Home / Kesiswaan / Metode Pembelajaran

Kamis, 28 April 2022 - 15:27 WIB

Berkolaborasi dan Berkontribusi Menyusun Perangkat Ajar

Dibaca 688 kali

Menyusun Perangkat Ajar – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, penerapan kurikulum Merdeka didukung oleh Platform Pendidikan Merdeka. Platform Merdeka Mengajar memberikan referensi bagi guru untuk mengembangkan metode pengajaran yang sejalan dengan kurikulum Merdeka.

Platform Merdeka Mengajar merupakan platform pendidikan yang dapat menjadi motor penggerak bagi guru untuk mewujudkan siswa Pancasila. “Pada dasarnya, platform Merdeka Mengajar memiliki tiga fungsi untuk membantu guru mengajar, belajar, dan berkreasi.

Platform Merdeka Mengajar memberikan referensi bagi guru untuk mengembangkan metode pengajaran sesuai kurikulum Merdeka saat mendampingi guru. Saat ini terdapat lebih dari 2.000 referensi bahan ajar berbasis kurikulum mandiri. “Hal ini memungkinkan guru untuk dengan cepat melakukan analisis diagnostik kemampuan membaca dan komputasi, memungkinkan mereka untuk menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan pencapaian dan tingkat perkembangan siswa mereka.

Platform Merdeka Mengajar memberikan kesempatan yang sama bagi para guru untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan kapan saja, di mana saja. “Guru memiliki akses ke materi pelatihan berkualitas secara individu. Melalui video inspirasional, guru memiliki akses dan pertumbuhan tak terbatas ke berbagai video inspirasional.

Mengenal Perangkat Ajar

Perangkat ajar merupakan berbagai bahan yang dapat digunakan guru untuk menunjang kegiatan belajar mengajarnya. Materi memiliki jalur dan hasil pembelajaran yang diatur oleh disiplin atau tahap tertentu. Materi dapat berupa materi, materi, modul proyek, atau buku teks. Perangkat ajar terdiri dari :

  • Program tahunan
  • Program semester
  • Silabus,
  • Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),
  • LKS,
  • Instrumen penilaian sikap
  • Media pembelajaran.

Tujuan perangkat ajar adalah untuk menjawab keberhasilan pembelajaran guru. Dengan menyusun perangkat ajar berperan sebagai acuan, landasan, atau pedoman bagi guru untuk belajar mencapai tujuan yang diharapkan. Tanpa alat pembelajaran, pembelajaran menjadi tidak sesuai dan tidak jelas, dan tujuan dibiarkan.

Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan bahwa menyusun perangkat ajar merupakan bagian dari rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran dirancang dalam bentuk kurikulum dan rencana pembelajaran yang mengacu pada standar isi. Selain itu, rencana pembelajaran meliputi pembuatan media dan sumber pembelajaran, alat evaluasi, dan skenario pembelajaran.

Manfaat Perangkat ajar

Adapun manfaat dari adanya perangkat ajar, yaitu :

  1. Perangkat ajar sebagai panduan. Singkatnya, perangkat ajar memberikan panduan tentang apa yang harus dilakukan guru di kelas. Selain itu, perangkat ajar memberikan panduan pengembangan teknik pendidikan dan panduan merancang perangkat yang lebih baik.
  2. Perangkat ajar sebagai tolak ukur. Artinya, guru yang profesional harus mampu mengevaluasi proses pembelajaran yang dilakukan dengan membandingkan hasil yang diharapkan dengan yang diperoleh dari pembelajaran. Kegiatan evaluasi dapat dimulai dengan membandingkan berbagai kegiatan kelas, strategi, metode, dan langkah pembelajaran dengan data dari perangkat ajar.
  3. Sarana pembelajaran sebagai peningkatan profesionalisme. Ini berarti guru harus menggunakan dan mengembangkan perangkat ajar dapat mungkin. Meningkatkan proses pembelajaran secara keseluruhan melalui perangkat. Jika tidak, kemampuan guru tidak akan berkembang dan dapat semakin berkurang.
  4. Mempermudah seorang guru dalam membantu proses fasilitasi pembelajaran. Dengan perangkat ajar, seorang guru mudah menyampaikan materi hanya dengan melihat perangkatnya tanpa harus banyak berpikir dan mengingat.

Macam-Macam Perangkat Ajar

  • Kompetensi Inti (KI) & Kompetensi Dasar(KD)

Kompetensi inti (KI) adalah penjabaran atau pengoperasian SKL berupa sifat-sifat yang harus dimiliki oleh satuan pendidikan tertentu atau lulusan suatu jenjang pendidikan tertentu, dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan (emosional dan kognitif). kompetensi utama yang dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek seperti psikomotorik) yang harus dipelajari siswa di tingkat sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi inti perlu menjelaskan kualitas yang seimbang antara pencapaian hardskill dan softskill.

