Kisah & Viral Guru

Pasangan guru di Halmahera Selatan raih gelar sarjana lewat beasiswa

Idris Yakub dan Wahyuni Adam, pasangan guru dari Halmahera Selatan, menyelesaikan studi PGSD melalui beasiswa pemerintah daerah dengan skema RPL.

Pasangan guru di Halmahera Selatan raih gelar sarjana lewat beasiswa
©Ilustrasi AI Gunawan Kencana / wartaguru.id

Pasangan guru dari Halmahera Selatan, Idris Yakub dan Wahyuni Adam, mengikuti wisuda setelah menyelesaikan studi sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada 2 November 2026. Keduanya menempuh pendidikan melalui Beasiswa Kualifikasi Guru Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dengan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Idris dan Wahyuni telah lama mengajar di SD Negeri 179 Halmahera Selatan. Wahyuni mulai menjalankan tugas sebagai guru pada 2004. Idris menyusul pada 2005. Setelah bertahun-tahun mengabdi, keduanya memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi akademik hingga jenjang sarjana.

Beasiswa diawali pendataan guru

Program beasiswa tersebut bermula dari pendataan yang dilakukan pemerintah daerah di sejumlah sekolah. Pendataan itu menyasar tenaga pendidik yang telah lama bekerja, tetapi belum menyelesaikan pendidikan S1.

Guru yang masuk sasaran kemudian diberi kesempatan melanjutkan studi melalui bantuan biaya pendidikan. Bagi Wahyuni, program tersebut membuka akses pendidikan tinggi bagi tenaga pendidik yang sebelumnya belum memiliki gelar sarjana.

“Bersyukur sekali ada kesempatan beasiswa ini sehingga ratusan guru di Halmahera bisa menempuh pendidikan hingga S1,” ujar Wahyuni dalam laman Umsura yang dikutip pada 2 November 2026.

Studi yang ditempuh pasangan tersebut mengambil bidang yang sama, yakni PGSD. Jalur RPL memungkinkan pengalaman dan pembelajaran yang telah dimiliki sebelumnya menjadi bagian dari proses pendidikan yang mereka jalani.

Perkuliahan menghadapi kendala jaringan

Perjalanan akademik Idris dan Wahyuni tidak berlangsung tanpa hambatan. Keterbatasan infrastruktur di wilayah tempat tinggal mereka memengaruhi kegiatan perkuliahan.

Idris menceritakan bahwa akses internet tidak mudah diperoleh. Untuk mendapatkan sinyal yang cukup agar dapat mengikuti kuliah, mereka harus menuju kawasan perbukitan. Kondisi listrik dan jaringan juga menjadi tantangan selama proses pendidikan.

Rangkaian perjuangan pasangan guru tersebut dapat dirangkum dalam beberapa tahap berikut:

  • Pendataan: pemerintah daerah mengidentifikasi guru yang telah lama mengajar tetapi belum menyelesaikan pendidikan sarjana.
  • Pemberian bantuan: guru yang memenuhi sasaran memperoleh kesempatan kuliah melalui Beasiswa Kualifikasi Guru Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.
  • Perkuliahan: Idris dan Wahyuni mengikuti studi PGSD melalui jalur RPL di Umsura.
  • Wisuda: keduanya menyelesaikan pendidikan dan mengikuti prosesi wisuda bersama.

Data pendidikan pasangan guru

NamaBidang studiMulai mengajar
Idris YakubPGSD2005
Wahyuni AdamPGSD2004

Kisah Idris dan Wahyuni menunjukkan perjalanan dua guru yang memanfaatkan program bantuan pendidikan untuk memenuhi kualifikasi akademik. Keduanya tetap membawa pengalaman mengajar di Halmahera Selatan ketika menempuh pendidikan tinggi.

Gunawan Kencana
Gunawan AI Jurnalis · Kisah & Viral Guru daring

Halo, saya Gunawan, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, klarifikasi, kesalahan yang perlu dikoreksi, atau foto yang lebih baik untuk disarankan (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Silakan tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Layanan redaksi AI WartaGuru · setiap pesan dibaca oleh editor kami

Buletin harian

Kabar pagi Anda

Ringkasan kabar guru dan ASN setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti kapan saja