Home / Edutainment / News / Opini

Jumat, 18 Februari 2022 - 09:21 WIB

Memajukan Pendidikan Indonesia

Dibaca 1,295 kali

Memajukan Pendidikan Indonesia – Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk nomor 4 dunia, dengan jumlah lebih dari 200 juta orang menetapkan tujuannya untuk beradaptasi, memproduksi, menginovasi, dan memiliki daya saing sehingga dapat mencapai salah satu negara terkuat dengan salah satu kuncinya melalui SDM.

Dalam mencapai tujuan tersebut, indonesia membutuhkan konsep pendidikan dan sistem pelatihan yang dapat mengubah masyarakat, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta meraih kemakmuran ekonomi dan juga tujuan berkelanjutan. Sistem saat ini memberikan tahap pembelajaran pada tingkat yang jauh di bawah apa yang anak-anak Indonesia butuhkan saat ini, dengan hanya 30% anak yang mencapai nilai minimal dalam ranah membaca, ini didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh PISA (Programme for International Student Assessment).

Dari hasil tersebut ini merupakan krisis pembelajaran. Maka untuk mencapai adanya perubahan yang Untuk mencapai visi pembangunan berkelanjutan, dibutuhkan perubahan komprehensif dalam sistem pendidikan dan pelatihan, untuk menyampaikan atas janjinya dan mendukung partisipasi penuh negara dalam revolusi industri keempat dan untuk memastikan bahwa Indonesia memanfaatkan manfaat dari bonus demografi.

Setiap tahunnya 4,2 juta siswa lulus dari sistem pendidikan, dengan rata-rata siswa lulus ada usia 16 tahun dengan pendidikan hanya 11 tahun. Banyak dari mereka yang menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah menengah tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam pasar dunia kerja dan berakhir dengan pekerjaan bergaji yang rendah. Keterampilan rendah mencerminkan pendidikan dasar yang belum maksimal dan keselarasan yang rendah antara kurikulum, lembaga pendidikan, dan tenaga kerja yang dibutuhkan pasar.

Banyak siswa tidak mencapai penguasaan minimal dalam membaca dan matematika, dan disamping karena mereka terlibat dalam pendidikan tinggi serta dalam pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan, maka bisa dikatakan bahwa kurikulum yang diajarkan cenderung tidak selaras dengan kebutuhan pasar saat ini dan yang diharapkan untuk Industri 4.0 terlebih saat ini ingin mencapai 5.0 dan era metaverse.

Beberapa kajian dilakukan untuk mengetahui cara-cara dalam memperkuat reformasi pendidikan dan meningatkan hasil belajar seluruh siswa Indonesia dengan hasil akhir Memajukan Pendidikan Indonesia. Dengan berfokus kepada bagaimana sistem pendidikan dapat memenuhi keinginan dan supply dari sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk Indonesia.

Didasarkan pada sasaran untuk meningkatkan kapasitas, kesetaraan, dan akuntablitas untuk selalu belajar, serta kajian-kajian kebijakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat yang sudah memberikan arah yang lebih baik di bidang dibawahya, serta melakukan manajemen kontrol dan pengawasan disertai pemberian bimbingan yang lebih baik kepada tingkat provinsi, kabupaten serta unit terkecil pendidikan yaitu sekolah.

Karena tidak mungkin ada satu pemerintahan yang berhasil melakukan semua reformasi yang diusulkan pada waktu bersamaan. Maka pertimbangan hal tersebut tidak terfokus hanya untuk memprioritaskan pada pengorbanan dalam memilih antara pendidikan anak usia dini, atau pendidikan yang lebih tinggi, melakukan pelatihan dan pengembangan guru, dan pengembangan keterampilan lainnya untuk pekerjaan yang tidak hanya teknis, karena rekomendasi diatas berbasis bukti untuk menginformasikan pertimbangan pembuat kebijakan, pelaksana, guru, siswa dan orangtua secara keseluruhan demi memajukan pendidikan indonesia ke masa depan.

Pendidikan dan pembangunan manusia adalah pusat dari pembangunan pemerintah Indonesia secara keseluruhan. Sejak awal tahun 2000-an, Indonesia telah melaksanakan berbagai reformasi pendidikan, termasuk mendesentralisasikan sebagian besar sistem pendidikan, meningkatkan pencapaian kualifikasi guru, dan peningkatan belanja pendidikan melalui APBN/APBD, dengan naik sekitar lebih dari 200 persen secara riil dari tahun 2002 hingga 2021.

Reformasi ini telah memperluas akses ke pendidikan, terutama bagi kalangan anak-anak yang kurang beruntung. Sumber daya tambahan untuk sektor yang diamanatkan oleh amandemen konstitusi tahun 2002 berhasil membiayai perluasan layanan pendidikan dan peningkatan jumlah guru untuk sekolah dan ruang kelas baru, serta untuk taman kanak-kanak dan awal lainnya program anak-anak.

