Home / Media Mengajar

Jumat, 20 Mei 2022 - 01:58 WIB

Cara Menjadi Pendidik Kreatif dengan Media Pembelajaran

Dibaca 267 kali

Pendidik Kreatif – Di era serba canggih ini, sulit rasanya untuk memposisikan diri sebagai salah satu daftar tauladan para peserta didik. Sebab ada banyak role model yang menjadi panutan mereka selain pendidiknya. 

Berbeda halnya dengan kondisi di masa sebelum akses internet masih langka. Pendidik merupakan seseorang yang sangat disegani dan menjadi suri tauladan bagi para siswanya. 

Tidak ada yang patut disalahkan dari kecanggihan teknologi. Hanya saja, yang perlu disoroti yakni bagaimana cara pendidik bisa memposisikan diri untuk menjadi suri tauladan bagi para siswanya. 

Sebab jika tidak, maka akan sangat bahaya bila yang dijadikan role model merupakan orang-orang yang mengajarkan berbagai perilaku buruk bahkan sampai mengikis karakter dalam diri mereka. Tentu akan sangat fatal jadinya. 

Semangat generasi saat ini untuk mengetahui hal baru memang tidak bisa dibendung, sehingga ketika mereka menemukan ada banyak hal baru di luaran sana, tentu mereka akan mulai banyak melakukan percobaan. 

Di posisi inilah, bila seorang pendidik tak mampu mengkreasikan diri dan bertransformasi, maka ia hanya akan menjadi penyampai keilmuan saja tanpa menjadi seseorang yang diidolakan atau bahkan menjadi panutan. 

Salah satu hal yang bisa pendidik lakukan, yakni berusaha untuk menjadi pendidik kreatif. Lantas, seperti apa pemaknaannya? 

Sebelum membahas mengenai pendidik kreatif, sebelumnya Anda perlu memahami definisi dari kreatif. Secara umum, kreativitas dapat diartikan sebagai upaya atau kemampuan seseorang dalam menemukan serta menciptakan hal, cara, maupun model baru yang bisa bermanfaat bagi dirinya maupun masyarakat yang ada. 

Sehingga menjadi pendidik kreatif bisa dimaknai yakni menjadi seorang pendidik yang senantiasa meningkatkan kemampuan untuk senantiasa belajar menemukan dan menciptakan cara, hal maupun metode baru khususnya dalam pembelajaran agar dapat menarik minat para peserta didik. 

Selain itu, pembelajaran dengan cara yang kreatif juga tidak akan membuat mereka bosan dan jenuh. Para pendidik kreatif akan dengan mudah untuk menemukan berbagai solusi permasalahan baik berkaitan dengan siswanya, lingkungan kelas, sekolah bahkan luar sekolah. Keunggulan dan keunikan ini akan menjadi penyebab para peserta didik bisa bertahan lebih lama di dalam kelas pada saat bertemu dan membahas mata pelajaran. 

Melatih Kekreativitasan Melalui Media Pembelajaran

Salah satu hal yang bisa dijadikan sarana untuk kekreativitasan pendidik, media pembelajaran bisa menjadi salah satu rekomendasi yang menarik. 

Media pembelajaran, selain sebagai sarana untuk menyampaikan informasi maupun pesan di dalam pembelajaran, pun dapat berguna sebagai penarik perhatian minat siswa untuk belajar dan memaknainya. Menurut beberapa pakar pendidikan, media pembelajaran merupakan alat yang dijadikan para pendidik dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan serangkaian ide sesuai tingkatan capaian kompetensi mereka. Media ini manfaatnya macam – macam dan dibuat dalam beragam bentuk semenarik mungkin.

Idealnya, proses pendidikan merupakan proses komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada siswa sebagai penerima utama. Di dalam kegiatannya, pesan tersebut kadangkala sulit untuk diserap sebagian siswa. Walhasil, target pembelajaran yang ditentukan akan menjadi tidak sesuai sebab terjadi keterlambatan pada penerimaan pembelajaran. 

Biasanya, keterlambatan target pembelajaran akan menyebabkan siswa tak dapat menyerap materi dengan baik, atau bahkan capaian prestasinya menurun karena tak bisa belajar maksimal. Jika hal ini terjadi, maka bisa saja siswa turun motivasinya untuk semakin mendalami pembelajaran. 

Ketika pesan pada pembelajaran tak bisa tersampaikan dengan baik, maka tentu pendidik akan melakukan berbagai upaya supaya hal tersebut tidak sampai terjadi dari periode waktu yang lama. Salah satu hal yang bisa dilakukan yakni dengan menyusun maupun membuat sebuah media pembelajaran berdasar bidang mapel masing – masing. 

