Claudya Shinta Bella dan Muhammad Audanni Akbar, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Jember (Unej), meraih Juara 1 Lomba Microteaching Terbuka kategori S1/PPG/Guru tingkat nasional di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Dalam kompetisi tersebut, keduanya membawakan materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Materi itu dikembangkan dengan mengangkat kearifan lokal Kabupaten Jember sebagai bagian dari rancangan pembelajaran.
Pendekatan tersebut digunakan agar materi lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Pembelajaran itu sekaligus memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada siswa.
Evaluasi mencakup rancangan hingga teknik mengajar
Claudya dan Audanni tidak hanya memperoleh penghargaan dari kompetisi tersebut. Mereka juga menerima evaluasi dari para penguji mengenai sejumlah unsur penting dalam kegiatan belajar mengajar.
- Penyusunan modul ajar menjadi salah satu bagian yang dievaluasi.
- Tampilan media presentasi dan penggunaan gestur turut mendapat masukan.
- Teknik penyampaian materi serta alur pembelajaran menjadi bagian dari penilaian.
Evaluasi itu mengubah cara keduanya memandang praktik mengajar. Penguasaan materi dan kelancaran berbicara dinilai belum cukup untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai kebutuhan siswa.
“Awalnya, kami lebih banyak berfokus pada bagaimana materi bisa tersampaikan dengan baik. Namun, setelah mendapatkan evaluasi, kami mulai memahami bahwa pembelajaran juga harus dirancang dari sudut pandang siswa. Dari situ, kami belajar bahwa mengajar membutuhkan persiapan yang lebih menyeluruh,” ujar Claudya.
Pengalaman dalam lomba tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi Claudya dan Audanni selama menempuh pendidikan di PGSD Unej. Keduanya semakin memahami hubungan antara pemilihan metode, penggunaan media, dan pengaturan tahapan pembelajaran.
Menurut keterangan yang disampaikan, pemahaman itu juga berkaitan dengan upaya melibatkan siswa secara aktif. Mereka belajar bahwa kegiatan belajar tidak cukup dirancang sebagai penyampaian materi secara satu arah.
Prestasi menjadi bekal sebelum terjun ke sekolah
Bagi Claudya dan Audanni, masukan dari penguji menjadi kesempatan untuk mengenali kekurangan dalam praktik mengajar. Keduanya menggunakan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk memperbaiki kemampuan sebelum terjun langsung ke dunia pendidikan.
| Unsur kompetisi | Keterangan |
|---|---|
| Ajang | Lomba Microteaching Terbuka |
| Kategori | S1/PPG/Guru |
| Prestasi | Juara 1 |
| Materi | IPAS berbasis kearifan lokal Kabupaten Jember |
Keduanya berharap pencapaian itu dapat mendorong mahasiswa PGSD Unej lainnya untuk mengikuti kompetisi serupa. Claudya dan Audanni juga berkeinginan membagikan pengalaman kepada mahasiswa tingkat bawah agar prestasi di bidang microteaching dapat berlanjut.
Kompetisi tersebut mempertemukan kemampuan calon pendidik dalam merancang sekaligus menyampaikan pembelajaran. Capaian mahasiswa Unej itu diraih melalui penyajian materi IPAS, evaluasi dari penguji, serta proses perbaikan terhadap berbagai aspek praktik mengajar.