Home / News

Sabtu, 8 Oktober 2022 - 00:17 WIB

Rata-rata IQ Masyarakat Indonesia Masih Rendah, Sistem Pendidikan Tak Sesuai Harapan?

Dibaca 398 kali

Nilai IQ – yang ada selalu erat kaitannya dengan sistem pendidikan. Nilai IQ yang ada dalam setiap individu ini, biasanya membuahkan kecerdasan. Biasanya dalam pendidikan individu yang cerdas dapat dilihat dari besaran Nilai IQ nya.

Nilai IQ masyarakat Indonesia ialah sebesar 78,49. Skor tersebut pada akhirnya, menempatkan Indonesia pada posisi atau urutan ke 130. Dari urutan 130 tersebut Indonesia hanya mengungguli 63 negara lainnya.

Pasalnya total keseluruhan dari jumlah negara yang diujikan ialah 199 negara. Hak tersebut dilansir dari World Population Review 2022

Hal ini dapat disimpulkan bahwasannya nilai rata-rata IQ masyarakat Indonesia masih tergolong sangat rendah. Nilai IQ, yang selalu erat kaitannya dengan sistem pendidikan suatu negara ini membuktikan masih rendahnya sistem pendidikan yang ada di Indonesia.

Sebab, suatu sistem pendidikan yang kuat, transparan, maju dan adaptif cenderung akan lebih menghasilkan produk generasi muda yang semakin maju.

Dalam beberapa penelitian biasanya menggunakan sistem pemeringkatan pendidikan atau biasa disebut dengan (skor PISA). Skor PISA ini digunakan untuk dasar perbandingan kecerdasan penduduk.

Hal ini tak bisa dipungkiri dan diubah bahwa nilai rata-rata IQ, skor PISA Indonesia sendiri sangat amat memprihatinkan. Bahkan tidak mencapai skor rata-rata negara OECD.

Dapat dilihat bersama bahwa sistem pendidikan Indonesia masih jauh dari harapan. Mengingat masih rendahnya rata-rata IQ masyarakat Indonesia itu sendiri.

Ina Liem, seorang pengamat pendidikan mengatakan bahwa sistem pendidikan memang memiliki pengaruh kepada pencapaian kecerdasan masyarakatnya. Di Indonesia sendiri bisa dijadikan contoh dan mengenai keterkaitan antara sistem pendidikan dengan nilai IQ.

“Ada pengaruhnya (sistem pendidikan dan nilai IQ),” ujarnya saat dihubungi kompas.com, Jumat (30/09/2022).

Meskipun begitu, Ina menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tengah mencoba mengatasi masalah tersebut.

Salah satu upaya yang tengah ditempuh ialah mengenai penghapusan tes mata pelajaran pada seleksi bersama masuk perguruan tinggi.

Simak juga berita berikut ini : TKA SBMPTN Dihilangkan? Seriusan?

“Kalau program-program ini dijalankan dengan baik, seharusnya bisa meningkatkan IQ generasi muda kita,” jelas Ina

“Tentunya dengan kolaborasi dari kementerian lain untuk masalah gizi dan lain-lain,” imbuhnya

Upaya yang dilakukan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan nilai rata-rata IQ di Indonesia melalui perbaikan sistem dan upaya-upaya lainnya.

Segala daya upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia ini, tidak bisa jika dilakukan hanya sekejap saja. Hal ini membutuhkan waktu yang lama dan harus melalui proses.

Ina mengatakan, bahwasannya lama proses tersebut tergantung dari komitmen pemerintah itu sendiri. Selain pemerintah pihak lain yang memiliki peran penting ialah stakeholder.

“Kalau (semua) bisa bersatu dengan tujuan yang sama bisa lebih cepat,” ucap Ina.

“Tapi kalau banyak kepentingan pribadi dan kelompok atau asosiasi seperti program transformasi pendidikan banyak diganjal ya jadi lebih lama bahkan tidak naik-naik,” tegasnya.

Pada dasarnya, untuk mewujudkan cita luhur bangsa Indonesia pendidikan menjadi faktor kunci. Pendidikan, menentukan akan terwujud atau tidaknya cita atau nilai luhur dari bangsa itu sendiri.

Negara memiliki kewajiban untuk mewujudkan kecerdasan bangsa dengan berbagai upaya. Meskipun hingga saat inipun, pemerintah masih tetap menggelontorkan sejumlah dana untuk membiayai pendidikan anak atau peserta didik yang kurang mampu.

Dalam hal tersebut ada satu fakta penting yang tak bisa dilupakan. Hal ini berkaitan dengan kesenjangan dalam mutu pendidikan masih menjadi momok permasalahan di negeri ini.

Baca juga : Anggaran Pendidikan Masih Jauh Dari Harapan

Share :

Baca Juga

News

Kabar Gembira! Honorer Guru dan P1 Bakal Diprioritaskan dalam Seleksi PPPK 2024

News

Kabar Baik Untuk Guru Non ASN Tidak Lulus PPPK 2023

News

Terbaru! Menkeu Resmi Tidak Cairkan Uang Makan kepada PNS Golongan ini

News

Informasi Terbaru TPG Triwulan I, Guru Sertifikasi Segera Cek GTK

News

Selamat Bagi Yang Lolos Pasca Sanggah, Ini Besaran Gaji PPPK Guru!
Ilustrasi Peserta PPG Dalam Jabatan 2023

News

Informasi Terbaru Seputar PPG Dalam Jabatan 2023

News

Honorer Dihapus! RUU ASN Akan Buka Peluang Tenaga Part Time, Berikut Penjelasannya
Ilustrasi Tahapan PPG Dalam Jabatan 2023

News

Cek Sekarang! Berikut 10 Instansi yang Mensyaratkan Sertifikat TOEFL untuk daftar CPNS