Eko Prasetyo Nur Utomo, guru SDN Pendrikan Lor 01 Semarang, mengembangkan SMART MAPP untuk menata administrasi pendampingan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Aplikasi berbasis web itu menghimpun dokumen perencanaan, praktik mengajar, refleksi, dan evaluasi dalam satu sistem.
Gagasan tersebut muncul ketika Eko menjadi guru pamong bagi lima mahasiswa PPG Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada 2026. Ia membutuhkan sarana yang dapat menyatukan berkas pendampingan yang sebelumnya tersimpan secara terpisah.
“Ketika ada mahasiswa PPL ini saya terbersit bagaimana mengumpulkan berkas-berkas administratif, baik dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi kakak-kakak mahasiswa itu agar rapi, dari sinilah saya mencoba membuat aplikasi yang saya namakan SMART MAPP,” ujar Eko.
Ruang kerja digital untuk mahasiswa dan guru pamong
SMART MAPP merupakan kependekan dari Sistem Mentoring Akseleratif Refleksi Terpadu Mahasiswa PPG. Eko merancangnya sebagai basis data untuk mencatat perjalanan pendampingan secara terstruktur.
Mahasiswa dan guru pamong dapat menggunakan ruang kerja digital tersebut untuk menyimpan berkas, berkonsultasi, serta merekam hasil evaluasi. Aplikasi itu juga menyediakan akses bagi tamu untuk melihat data dan dokumen yang diunggah mahasiswa, antara lain modul ajar, video pembelajaran, dan hasil penilaian.
“Di SMART MAPP ini, nanti ketika masuk sebagai tamu bisa mengakses semua data-data atau berkas-berkas yang diunggah mahasiswa, informasi dari guru pamong dan sebagainya bisa diklik juga YouTube-nya, bisa diklik juga modul ajarnya, bisa diklik apa pun hasil penilaian dari saya. Jadi saya terbuka,” jelas Eko.
Akses aplikasi dilakukan secara daring menggunakan akun masing-masing. Mahasiswa masuk dengan nomor induk mahasiswa dan kata sandi, sedangkan guru pamong menggunakan akun tersendiri. Pengisian data dan pemantauan pendampingan dapat dilakukan tanpa harus berada di sekolah.
Fitur yang disiapkan dalam SMART MAPP
Menurut Radar Semarang, aplikasi tersebut memuat sejumlah menu untuk mendokumentasikan proses pendampingan dan perkembangan calon guru. Fitur yang disebutkan meliputi:
- Profil Calon Guru dan Beranda;
- Peta Perjalanan PPL dan Smart Goals;
- Implementasi Pembelajaran, Refleksi, dan RTL atau rencana tindak lanjut;
- Umpan Balik dan Mentoring Loop;
- Mapp Lab-Media Inovatif dan Impact Tracker;
- Final Showcase, Progres Mahasiswa, serta Portofolio Bukti.
Melalui fitur tersebut, dokumen pendampingan ditempatkan dalam satu alur digital. Guru pamong dapat memantau perkembangan mahasiswa, sementara mahasiswa memiliki tempat untuk mengunggah bukti kegiatan dan menerima umpan balik.
Pengembangan SMART MAPP berangkat dari pengalaman Eko saat mendampingi mahasiswa PPG. Inovasi itu memperlihatkan upaya seorang guru pamong untuk mengelola berbagai tahap pendampingan melalui sistem yang dapat diakses secara daring.