Home / Metode Pembelajaran

Kamis, 12 Mei 2022 - 00:49 WIB

Tujuan Model Pembelajaran Saintifik dalam Mendidik Siswa 

Dibaca 332 kali

Model Pembelajaran Saintifik – Pendidikan merupakan jalan untuk mengubah pemikiran seseorang serta mengembangkan kepribadian untuk menjadi lebih baik. Namun jalan pendidikan tersebut tentu tidaklah mudah. Mendidik generasi sekarang tak selamanya terjadi secara sempurna. Ada banyak perjuangan yang harus dihadapi oleh para pendidik. 

Bayangkan saja, apakah dalam satu kelas Anda bisa menemukan kelas yang komposisi peserta didiknya adalah golongan peserta didik yang aktif semua? Tentu tidak. Malah dalam satu kelas, biasanya ada yang benar – benar tidak terseleksi dengan baik. Komposisi dalam satu kelas bisa terdiri dari peserta didik yang memiliki kekurangan motivasi belajar. Pun bisa jadi juga diisi oleh peserta didik yang hanya bermodal slogan “yang penting sekolah”. 

Lantas bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Bagaimana cara guru untuk menjadikan seluruh peserta didik terlibat dengan suasana belajar di kelas? Belum lagi terdapat fakta pembelajaran yang masih menggunakan tipe hybrid yakni setengah daring dan luring. Tentu tidak semua akan terfokus pada materi yang ada. 

Hal ini selaras dengan ucapan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yang menyampaikan bahwa Tidak semua pelajar yang memasuki kelas akan belajar dengan sungguh – sungguh.

Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan membutuhkan adanya inovasi dan kreasi dan pengembangan penyampaian konten baik melalui metode, strategi maupun media pembelajaran menarik dalam penyampaian materi atau sub-bab tertentu. 

Serangkaian pertanyaan di atas tentu bisa terjawab dengan banyak menerapkan beragam strategi dan metode pembelajaran yang ada. Memang secara fakta, penyampaian konten pembelajaran melalui tipe ceramah saja tidaklah bisa diterima oleh keseluruhan pembelajar. 

Dewasa ini, salah satu metode yang menjadi primadona untuk diterapkan serta merupakan metode wajib bagi pengguna konsep Kurikulum 2013 yakni penerapan model pembelajaran saintifik.

Apa itu Model Pembelajaran Saintifik?

Model Pembelajaran Saintifik merupakan model dengan menjadikan metode ilmiah sebagai latar belakang pada kegiatan belajar mengajar. 

Sebagaian proses dalam kegiatannya akan mengajak peserta didik berkeksplorasi terkait materi. Seluruh kegiatan yang berlangsung di antaranya yakni mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan serta mengomunikasikan hasil data yang diperoleh. 

Menurut definisi resmi dari Kemendikbud sendiri, model saintifik merupakan model yang mengembangkan pelajaran dan meningkatkan intelektualitas melalui upaya kaidah pencarian keilmuan. Misalnya kegiatan atau proses belajar yang mengharuskan peserta didik untuk melakukan observasi. 

Hal ini sebagaimana pendapatan Rusman, salah pakar di dunia pendidikan di negeri ini yang menjelaskan bahwa pendekatan saintifik dapat lebih banyak memberikan peserta didik kebebasan ruang dalam mengembangkan daya pikir terkait materi pembelajaran yang sedang dibahas. Pun para peserta didik akan mampu untuk mewujudkan dalam hal nyata dan kehidupan sehari – hari segala potensi dan kemampuan melalui agenda belajar yang dirancang guru.  

Tujuan Penerapan Model Pembelajaran Saintifik

Sebagai guru, Anda perlu memahami tujuan dari penerapannya, bukan? Sebab jika tidak mengetahui dan memahaminya, maka bisa saja model pembelajaran saintifik hanya sekedar menjadi teori model belajar saja tanpa memahami esensinya bagi keberlangsungan pemikiran generasi di masa depan.Nah, beberapa tujuannya di antaranya yakni :

1.    Untuk Meningkatkan Level Keterampilan Berfikir

Penerapan model pembelajaran saintifik menghendaki agar para peserta didik dapat memiliki daya fikir dengan level tinggi. Hal ini sebagaimana pendidikan menurut sistem pendidikan terbaik yang ada di Finlandia. Kemampuan para siswa di sana dalam tingkatan berfikir sangatlah diakui dunia. 

Dengan memiliki pemikiran yang lebih tinggi, harapannya para peserta didik akan menjadi pribadi yang dapat mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang diamalkan dalam kehidupan. 

Tentu saja, pembiasaan pada kemampuan berfikir ini membutuhkan periode yang tidak singkat. Bisa sampai bertahun – tahun atau bahkan lebih. Tergantung sebagaimana karakter dan kesabaran yang dimiliki seorang pendidik. 

Baca Juga:  Pendaftaran Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 Tahun 2022 dibuka, Berikut Syarat dan Cara Mendaftarnya

Berdasar teori ilmiah, tingkatan berfikir terdiri dari beberapa cara. Misalnya, teknik berfikir sintetis, analisis, kritis serta tahap akhir peserta didik mampu mengkreasikan dan mengekspresikan ide yang berkaitan dengan konten pembelajaran tertentu. 

