Home / News

Senin, 14 Februari 2022 - 12:42 WIB

Yuk Intip dan Kenalan dengan Kurikulum Merdeka

Dibaca 328 kali

Kurikulum Merdeka – Di awal tahun 2022 ini, Kemendikbud Ristek kembali berusaha menciptakan inovasi dan kreasi untuk perbaikan pendidikan bangsa. Salah satunya melalui penawaran Kurikulum Merdeka.

Tenang saja, tak semua sekolah akan menerapkan inovasi kurikulum ini. Tentunya akan ada beberapa persyaratan tertentu agar sekolah dapat menerapkan Kurikulum Merdeka.

Salah satunya yakni sekolah tersebut harus mau dan mampu untuk menjadi sekolah penggerak. Konsepnya pasti akan berbeda dengan sekolah yang mengikuti konsep Dinas sebab ada program pembaharuannya.

Apa yang Dimaksud dengan Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka adalah wacana kurikulum opsional yang dapat dilaksanakan pada sekolah baik di jenjang SD, SMP dan SMA sesuai dengan syarat tertentu.

Tentunya wacana kurikulum ini adalah pengembangan dari kurikulum yang sudah diterapkan. Misalnya, sebelum pandemi ini, seluruh sekolah yang ada di negeri telah menerapkan kurikulum 2013 dengan atau tanpa revisi.

Kemudian, saat datangnya pandemi harus mengalami beberapa perubahan dari segi kurikulum. Misalnya, ada yang menggunakan kurikulum 2013 dengan mode penyederhanaan. Ada yang menyebutnya dengan mode kurikulum pra darurat.

Kemudian, di tahun 2021-2022 wacana kehadiran kurikulum baru kembali hadir, sehingga varian kurikulum bertambah di negeri.

Berdasarkan keputusan dari Kemendikbud sekolah yang bisa menerapkan Kurikulum Merdeka adalah sekolah yang sudah siap dengan konsep sekolah penggerak.

Nantinya, di tahun 2022 sampai 2024, pendidikan negeri digadang – gadang akan menegalami pemulihan. Sehingga Kurikulum Merdeka yang awalnya hanya bersifat opsional saja akan menjadi hal wajib untuk diterapkan dalam sekolah.

Fakta Kurikulum Merdeka Terbaru

Kurikulum baru ini ternyata mendapat banyak respon positif dari sebagian besar pengamat pendidikan. Berikut beberapa faktanya :

1.   Belajar Membuat Projek

Salah satu hal yang menjadi keunikan dari kurikulum baru ini adalah konsep pembelajaran yang mengarah pada pembuatan proyek.

Tujuannya yakni agar soft skill siswa dapat terasah sejak dini. Serta, konsep pembelajaran berbasis proyek ini juga diarahkan untuk memberikan penguatan pada ragam karakter yang ditargetkan.

Misalnya, meningkatkan karakter spiritual seperti iman, taqwa, akhlak mulia, kebhinekaan, nalar kritis, kreativitas maupun karakter gotong royong.

2.   Fokus Pada Inti Pembelajaran

Selain itu, kurikulum terbaru juga menghadirkan atmosfir pembelajaran yang terfokus. Biasanya, setiap jenjang akan memiliki target pembelajaran yang ada.

Hanya saja, terkadang dalam penerapannya pembelajaran siswa menjadi terhambat sebab satu dan hal lainnya.

Kurikulum Merdeka ingin menyederhanakan pembelajaran untuk membahas hal dasar secara sederhana.

Misalnya, menghapus pembelajaran yang cakupannya terlalu luas. Sehingga pembelajaran akan lebih bertarget dan meningkatkan konsep literasi dan numerasi.

3.   Eksistensi Fleksibilitas Pembelajaran

Kemudian, Kurikulum Merdeka juga mengusung konsep fleksibilitas sehingga guru dapat melakukan pembelajaran berdasarkan kemampuan guru dan latar belakang siswa.

Hal ini juga bertujuan agar para guru dapat lebih mengenal dan mendalami kemampuan akademik para siswa.

4.   Belajar Lewat Pengalaman

Dalam pengembangannya, kurikulum ini akan lebih banyak memberikan porsi pada siswa untuk bisa belajar melalui pengalaman yang mereka dapatkan dalam suasana pembelajarannya yang berbasis proyek.

Selain itu, siswa juga mendapatkan pengalaman pembelajaran yang dapat mengintegrasikan keseluruhan kompetensi yang menjadi target belajar peserta didik dengan berbagai ragam disiplin ilmu.

5.   Struktur Pembelajaran yang Fleksibel

Selain itu, fakta lainnya yakni terkait dengan model struktur pembelajaran yang sifatnya fleksibel. Kondisi semacam ini akan menghadirkan suasana yang nyaman bagi siswa sekaligus guru.

Apalagi jika diterapkan di masa pandemi seperti sekarang, tentu sangatlah bermanfaat.

Misalnya di tingkat PAUD, guru dapat lebih memprioritaskan pada kegiatan bermain. Ya, kegiatan ini harus memiliki porsi paling besar.

