang objektif. Hal ini karena evaluasi memiliki dua fungsi yaitu fungsi formatif dan fungsi umum.

Fungsi formatif, assessment digunakan untuk memberikan umpan balik (keterkaitan) peserta didik dan digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan proses pembelajaran. Selain itu, siswa dapat mengalami proses peningkatan standar pembelajaran.

Sedangkan fungsi Sumatif, digunakan menentukan kelulusan peserta didik dalam suatu subjek dan digunakan sebagai bahan pembuatan laporan dan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Penilaian Hasil Belajar Siswa memiliki pengertian sebagai suatu proses rencana untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar yang menggunakan instrumen test maupun non test.

Hal-Hal yang harus dihindari dalam Melakukan Penilaian Hasil Belajar Siswa

Nah, dalam melakukan asesmen atau penilaian guru harus menghindari beberapa hal agar penilaian tersebut adil dan konsisten, berikut hal-hal yang harus dihindari :

  • Hanya berfokus pada asesmen sumatif

Terkadang lebih memperhatikan hasil akhir dari penilaian hasil belajar siswa secara keseluruhan. Padahal, penilaian formatif sebenarnya merupakan keterkaitan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengevaluasi siswa terlebih dahulu.

  • Teaching on the test,atau mengajar dengan berdasarkan tes.

Lupa tidak mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan siswanya

  • Instrumen asesmen tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Hal ini terjadi karena guru kurang memiliki kemampuan untuk membuat atau menciptakan alat penilaian bagi Dengan terus meningkatkan kemampuan dan kemampuan mereka, diharapkan hal-hal seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi di masa depan.

  • Asesmen hanya sebagai alat bantu untuk memperoleh data untuk melengkapi kesaksian.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam, penilaian hasil belajar dimaksudkan untuk memberikan umpan balik (keterkaitan) kepada siswa dan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran. Selain itu, siswa dapat mengalami proses peningkatan standar

  • Gunakan hanya satu teknik penilaian untuk berbagai jenis

Guru perlu lebih kreatif dan mampu memilih metode penilaian hasil belajar yang sesuai dengan sifat dan tujuan penilaian yang dilakukan.

Penting bagi guru untuk dapat memperhatikan penilaian mereka, yaitu memungkinkan mereka untuk melakukan penilaian secara adil dan konsisten dengan menggunakan kriteria tertentu, dan untuk memungkinkan komunikasi, validasi dan klarifikasi antar guru.

Tentu masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dan dihindari demi mendapatkan asesmen yang valid atau sesuai dengan realita yang ada. Selain mendapatkan data yang valid, asesmen juga berusaha untuk mencapai tujuan utama dari adanya proses asesmen. Tujuan tersebut antara lain :

  1. Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa,
  2. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran,
  3. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian,
  4. Memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada stakeholders,
  5. Sebagai dasar umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar.

Dengan mencapai tujuan diatas, maka proses asesmen yang dilakukan akan berdampak besar dalam sebuah pembelajaran. Tidak hanya data yang di dapat, melainkan proses penilaian hasil belajar tersebut akan memenuhi prinsip-prinsip dari adanya proses penilaian.

Prinsip Asesmen Kurikulum Merdeka

1.    Asesmen merupakan bagian terintegrasi dalam pembelajaran

Asesmen Merupakan kegiatan terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik dan orang tua. Asesmen merupakan sebagai rangkaian siklus yang berkelanjutan mulai dari Asesmen – Perencanaan Pembelajaran – Kegiatan Belajar.

Guru dalam merancang pembelajaran berdasarkan pada hasil asesmen , kemudian asesmen dikembangkan sejak awal perencanaan pembelajaran.

Sebagai guru, kita sering melakukan penilaian pasca pembelajaran untuk mengintegrasikan kegiatan penilaian ini dan mengaitkannya dengan pembelajaran. Ini adalah kesalahan. Evaluasi harus dimasukkan ke dalam pembelajaran.

Apa saja kaitannya asesmen dengan pembelajaran :

  • Kriteria penilaian hasil belajar peserta didik
  • Asesmen yang tergeted sesuai dengan kebutuhan belajar
  • Asesmen membeikan pengaruh pada apa dan bagaimana peserta didik belajar.

