Home / Edutainment / Opini

Rabu, 30 Maret 2022 - 10:02 WIB

Model-Model Teknik Diskusi Kelas

Dibaca 1,274 kali

Teknik Diskusi KelasMungkin Anda hanya mengenal bahwa kelas adalah model dimana melakukan kegiatan berbagi informasi, pandangan, perspektif, atau lainnya. Didalam diskusi kelas pasti memiliki teknik-teknik tertentu untuk mengoptimalkan diskusi agar berjalan efektif dan efisien.

Macam-Macam Model Teknik Diskusi Kelas

  1. Berikan Quis, Quis dan Bergantian

Teknik Diskusi Kelas untuk pertama ini dilakukan dengan mengawali kegiatan dengan memberikan pertanyaan kepada setiap siswa dengan pertanyaan yang berbeda, selanjutnya berikan kesempatan siswa untuk berpasangan dengan siswa yang lainnya.

Setelah semua siswa berpasangan maka bedakan dengan 2 sisi yaitu sisi A dan sisi B, tugasnya adalah sisi A akan menjadi siswa yang memberikan kuis, sementara sisi B akan menjadi siswa yang akan menjawab kuis tersebut.

Lalu berikan mereka waktu untuk melakukan percobaan, dan dari pasangan tersebut bisa berganti peran, catatan kepada bahwa perlu menyiapkan sebuah kartu pertanyaan terkait pembelajaran yang berbeda-beda, sehingga nantinya bisa dilakukan secara bergantian untuk mencari pasangan siswa A dan siswa B.

  1. Berpikir dan Berbagi

Maksud seperti ini adalah teknik diskusi dengan cara tahapan dari satu step ke step yang lainnya dimulai dari sisi guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara individu terlebih dahulu berkaitan dengan pertanyaan tertentu.

Selanjutnya, siswa diminta untuk berpasangan dengan siswa lain dan diberikan tugas untuk mendiskusikan, berbagi ide, pandangan dan perspektif serta membandingkan ide-ide mereka.

Teknik ini disebut sebagai (Think-PairShare) berpikir dan berbagi, selanjutnya dari siswa yang sudah berpasangan, maka mintalah kepada mereka berdua untuk menambahkan anggota siswa ke-3

Siswa kedua dan ketiga melakukan diskusi dan mempresentasikan pandangan mereka ke siswa yang pertama, sehingga akan menambahkan perspektif yang berbeda, dan hal ini bisa diulangi dengan menambah anggota siswa ke-4 dan ulangi yang sama.

Harapan dari diskusi ini seorang siswa memiliki persepsi yang lebih banyak tentang sebuah permasalahan yang dihadapi, dan bisa berpikir secara kritis, kreatif dan komunikatif.

  1. World Café

World café adalah model diskusi yang sederhana, efektif dan fleksibel untuk diselenggarakan dialog secara berkelompok.

  1. Guru perlu membagi siswanya seperti dalam 3-4 tim, dengan menyiapkan sebuah pertanyaan (satu tim per satu pertanyaan).
  2. Didalam satu tim tersebut, memiliki tugas untuk /menggambarkan ide-ide, menjawab hal yang dipertanyakan, dan memahami secara keseluruhan secara seksama.
  3. Setelah semuanya dirasa cukup, maka dilakukannya yang dilakukan secara tim, yang mana tim yang melakukan presentasi disebut sebagai tuan rumah (world cafe) tersebut.
  4. Setelah melakukan presentasi, maka tim lainnya menyambut dan berbagi ringkasan singkat dari sesi sebelumnya, dan memberi tanggapan satu sama lainnya tentang apa yang dipresentasikannya.
  5. Setelah semua tim sudah melakukan presentasi dan adanya keterlibatan aktif dari semua tim maka dilakukannya sidang (konferensi) untuk guru memberikan refleksi terkait topik dan pertanyaan yang diberikan kepada setiap tim disertai pembahasannya.

Dengan teknik ini harapannya jelas siswa memiliki pilihan dalam sudut pandang dan juga diberikan jalan tengah dari seorang guru/fasilitator.

  1. Six Thingking Hats

Six Thingking Hats adalah sebuah teknik yang dapat memberikan perspektif berbeda dari suatu masalah atau situasi, dan mengelola proses pengambilan keputusan.

Masalah/pertanyaan dari seorang guru didekati dari enam sudut yang berbeda, dengan masing-masing topi/bisa diganti dengan kertas warna yang berbeda, sehingga mewakili perspektif yang berbeda untuk dipertimbangkan.

Setiap Anggota tim dapat berbagi pemikiran dan perspektif mereka dari sudut yang berbeda sambil menggunakan enam teknik topi berpikir dan meningkatkan pemikiran kreatif.