Namun guru harus bisa memastikan bahwa kegiatan bermain mereka tetap mengondisikan suasana yang edukatif.

Selain itu, dalam pembelajarannya, guru tersebut perlu memahami cara mengintegrasikan konsep literasi agar siswa sudah terbiasa sejak dini.

Dalam contoh penerapannya, pembelajaran berbasis proyek dapat diwujudkan pada saat adanya perayaan tradisi lokal maupun hari besar di sekolah.

Untuk SD sendiri, guru perlu memahami urgensitas untuk menguatkan kompetensi yang mendasar dan menyeluruh.

Biasanya, hal tersebut akan lebih kuat dalam pembelajaran IPS dan IPA di mana keduanya tak lagi dipisah. Sebab di tingkat SD, akan bergabung menjadi mapel IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).

Kemudian, terdapat juga mode pengintegrasian bertajuk “computational thinking” pada mapel Matematika, Bahasa Indonesia dan juga IPAS.

Uniknya, pembelajaran Bahasa Inggris merupakan mapel pilihan sehingga sifatnya tidak wajib. Untuk pembelajaran berbasis proyeknya akan diberlangsungkan kurang lebih selama 2 kali per tahun ajaran.

Untuk SMP, kurikulum baru ini akan lebih mengutamakan pada eksistensi perkembangan teknologi sehingga mapel Informatika adalah mapel wajib.

Guru informatika akan mendapat bantuan pelatihan maupun buku panduan. Sehingga lapangan pekerjaan guru informatika nantinya terbuka bagi semua jurusan, tidak harus jurusan informatika saja.

Sedangkan pembelajaran berbasis proyeknya akan diwujudkan selama 3 kali per tahun ajaran.

Di tingkat SMA, konsep belajarnya akan lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan bakat minat siswa sebab pilihannya terletak pada level mapel bukan penjurusan.

Sehingga hal ini akan mewajibkan siswa kelas 10 akan belajar untuk persiapan diri dalam menentukan pilihan mapel di jenjang kelas 11.

Di kelas 11 dan 12, pelajar akan diminta untuk mengikuti pembelajaran mapel dari kelompok mapel yang wajib.

Para siswa ini juga dapat memilih mapel dari kelompok IPS, MIPA, Keterampilan Vokasi serta Bahasa yang sesuai dengan bakat, minat maupun aspirasinya.

Sama halnya dengan pembelajaran berbasis projek SMP, di tingkat SMA juga melakukannya dengan minimal 3 kali per tahun ajaran.

Uniknya, kurikulum ini juga membidik lembaga SMK dan SLB. Di tingkat SMK, struktur pembelajarannya terbagi menjadi dua yakni belajar mapel Kejuruan dengan persentase 70% dan umum sebanyak 30%.

Penerapan pembelajaran berbasis proyeknya akan mengintegrasikan dengan mapel yang berkaitan. Sementara PKL (Praktek kerja Lapangan) akan menjadi mapel selama 1 semester penuh.

Kabar gembiranya, para siswa dapat ikut memilih mapel di luar program keahlian mereka. Untuk program penguatan profil pelajar Pancasila dan Budaya Kerjanya, terdapat kehadiran program peningkatan soft skill sesuai bakat minat.

Kemudian di tingkat SLB, program capaian pembelajaran pada pendidikan khusus akan dibuat bagi para siswa yang memiliki hambatan secara intelektual.

Sedangkan siswa yang tidak sama sekali memiliki hambatan intelektual, maka target program capaian pembelajarannya akan disamakan dengan sekolah reguler namun tetap menerapkan adanya prinsip modifikasi kurikulum.

Nah, demikian ulasan mengenai Kurikulum Merdeka sekaligus gambaran pelaksanaannya di tiap jenjang. Besar harapan agar kurikulum ini dapat memberikan perubahan bagi generasi bangsa serta menghasilkan output yang baik di tengah kondisi krisis generasi.

Pun, semoga ulasan ini dapat menjadi wawasan baru yang menarik bagi para pendidik maupun pembaca umum. Semangat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

rah/shd

Share :

Baca Juga

News

Bagaimana Jika Status Kelulusan Belum Valid Tapi Data Sudah Terisi? Berikut Penjelasannya

News

SAH! Gaji PNS Naik 8 Persen dan Pensiunan 12 Persen
Ilustrasi Tahapan PPG Dalam Jabatan 2023

News

Langkah Mudah Unggah PAK di E-Kinerja 2024
Kuota Beasiswa Kemenag

News

Simak Bocoran Kuota Beasiswa Kemenag Tahun 2023

Kesiswaan

Yuk Simak Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Atas

News

Program Baru P5 Kurikulum Merdeka dan Cara Pelaksanaannya

News

PNS Semakin Jaya! Tukin Naik, Gaji ke-13 Cair, Cuti Tidak Dipotong

News

Cek Sekarang! Rilisan Terbaru Jumlah Siswa SK Nominasi dan Dana PIP Kemdikbud Tahun 2023