Pelatihan konten digital untuk guru SMP
350 guru Sekolah Menengah Pertama negeri dan swasta di Kota Padang mengikuti Bimbingan Teknis Pengembangan Konten Digital Pendidikan pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang di Youth Center Kota Padang dan berlangsung empat hari, dari Senin hingga Kamis.
Peserta, pengorganisasian, dan tujuan
Peserta merupakan perwakilan dari 104 SMP di Kota Padang. Panitia membagi peserta menjadi dua angkatan, masing-masing berisi 175 guru. Forum ini dirancang untuk memberi keterampilan praktis agar guru mampu menyusun dan menyajikan bahan ajar dengan beragam perangkat digital.
| Unsur | Rincian |
|---|---|
| Jumlah peserta | 350 guru |
| Perwakilan sekolah | 104 SMP negeri dan swasta |
| Waktu | 27–30 Oktober 2026 |
| Tempat | Youth Center Kota Padang |
Materi pelatihan
Materi yang diajarkan meliputi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pembuatan video pembelajaran interaktif, serta pemakaian aplikasi Lumi. Narasumber berasal dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Barat dan akademisi Universitas Negeri Padang (UNP).
- Penggunaan AI untuk mendukung pembuatan dan personalisasi materi ajar
- Teknik produksi video pembelajaran interaktif
- Penerapan aplikasi Lumi dalam rancangan kegiatan pembelajaran
Keterangan panitia
Ketua pelaksana Bimtek, yang juga Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Junaidi, mengatakan pelatihan bertujuan membekali guru agar menguasai berbagai platform dan aplikasi digital untuk pelaksanaan pembelajaran berbasis digital.
“Kegiatan kita hari ini, yang sebenarnya sudah dimulai sejak kemarin, merupakan bimbingan teknis pengembangan konten digital pendidikan bagi guru SMP. Tujuannya untuk membekali dan melatih guru-guru agar menguasai berbagai platform serta aplikasi digital, sehingga mampu melaksanakan pembelajaran berbasis digital,” kata Junaidi.
Menurut Junaidi, perubahan karakter peserta didik yang semakin dekat dengan teknologi menuntut guru memperbarui metode pengajaran. Ia menegaskan bahwa penguasaan perangkat digital membantu guru menyajikan materi secara lebih variatif dan tidak hanya bergantung pada ceramah.
Narasumber yang disebut hadir antara lain Supriyanto dari BPMP Sumatera Barat dan Novriyon dari Universitas Negeri Padang. Pelatihan ini juga disebut sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran bermakna dan menyenangkan.