2.    Menciptakan Lingkungan Pembelajaran yang Kondusif dan Harmonis

Kemudian tujuan selanjutnya yakni menghendaki agar pembelajaran saintifik dapat mewujudkan keinginan pembelajar untuk memiliki lingkungan belajar yang kondusif. Hal ini selaras dengan serangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh guru manakala menerapkan pembelajaran saintifik. 

Dalam penerapannya, pemain utamanya yakni sang peserta didik dapat mengeksplorasi dengan beragam pertanyaan, diskusi bahkan menanggapi sehingga keseluruhan peserta didik mendapatkan pembelajaran yang produktif. 

3.    Menciptakan Pemikiran Sistematis dalam Diri Peserta Didik

Selain itu, tujuan pembelajaran santifik yakni agar dapat memaksimalkan taraf pemikiran peserta didik untuk bisa menaikkan tahapan dari berfikir biasa menjadi pemikiran sistematis. Bagaimana maksudnya? 

Pemikiran sistematis merupakan pemikiran yang terstruktur. Biasanya diawali dengan penggalian kasus atau pemecahan masalah dari mengkuliti hal yang sederhana terkait definsi dan filosofi pembelajaran kemudian secara sistematis atau terstruktur beralih ke pemikiran kompleks seperti penerapan dari pembelajaran terkait. 

Pemikiran semacam ini tentu sangat berguna bagi peserta didik. Apalagi untuk menghadapi tantangan zaman teknologi serba canggih seperti sekarang. Manfaatnya, mereka tak akan mudah termakan oleh hoaks dan propaganda yang tidak logis dan bahkan sama sekali tidak menyejukkan hati dan akal mereka. 

4.    Peserta Didik Akan Terbiasa Mengembangkan Konsep Pembelajaran Terkait

Tujuan selanjutnya yakni peserta didik dapat terbiasa untuk melakukan pengembangan konsep. Hal ini disebabkan keseluruhan proses pada pembelajaran saintifik mengharuskan peserta didik untuk senantiasa berfikir mulai dari hal sederhana sampai menjadi kompleks. 

Bukan tidak mungkin jika ini terus diterapkan maka akan ada banyak peserta didik yang mampu untuk mengembangkan konsep pembelajaran sesuai dengan bahasa mereka masing – masing. Apalagi jika pengembangan konsep ini mereka lakukan secara mandiri, maka secara tidak langsung pengembangan tersebut akan bercokol dalam pemikiran jangka panjang mereka dan tersimpan dalam benak. Maka peserta didik juga tidak harus menghafal materi tersebut sebab sudah tertanam dalam pemikiran mereka. 

Tugas guru selanjutnya yakni senantiasa memberikan rangsangan dan memantik peserta didik untuk kembali mengingat materi tersebut.  

5.   Membuat Peserta Didik Senantiasa Terus Termotivasi untuk Menjadi Pembelajar

Tujuan kelima yakni penerapan model pembelajaran saintifik akan menjadi salah satu sarana mendorong peserta didik untuk senantiasa termotivasi menghidupkan suasana belajar. Apalagi di zaman serba teknologi sekarang, sulit rasanya bagi guru untuk mengontrol secara penuh kehidupan gadget peserta didiknya. 

Sehingga sangat penting bagi guru untuk dapat menerapkan pembelajaran saintifik sampai akhirnya peserta didik terus berusaha mempelajari pembelajaran tersebut bahkan ketika selepas pulang sekolah. Hal ini juga akan menjauhkan mereka dari kebosanan pada saat belajar di ruang kelas.  

Nah, demikian ulasan mengenai model pembelajaran saintifik dan beberapa tujuan yang harus dipahami. Semoga dengan beragamnya strategi, metode dan model pembelajaran dapat membantu generasi masa kini terus meningkatkan keilmuannya. Pun semoga ulasan ini bermanfaat bagi pendidik maupun khalayak umum lainnya. 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)




Share :

Baca Juga

Metode Pembelajaran

5 Metode Pembelajaran Yang Sering Digunakan Oleh Guru

Metode Pembelajaran

Ulasan Pembelajaran Berdiferensiasi yang Penting untuk Diketahui

Metode Pembelajaran

Mengenal Konsep Six Thinking Hats untuk Wujudkan Peserta Didik Berkualitas

Metode Pembelajaran

Strategi Guru dalam Mengajar yang Tersusun Rapi dan Menyenangkan Bagi Murid

Metode Pembelajaran

Berikut Penjelasan yang Guru Bisa Pahami Tentang Konsep dan Indikator Pembelajaran Efektif

Edutainment

Gunakan Beberapa Strategi Berikut Untuk Melatih Kemandirian Siswa
Diferensiasi Pembelajaran

Metode Pembelajaran

Konten, Proses, atau Produk? Pahami Perbedaan Diferensiasi Pembelajaran!
Ilustrasi Panduan Meneributkan Buku ber ISBN

Media Mengajar

Cara Jitu Sukses Membuat Aksi Nyata di PMM
Download Sertifikat Pendidikan Gratis