Program Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 44 ribu anak dari keluarga kurang mampu melalui pendidikan formal dan pembinaan karakter di 182 sekolah yang tersebar pada 34 provinsi. Capaian tersebut disampaikan Gus Ipul dalam peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Gelanggang Olahraga Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut Gus Ipul, alokasi peserta didik Sekolah Rakyat pada 2026 mencapai 45 ribu anak. Sebagian besar telah mengikuti pembelajaran di kelas. Lebih dari 1.000 anak lainnya masih menjalani proses rehabilitasi di sentra-sentra Kementerian Sosial (Kemensos) sebelum mengikuti pendidikan.
“44.000 sudah berada di kelas di Sekolah Rakyat, dan yang 1.000 lebih sedang mengikuti proses rehabilitasi di sentra-sentra Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.
Pendampingan sebelum masuk kelas
Kemensos memadukan pendidikan dengan rehabilitasi sosial dalam penyelenggaraan program tersebut. Pendekatan itu diberikan karena anak-anak yang dijangkau memiliki kondisi dan kebutuhan yang beragam.
Sebagian anak pernah putus sekolah atau belum pernah memperoleh pendidikan. Sebagian lainnya pernah bekerja di jalanan atau menjadi buruh untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Dalam proses penjangkauan, Kemensos juga menemukan anak berusia 17 hingga 18 tahun yang belum pernah bersekolah.
Sejumlah siswa jenjang SMP dan SMA juga masih memerlukan pendampingan untuk belajar membaca. Karena itu, anak yang membutuhkan pemulihan tidak langsung mengikuti pembelajaran secara penuh. Mereka terlebih dahulu memperoleh pendampingan berdasarkan kondisi kesehatan, kesiapan belajar, dan kebutuhan emosional.
- 44 ribu lebih anak telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat.
- 182 sekolah melayani peserta didik di 34 provinsi.
- Lebih dari 1.000 anak masih mengikuti rehabilitasi di sentra-sentra Kemensos.
Proses persiapan peserta didik
Pendampingan peserta didik mencakup pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat, dan matrikulasi. Tahapan tersebut digunakan untuk membantu anak menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar serta mengejar ketertinggalan pendidikan.
| Data program | Jumlah atau cakupan |
|---|---|
| Peserta didik yang telah berada di kelas | Lebih dari 44 ribu anak |
| Alokasi peserta didik 2026 | 45 ribu anak |
| Sekolah Rakyat | 182 sekolah |
| Wilayah layanan | 34 provinsi |
| Peserta didik dalam rehabilitasi | Lebih dari 1.000 anak |
Gus Ipul menyatakan bahwa anak-anak tersebut harus memperoleh akses pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita” yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
“Semua ini adalah anak-anak bangsa yang menurut Bapak Presiden harus mendapatkan akses untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas,” ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut berjalan berdampingan dengan kebutuhan rehabilitasi sosial. Pendampingan dilakukan agar kesiapan kesehatan, kemampuan belajar, dan kondisi emosional mereka dapat diperhatikan sebelum bergabung dalam kegiatan belajar di Sekolah Rakyat.
“Data-data yang kami miliki memang anak-anak ini memerlukan di samping edukasi juga rehabilitasi,” jelas Gus Ipul.
Dalam peringatan satu tahun program, Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang mendukung penyediaan lahan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Salah satu dukungan tersebut berasal dari Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.