Kompetensi Dasar (KD) merupakan sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran;

  • Kalender Akademik

Kalender pendidikan biasanya mencantumkan tanggal yang direncanakan untuk masa studi, baik tanggal ujian tengah semester, tanggal akhir ujian semester, dan tanggal libur semester. Kalender pendidikan ini juga berfungsi sebagai model awal atau akhir studi di semester.

  • Rincian Pekan Efektif

Rincian Pekan Efektif (RPE) mewakili jumlah hari valid dalam tahun akademik saat ini. Dalam menyusun RPE, guru hendaknya memperhatikan kalender akademik yang bergulir dan bertindak sebagai pedoman sekolah dalam menentukan minggu/minggu yang valid.

  • Program Tahunan

Prota adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun ajaran untuk mencapai tujuan sesuai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu harus sesuai kalender pendidikan, sehingga mempermudah guru dalam menyusun program tahunan.

Prota memuat penjabaran alokasi waktu tiap-tiap standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk tiap semester dan tiap kelas selama satu tahun pelajaran. Prota tersusun dalam jangka waktu satu tahun dengan memperhatikan analisis kurikulum beserta perhitungan pekan efektif.

  • Program Semester

Promes merupakan penjabaran dari program tahunan dan disusun untuk menjawab minggu keberapa atau kapan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar.

Program semester adalah rancangan kegiatan belajar mengajar secara garis besar yang tersusun dalam jangka waktu satu semester, sehingga penyusunannya tetap memperhatikan program tahunan dan alokasi waktu tiap minggu.

  • Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran untuk sekelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, meliputi kriteria kompetensi, kompetensi inti, materi pembelajaran, indikator, penilaian, manajemen waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan. Kurikulum dapat dikembangkan secara mandiri sesuai dengan kearifan lokal daerah masing-masing.

  • KKM

Kriteria Ketuntasan Minimal ditentukan oleh satuan pendidikan mengacu pada Standar Kompetensi Sekolah Pascasarjana (SKL), dan kurikulum 2013 adalah karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, dan status satuan pendidikan. KKM dirancang dengan setidaknya tiga aspek: kompleksitas materi/kemampuan, penerimaan/kualitas peserta didik dan pendidik, dan kelayakan satuan pendidikan.

  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan proses dan struktur pembelajaran untuk mencapai kemampuan dasar yang ditentukan dalam standar isi dan dijelaskan dalam silabus.

Menyusun Alur Tujuan Perangka Pembelajaran

Bagaimana menyusun AlurTujuan Pembelajaran (ATP)? Alur pembelajaran disusun dengan memasukkan seperangkat tujuan pembelajaran dari awal hingga akhir setiap fase hasil pembelajaran. Proses ini menjadi pedoman bagi guru dan siswa untuk mencapai CP (hasil belajar) di akhir fase. Dalam membuat tujuan pembelajaran terkadang perlu disusun secara kronologis sesuai dengan urutan pembelajaran.

Guru berhak merancang proses pembelajarannya sendiri, yang terdiri dari seperangkat tujuan pembelajaran. Pemerintah menyediakan seperangkat flowchart yang dapat dijadikan contoh untuk mengembangkan kurikulum yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan, serta pedoman untuk membuat bahan ajar.

Alur tujuan pembelajaran harus mencakup kemampuan, isi, dan keragaman. Kompetensi berarti kemampuan seorang siswa untuk memperagakan atau menguasai. Isi adalah materi atau konsep utama yang perlu dipahami siswa pada akhir suatu unit pembelajaran. Variasi, di sisi lain, adalah keterampilan berpikir yang harus diperoleh siswa untuk mencapai tujuan belajar mereka.

Demikian yang dapat penulis jelaskan bagaimana gambaran mengenai menyusun perangkat ajar. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembaca.

Download e-Book Gratis dari Guru Juara silahkan akses link berikut : GuruJuara.com

Info Kegiatan Guru yang menunjang naik pangkat, silahkan bergabung di channel Telegram Guru Juara

Info Terupdate tentang pendidikan Indonesia, silahkan bergabung di channel Telegram Warta Guru

Penulis : Andika Putra




Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Efektivitas Penggunaan Komik sebagai Media Pembelajaran
tugas kepala sekola

Kesiswaan

8 Peran Kepala Sekolah dalam Kurikulum Merdeka

Metode Pembelajaran

Menerapkan Konsep SOLE dalam Pembelajaran

Kesiswaan

Konsep Model Pembelajaran Kontekstual di Sekolah
Guru

Metode Pembelajaran

Guru dan Strategi Dalam Literasi Digital

Kesiswaan

SEGERA! Cek dan Daftar BLT Anak Sekolah 2022

Kesiswaan

Mengenal Sistem Evaluasi dalam Sistem Belajar Mandiri

Kompetensi Guru

Contoh – Contoh Pengembangan Topik Projek P5 Semua Jenjang