Media sendiri merupakan sebuah sarana maupun alat yang dapat digunakan untuk bisa menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga kehadiran media pembelajaran harusnya bisa mempermudah dan bertujuan untuk dapat meningkatkan beragam pemahaman pada penerimaan pesan. 

Media pembelajaran sejatinya dapat meningkatkan hasil belajar, adapun di antaranya yakni :

Pertama, media pembelajaran dapat bertujuan sebagai bagian dari penarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan berbagai motivasi belajar pada diri peserta didik. 

Kedua, media pembelajaran juga bisa menjadikan makna tersirat pada mata pelajaran supaya lebih jelas agar pesan tersebut dapat mengarahkan siswa untuk bisa menguasai tujuan dari pembelajaran. 

Ketiga, media pembelajaran juga bertujuan untuk menjadikan pembelajaran lebih bervariasi agar penyampaian dari pendidik tidak sekedar narasi belaka atau ceramah saja. Supaya siswa tidak sampai bosan dan malah tidak maksimal dalam pembelajaran. 

Keempat, media pembelajaran akan bertujuan untuk lebih banyak bisa melakukan kegiatan pembelajaran, jadi tidak hanya mendengarkan ceramah dari pendidik saja. Misal, para siswa bisa melakukan berbagai kegiatan misalnya mendemonstrasikan, melakukan maupun mengamati dan lain sebagainya.  

Kelima, media pembelajaran juga bisa meningkatkan beragam proses dan hasil pembelajaran pada level dan tingkat berpikir siswa. Kondisi ini linear dengan perkembangan mental yang disampaikan oleh Jean Piaget. Ia menegaskan bahwa terdapat beragam tahapan pada perkembangan mental individu dan adanya peningkatan pada tahapan berpikir manusia. 

Kriteria Pemilihan Media

Selain memahami tujuannya, maka terdapat beberapa kriteria pemilihan media pembelajaran. 

Pertama, media pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Misal, disesuaikan dengan standar kompetensi sesuai kelas dan karakter maupun capaian prestasi yang sudah didapatkan. 

Kedua, media pembelajaran harus bisa menjelaskan secara tepat sebagai konten pendukung agar materi utama dapat diserap secara maksimal. 

Ketiga, sebaiknya media pembelajaran bersifat praktis, mampu bertahan lumayan lama maupun luwes. Jika kurang praktis penggunaannya, kadang malah menjadikan waktu pembelajaran tidak efektif. Bisa juga menjadikan konten tidak terserap secara sempurna.

Keempat, sebaiknya media pembelajaran disesuaikan dengan petunjuk dan mutu teknis yang ada agar tidak salah dipahami. 

Strategi Menjadi Pendidik Kreatif

Kemudian, setelah memahami keseluruhan definisi dan kriteria untuk bisa menjadi kreatif dan profesional, maka berikut hal – hal yang bisa dilakukan para pendidik untuk tetap konsisten menjadi seseorang yang kreatif dimanapun. 

Pendidik harus lebih sering melakukan diskusi ataupun memulai perbincangan berkaitan dengan kondisi pendidikan yang sedang dialami sekarang. Sebisa mungkin mereka menggali solusi ataupun mempelajari mengenai teknik permasalahan atau kendala menjadi seseorang yang kreatif. 

Dengan intensnya perbincangan, maka secara tidak langsung akan semakin membuka wawasan dari para pendidik untuk terus meningkatkan diri. Apalagi di tengah kondisi teknologi yang canggih. Harusnya guru semakin memiliki peluang untuk mencari bekal dan berbagai pelatihan yang tersebar dan diakses secara gratis sekaligus kapanpun waktunya.

Nah, demikian ulasan mengenai pendidik kreatif dan beberapa bahasan mengenai strategi untuk mendapatnya. Semoga dapat menjadi referensi bagi para pendidik sehingga dapat menjadi suri tauladan peserta didik karena kekreativitasan yang dimiliki. (*)

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)




Share :

Baca Juga

Media Mengajar

5 Aplikasi Edit Video Pembelajaran Yang Menarik Untuk Guru dari Ponsel

Edutainment

Metode Resitasi. Pengertian, Tujuan, Jenis dan Langkah

Karya Inovatif

Materi Hari Keempat Diklat 35JP: Menulis Artikel Populer
media ajar

Media Mengajar

Apa itu Media Interaktif dan Manfaatnya dalam Pembelajaran?  

Kesiswaan

Mengenal Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Media Mengajar

Tips Manajemen Diri Bagi Guru kreatif dan Efisien

Media Mengajar

Pengembangan Ketrampilan Guru Melalui Merdeka Mengajar

Media Mengajar

Tips Strategi Pembelajaran yang Menarik dan Kreatif