Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Lestari Moerdijat menegaskan bahwa data hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA sederajat harus dimanfaatkan untuk memperbaiki proses pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, dan mengatasi ketimpangan fasilitas pendidikan. Pernyataan itu disampaikan terkait pelaksanaan asesmen yang dijadwalkan mulai 26 Oktober 2026, menurut laporan Medcom.
Hasil asesmen sebagai pijakan intervensi
Lestari menyoroti besarnya jumlah peserta pendaftaran TKA 2026, yaitu 3,86 juta peserta atau 91,72 persen dari calon peserta. Ia mengingatkan bahwa tingginya partisipasi hanya bermakna jika menghasilkan perubahan nyata di tingkat sekolah dan layanan pembelajaran.
“Data rinci hingga tingkat sekolah dan kompetensi individu sudah di tangan. Pertanyaannya sekarang, apakah kita semua—pemerintah pusat, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua—benar-benar siap mengubah pola pengajaran dan pendampingan?” kata Lestari, dalam keterangannya pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Menurut Lestari, fungsi TKA tidak boleh berhenti pada pengumpulan dan pemetaan capaian akademik. Hasil asesmen harus menjadi dasar penentuan intervensi yang tepat, terutama bagi siswa dan sekolah yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Data TKA sebelumnya dan urgensi tindak lanjut
Lestari merujuk pada hasil TKA untuk jenjang SD dan SMP yang dirilis pada Mei lalu. Data tersebut menunjukkan rata-rata numerasi siswa SMP hanya 40,34, sedangkan nilai literasi mencapai 60,83. Selain itu, hanya 9,67 persen siswa SMP yang masuk kategori baik pada mata pelajaran Matematika. Angka-angka itu menurutnya menjadi dasar perlunya tindak lanjut yang terarah agar kelemahan pembelajaran dapat diatasi.
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan asesmen membutuhkan biaya dan sumber daya. Oleh karena itu, manfaat asesmen harus terlihat dalam peningkatan kemampuan peserta didik, bukan semata tersedianya laporan hasil tes.
Konsekuensi bagi pemangku kepentingan
Lestari menyerukan peran kolektif semua pemangku kepentingan: pemerintah pusat, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, dan orang tua. Ia mempertanyakan kesiapan mereka untuk mengubah pendekatan pengajaran dan mendesak agar data TKA dijadikan pijakan untuk program remedial, pelatihan guru, dan penyesuaian fasilitas belajar sesuai kebutuhan anak didik.
Berikut ringkasan data penting dari pelaksanaan TKA 2026 yang disebutkan dalam pernyataan Lestari dan laporan Medcom:
- Peserta terdaftar: 3,86 juta (91,72 persen dari calon peserta)
- Tanggal pelaksanaan awal: 26 Oktober 2026
- Kondisi capaian sebelumnya (SMP): numerasi 40,34; literasi 60,83; 9,67 persen baik pada Matematika
| Aspek | Angka |
|---|---|
| Peserta terdaftar TKA 2026 | 3.860.000 |
| Skor numerasi SMP (rata-rata) | 40,34 |
| Persentase SMP kategori baik Matematika | 9,67 persen |
Pernyataan Lestari mengingatkan bahwa hasil asesmen hanya berguna bila diikuti dengan kebijakan dan program yang menyesuaikan kebutuhan riil di sekolah. Bagi guru dan kepala sekolah, ini berarti analisis hasil secara runtut untuk menentukan fokus pembelajaran dan prioritas pendampingan siswa.