Saat ini, sistem pendidikan Indonesia merupakan urutan ke 4 terbesar di dunia, sistem pendidikan formal dengan total lebih dari 3,3 juta guru yang mendidik lebih dari 53,1 juta siswa di kelas 1 sekolah dasar sampai 12 sekolah menengah atas dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beserta Kementrian Agama (Kemenag), dan juga didukung pula 231.445 layanan pendidikan anak usia dini, dengan 7,4 juta anak yang mengampu pendidikan di usia dini pula (Kemendikbud 2019), selain itu ada 4.670 institusi pendidikan tinggi yang memberikan layanan kepada 8 juta mahasiswa. Data tersebut hanya berdasarkan pada pendidikan formal sedangkan pendidikan nonformal seperti pelatihan terdiri dari 4000 institusi yang didalam pengawasan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Kementrian lainnya.

Tapi fokus utama adalah bagaimana tentang belajar, Meskipun ada beberapa kemajuan penting di tahun-tahun sebelumnya, seperti halnya sebagian besar siswa tidak memenuhi target pembelajaran nasional ditahun selanjutnya dapat mencapai target yang sudah ditetapkan. Tetapi realitanya pada saat pembelajaran di tahun pertama/awal, hasil dari pembelajaran tersebut masih dalam kategori rendah pada saat siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. pembelajaran yang rendah berakibat pada penurunan secara absolut, dibawah target serta tidak bisa disamakan pada negara-negara dikawasan Asean.

Ketimpangan belajar yang tinggi antar daerah, antar sekolah, dan antar sekolah membuat problematika saat ini semakin rumit. Beberapa provinsi di Indonesia, khususnya yang berada di wilayah tengah, sangat mendominasi secara keseluruhan dan memiliki prestasi yang diakui kategori baik dan bagus pada saat ujian nasional yang dilakukan secara serentak dalam waktu bersamaan, sementara pada daerah/provinsi yang lain, seperti halnya di bagian timur dan barat yang tergolong jauh dari pusat kota, memiliki kategori kinerja yang kurang layak dan cenderung rendah. karena banyaknya problematika seperti akses transpotrasi, akses layanan internet, akses fasilitas, sarana dan prasarana serta sebagainya.

Realita menjelaskan bahwa Hanya 4 dari 34 provinsi yang memiliki nilai rata-rata kelas 12 di atas kelulusan minimum skor 55. Terdapat 4 Kabupaten dengan pendapatan lebih tinggi, yang termasuk dalam kategori pusat kota besar, dan kapasitas implementasi pembelajaran yang lebih besar menjelaskan adanya kecenderungan lebih baik dari daerah/kabupaten yang memiliki pendapatan yang lebih rendah.

Maka untuk mencapai potensi sumber daya manusia dan menyelesaikan krisis pembelajaran ini, dan demi memperbaiki pendidikan Indonesia maka perlu adanya sistem yang berbeda pada saat sekarang ini, demi mewujudkan harapan adanya Memajukan Pendidikan Indonesia, pada saat ini terobosan pun dilakukan dengan adanya program-program yang dilakukan pemerintah Indonesia seperti diluncurkannya Kurikulum Merdeka.

Pelatihan pengembangan kompetensi para guru, Guru Belajar dan Guru Berbagi. Program-program yang telah disediakan ini termasuk program yang mana membebaskan para guru untuk melakukan perubahan dimulai dari diri sendiri dan nantinya akan memberikan efek domino/keberlanjutan kepada pola, strategi, dan metode didalam kelas serta memberikan efek positif kepada para siswanya sehingga menaikkan motivasi dan semangat pelajar dengan hasil akhir adanya Memajukan Pendidikan Indonesia.

Para Bapak/Ibu guru yang berkeinginan untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan dalam membuat dan mengelola untuk menjadi seorang guru yang hebat, inovatif, kompeten dan terampil maka ada solusi terbaik,

 

Penulis : Yoga Pamungkas

 

 

Share :

Baca Juga

News

Sandang Gelar Doktor Honoris Causa dari UNNES, Cek Kontribusi Moeldoko

News

Penyebab Daerah Anda Belum Pencairan Tunjangan Sertifikasi Triwulan 2 dan Update Daerah Yang Telah Pencairan 

News

Adanya Sekolah Inklusi sebagai Bentuk Anak Berkebutuhan Khusus Mendapat Pengakuan dalam Dunia Pendidikan

News

Honorer Dihapus! RUU ASN Akan Buka Peluang Tenaga Part Time, Berikut Penjelasannya

News

Jelas Gugur! Dokumen Tidak Sinkron Untuk Pemberkasan PPPK Sesuai Ketentuan Berikut

News

Resmi! CGP Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 Dibuka

Media Mengajar

Penanaman Pendidikan Karakter di SMP

News

Kategori Guru Sertifikasi Yang Tidak Akan Terima TPG 2023