2.    Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan

Ada berbagai jenis ulasan dan kegunaannya berbeda. Ada penilaian formatif, penilaian komprehensif, dan penilaian diagnostik. Penggunaan evaluasi dimaksudkan untuk:

  • Mendorong proses belajar, menjadi bagian dari pembelajaran, mengembangkan kemampuan metakognitif dan refleksi (asesmen formatif).
  • Asesmen digunakan untuk menilai belajar dan mengambil keputusan di akhir suatu tahapan (asesmen sumatif)
  • Menentukan kebutuhan belajar dan membentu program pembelajaran individu peserta didik (asesmen diagnosis)

3.    Asesmen dirancang secara adil, valid, dan dapat dipercaya

Asesmen memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.

Asesmen yang berkedalin, artinya evaluasi tersebut tidak menguntungkan atau merugikan siswa karena berkebutuhan khusus, latar belakang pendidikan, agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, atau perbedaan gender. Validitas evaluasi tinggi, dan informasi yang dihasilkan dapat diandalkan. Asesmen harus Reliabel, dapat dibandingkan hasilnya karena konsisten.

Asesmen harus adil dan objektif, dengan menggunakan kriteria dan prosedur yang logis, sistematis, dan jelas, dengan pengaruh subjektivitas penilaian hasil bejalar yang rendah.

4.    Asesmen meliputi berbagai bentuk sesuai dengan tujuan pembelajaran

Asesmen sebaikanya meliputi berbagai bentu tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditergetkan.

Guru diberikan otonomi yang luas dalam merencanakan dan menggunakan jenis dan Teknik asesmen dengan mempertimbangkan hal- hal berikut ini :

  • Karakteristik mata pelajaran
  • Karakteristik dan kemampuan peserta didik
  • Capaian pembelajaran
  • Tujuan pembelajaran
  • Sumber daya pendukung yang tersedia

5.    Laporan kemajuan belajar bersifat sederhana dan informatif

Laporan kemajuan belajar dan kinerja siswa dibuat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang berguna bagi siswa dan orang tua, serta data yang berguna untuk menjamin dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Tips Mudah dan Cepat Mengelola Nilai Siswa Secara Otomatis

Untuk mempermudah guru dalam penilaian hasil belajar peserta didik, Guru Juara menyediakan sebuah produk digital yang di dalamnya terdapat kumpulan video tutorial mengenai bagaimana cara mengelola nilai siswa secara otomatis.

Untuk mendapatkan produk digital tersebut anda bisa mengunjungi : https://gurujuara.com/excel/

Dengan memiliki produk digital tersebut, guru dapat mengatasi masalah dalam penilaian seperti :

  • Mengolah nilai masih manual , masih menggunakan kalkulator
  • Menjumlahkan nilai, membuat pembagian, perkalian, persentase secara manual
  • Menentukan rangking secara manual
  • Membuat predikat manual, kadang salah yang mestinya B tertulis A
  • Print nilai atau print apapun suka terpotong
  • Mengolah nilai membutuhkan waktu yang lama
  • Nilai tidak di olah lagi sesuai ketentuan kurikulum, hanya main tembak saja
  • Salah satu tugas kita sebagai guru adalah melakukan penilaian bukan hanya menembak nilai.

Semua permasalahan di atas akan terselesaikan dengan memiliki produk digital yang berjudul “Mengolah nilai Siswa secara Otomatis menggunakan Microsoft Excel”.

Demikian informasi mengenai tips melakukan penilaian hasil belajar siswa pada kurikulum merdeka.

 

Bagi anda yang ingin mendapatkan e-book gratis dari Guru Juara, Silahkan akses link berikut : E-book Gratis Guru Juara

Info Kegiatan Guru yang menunjang naik pangkat, silahkan bergabung di channel Telegram Guru Juara

Info Terupdate tentang pendidikan Indonesia, silahkan bergabung di channel Telegram Warta Guru

Penulis : Andika Putra

Share :

Baca Juga

News

Mengenal Wisata Edukasi Candi Borobudur

News

Penting! Berikut Syarat dan Formasi pada CPNS Kejaksaan 2023

News

Kateogri Guru yang Tidak Mendapat Tunjangan Jelang Idul Adha

News

Kenapa Peserta Didik Tak Mampu Melakukan Pembelajaran Mandiri?

News

Sertifikat BKN untuk apa? Berikut Manfaat Sertifikat Hasil Ujian CAT BKN bagi Pendaftar CPNS dan PPPK 2023

News

MenPAN RB Siapkan Kebijakan Baru Untuk Guru Honorer Yang Gagal dalam Seleksi PPPK Guru 2023

News

Sangat Mudah, Berikut Cara Pengisian DRH NI PPPK 2023

News

Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mensukseskan Kurikulum Merdeka