Home / News

Sabtu, 16 Juli 2022 - 13:35 WIB

P5 dalam Kurikulum Merdeka, Guru Harus Paham

Dibaca 17,806 kali

P5 dalam kurikulum merdeka menjadi topik penting yang saat ini sedang banyak dicari oleh teman-teman guru semua.

Pasalnya P5 dalam kurikulum merdeka menjadi tujuan utama dan penting untuk ditanamkan dan ditekankan kepada peserta didik.

Kita ketahui sendiri Indonesia sudah memasuki fase baru setelah melewati masa pendemi.

Dimana pendemi menyebabkan pendidikan Indonesia mengalami learning loss atau tanpa pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya terkait P5 dalam kurikulum merdeka, berikut ini merupakan penjelasan terkait P5 tersebut.

Pengertian P5 dalam Kurikulum Merdeka

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila disingkat P5 dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

Kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

 

Pelaksanaan P5 dalam Pembelajaran

  1. Kegiatan kokurikuler berbasis projek
  2. Dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila
  3. Pelaksanaanya dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
  4. Dirancang terpisah dari intrakurikuler (Tujuan, muatan, dan kagiatan pembelajaran projek profil tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler)
  5. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

 

Pendidik dapat tetap melaksanakan pembelajaran berbasis projek di kegiatan mata pelajaran (intrakurikuler).

Pembelajaran berbasis projek di intrakurikuler bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran (CP), sementara projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan mencapai kompetensi profil pelajar Pancasila.

Identifkasi awal kesiapan satuan pendidikan dalam menjalankan projek penguatan profil pelajar Pancasila didasarkan pada kemampuan satuan pendidikan dalam menerapkan pembelajaran berbasis projek (project based learning).

Pembelajaran berbasis projek adalah pendekatan kelas yang dinamis di mana peserta didik secara aktif mengeksplorasi masalah dan tantangan dunia nyata untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam (Edutopia).

Pembelajaran berbasis projek bukan hanya kegiatan kegiatan membuat produk atau karya, namun kegiatan yang mendasarkan seluruh rangkaian aktivitasnya pada sebuah persoalan yang kontekstual.

Oleh karenanya, pembelajaran berbasis projek biasanya mencakup beragam aktivitas yang tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu yang pendek.

Selanjutnya yakni tema yang digunakan P5 dalam kurikulum merdeka.

Tema P5 dalam Kurikulum Merdeka

Kemendikbudristek menentukan tema untuk setiap projek profil yang diimplementasikan di satuan pendidikan.

Dimulai pada tahun ajaran 2021/2022, terdapat empat tema untuk jenjang PAUD dan delapan tema untuk SD – SMK dan sederajat yang dikembangkan berdasarkan isu prioritas dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, Suistenable Development Goals, dan dokumen lain yang relevan.

Tema Utama Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila oleh Satuan PAUD

  1. Aku Sayang Bumi “Gaya Hidup Berkelanjutan”, contoh kontekstualisasi tema: eksplorasi penyebab banjir di sekitar, membuat dan menghias tempat samp[ah dari barang bekas, dan membuat karya seni dari bahan alam.
  2. Aku Cinta Indonesia “Kearifan Lokal”, contoh kontekstualisasi tema: eksplorasi budaya nuasantara dengan kunjungan ke museum budaya setempat.
  3. Kita Semua Bersaudara “Bhinneka Tunggal Ika”, contoh kontekstualisasi tema: membuat “minggu bertukar bekal” di mana peserta didik membawa bekal, menceritakan dan menghargai makanan yang biasa dimakan di rumah masing-masing.
  4. Imajinasi dan Kreativitasku “Rekayasa dan Teknologi”, contoh kontektualisasi tema: eksplorasi cara membuat kendaraan bersayap lalu bermain perang dengan terbang dengan kendaraan tersebut.

 

Halaman Selanjutnya

Tema Utama Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila…

Share :

Baca Juga

Ketua PGRI Kabupaten Badung

News

Ketua PGRI Kabupaten Badung: Guru bukan Anggota PGRI tidak Bisa Diperjuangkan

Karya Inovatif

Jenis Karya Inovatif untuk Kenaikan Pangkat Guru

News

Nasib Guru Honorer Kode P dan Kode TL pada Pengumuman Kelulusan Guru 2023 Yang Diangkat Tanpa Tes

News

Besaran Tunjangan Insentif Guru RA dan Madrasah Non PNS

Edutainment

Bedanya Tunjangan Kinerja dengan TPP

News

Terbaru Dari Kemendikbud, Sistem Pengangkatan Kepala Sekolah (SPKP)

News

Masa Kerja PPPK Resmi Diatur UU ASN Nomor 20 Tahun 2023, Begini Rinciannya
tunjangan profesi guru

News

Guru dan Kepala Sekolah Harus Tahu! Alokasi Anggaran Pendidikan Tahun 2024