Wakil Menteri Keuangan Nur Kholisoh mengingatkan 214 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar memegang komitmen untuk kembali ke Indonesia dan mengabdikan ilmu yang diperoleh. Pesan itu disampaikan dalam Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 286 di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bara Jenggala: Tumbuh Bersama, Menyala untuk Indonesia”. Menurut Nur Kholisoh, kesempatan menempuh pendidikan melalui LPDP bukan fasilitas yang semata-mata digunakan untuk kepentingan pribadi.
Ia menjelaskan bahwa dana LPDP berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran tersebut dihimpun dari pajak dan kontribusi masyarakat Indonesia.
“Beasiswa LPDP ini bukan hadiah, bukan giveaway. Ini adalah amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Orang yang diberi amanah itu wajarnya berterima kasih, salah satunya dengan menjadi patriot. Patriot adalah orang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujar Nur Kholisoh dalam kegiatan PK LPDP Angkatan 286, seperti dikutip Okezone Economy.
Komitmen kembali ke Tanah Air
Nur Kholisoh menyampaikan bahwa tidak semua warga yang ikut berkontribusi melalui pajak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi atau belajar di luar negeri. Karena itu, penerima beasiswa diminta memahami tanggung jawab yang menyertai kesempatan tersebut.
Ia juga mengingatkan peserta mengenai pilihan yang mungkin muncul selama menjalani studi di luar negeri. Pilihan itu antara lain tawaran pekerjaan dengan penghasilan tinggi dan kesempatan untuk menetap di negara tempat mereka belajar.
Dalam arahannya, Nur Kholisoh meminta para penerima beasiswa tetap berpegang pada komitmen awal untuk kembali ke Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya integritas selama menjalani pendidikan.
Menurut penjelasan Okezone Economy, tiga prinsip yang dititipkan kepada penerima LPDP adalah niat, giat, dan manfaat. Ketiganya menjadi pesan utama dalam kegiatan keberangkatan penerima beasiswa LPDP Angkatan 286.
- Niat: menguatkan tekad untuk menuntut ilmu dan kembali mengabdi kepada Indonesia.
- Giat: menjaga semangat belajar, integritas akademik, dan kejujuran dalam menggunakan teknologi pendukung.
- Manfaat: menggunakan ilmu serta jaringan internasional untuk memberi dampak bagi pembangunan nasional.
Integritas akademik dan pemanfaatan teknologi
Prinsip giat tidak hanya berkaitan dengan semangat belajar. Nur Kholisoh juga mengaitkannya dengan pemeliharaan integritas akademik dan kejujuran dalam memanfaatkan teknologi pendukung, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Sementara itu, prinsip manfaat diarahkan pada penggunaan pengetahuan dan jaringan internasional yang diperoleh selama studi. Dalam penjelasan tersebut, pengetahuan dan jaringan itu ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung pembangunan nasional.
Pesan tersebut disampaikan kepada peserta PK LPDP Angkatan 286 sebelum menjalani pendidikan. Nur Kholisoh menekankan bahwa pembiayaan dari APBN membawa tanggung jawab untuk menjaga integritas dan memberikan kontribusi setelah menyelesaikan studi.