Lalu bagaimana menggunakan teknik ini, maka yang disiapkan adalah sebagai berikut :

  1. Guru mempersiapkan sebuah pembahasan yang unik, dan sudah menyiapkan kertas bewarna dengan warna sebagai berikut (biru, putih, merah, hijau, kuning, hitam dan merah).
  2. (Warna biru menandakan proses, warna putih menjelaskan fakta, warna hijau menjelaskan kreatifitas, warna merah menjelaskan perasaan, warna kuning menjelaskan manfaat dan warna hitam menjelaskan kehati-hatian).
  3. Dengan menggunakan masing-masing warna ini sebagai panduan untuk semua siswa tentang apa yang harus dimasukkan dalam rotasi diskusi, dengan begitu akan tetap fokus, bermakna dan bebas dari stres.
Baca Juga:  Jadwal Libur Sekolah Awal Ramadhan Berbagai Wilayah

Dimulai dari seluruh kelompok ‘menempatkan' pada topi/warna berikut (urutan dapat disesuaikan, dan topi dapat digunakan mutliple time):

  1. Warna putih untuk membahas fakta-fakta,
  2. Kemudian ubah warna menjadi hijau untuk memikirkan kemungkinan ide-ide baru yang terpikirkan oleh siswa,
  3. Warna biru membuat kelompok bisa menjelaskan bagaimana prosesnya,
  4. Warna Merah mengundang semua siswa untuk mempertimbangkan perasaan yang berkaitan dengan topik atau masalah tersebut.
  5. Mengenakan warna hitam agar memungkinkan siswa memberikan sebuah kritik atas kehati-hatian,
  6. Dan topi kuning membawa dimensi manfaat dan optimisme.

Dengan demikian siswa yang memberikan pikiran mereka, melalui pembahasan tersebut akan selalu memberikan perspektif yang unik dan baru, serta memberikan pandangan yang lebih luas tentang sebuah subjek/masalah.

  1. Jejak Pendapat

Jejak pendapat ini lebih mudah untuk dipraktikan, dengan cara guru bisa membagikan pertanyaan kepada satu per satu siswa, dan meminta siswa itu untuk memiliki pandangannya dengan memberikan batas waktu tertentu.

Setelah siswa mendapatkan jawaban atas pertanyaan, maka diikuti dengan memberikan pertanyaan kepada siswa yang lain tentang sebuah permasalahan yang sama.

Jejak pendapat memiliki berbagai variasi, sehingga seorang guru dapat mempunyai pola jejak pendapat yang berbeda, perlu disesuaikan dengan kondisi dilapangan.

  1. GoGoMo

GoGoMo dikenal dengan teori berbahasa inggris yaitu, Give One, Get One, Move One. Dalam teknik diskusi ini seorang guru bisa memulai dengan mengajukan siswa untuk membuat list berkaitan dengan 3 hal ide yang ditulis pada selembar kertas.

Setelah itu siswa diminta untuk mencari pasangan, dengan pasangan siswa tersebut maka dilakukannya pertukaran ide, pandangan, dan juga pendapat untuk mereka berdua, setelah itu pasangan sebelumnya bisa menuliskan hal-hal ide tersebut dan bisa beralih ke pasangan yang baru.

Hal ini dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan pandangan yang berbeda dan bervariasi, ini juga mendukung siswa untuk berperilaku aktif didalam kelas dan bisa mengenal suasana kelas satu sama lainnya.

  1. Brainwriting

Teknik diskusi kelas ini dimulai dari meminta siswa untuk menuliskan ide-ide mereka didalam sebuah lembar kertas dan buku selama beberapa menit, setelah itu kertas bisa dibagikan kepada siswa yang lainnya, dan ketika mendapatkan kertas dari siswa lain,

Maka pandangan yang ada didalam kertas bisa ditulis kedalam buku, sehingga setiap siswa bisa merangkum ide-ide dari keseluruhan anggota siswa, sehingga siswa memiliki berbagai ide/pandangan yang luas.

  1. Tug of War

Teknik diskusi tug of war sedikit lebih menarik, dan juga sedikit rumit, karena seorang guru nantinya akan memberikan sebuah masalah/hal yang membuat dilema bagi kelas.

Siswa akan dipersilahkan untuk memilih dilema tersebut seperti jawaban iya atau tidak, benar atau salah, sehingga setiap pernyataan perlu adanya dari pendapat/pandangan tertentu.

Sehingga setiap siswa akan berada pada 2 sisi tarik menarik yang saling berlawanan dan mendukung sisi yang dipilihnya, setelah itu berikan siswa kesempatan untuk menuliskan pembenaran/pendapat mereka.

Baru setelah cukup waktu guru dapat memberikan jalan tengah kepada 2 sisi tersebut.

Dari model Teknik Diskusi Kelas yang sudah dijelaskan tersebut maka Anda dapat memilih kemungkinan teknik diskusi kelas mana yang dirasa cocok untuk diimplementasikan didalam kelas Anda, akan tetapi perlu diingat teknik tersebut perlu adanya inovasi, pengembangan dari guru sehingga dalam perjalanan diskusi akan efektif dan efisien serta berjalan secara optimal.

Untuk tambahan informasi, artikel, dan melalui chanel telegram Wartaguru.id

Penulis : Yoga Pamungkas

Share :

Baca Juga

Edutainment

Kompetensi Guru Kurikulum Merdeka : Digital Berkualitas

Edutainment

Membuat Ujian Sekolah Bebas Repot dengan 5 Aplikasi Terbaik

Opini

Meningkatkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik

Edutainment

Metode Time-Out: Terbiasa di Pembelajaran hingga Sehari-hari

Edutainment

Kuota Segera Penuh! Yuk Daftar Diklat Gratis Bersertifikat 32JP “Meningkatkan Motivasi dan Kompetensi Guru” 

News

Soal Pretest PPG Penjasorkes 2022 Sesuai Kisi-kisi dan Lengkap dengan Jawaban

Opini

5 Problematika Pendidikan di Indonesia yang Wajib Dibenahi

Media Mengajar

Media Pembelajaran Kreatif dan Menarik untuk Guru Inovatif
Download Sertifikat Pendidikan Gratis