Home / Kesiswaan

Rabu, 1 Juni 2022 - 03:03 WIB

Mengenali Akreditasi Perguruan Tinggi dan Tips Menggapai Kampus Impian

Dibaca 273 kali

Akreditasi Perguruan Tinggi – Dewasa ini, sebagian masyarakat telah menyadari pentingnya memperdalam pendidikan khususnya menuju Perguruan Tinggi. Kendati harga perkuliahan cukup mahal, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat keluarga untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Berbeda bukan dari fenomena beberapa puluh tahun sebelumnya? Perguruan Tinggi hanya diisi oleh segelintir generasi saja, itu pun bila mereka memiliki uang dan harta berlimpah.

Namun sekarang, sudah banyak program bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Daerah maupun LSM sekaligus Perusahaan secara sukarela membantu biaya pendidikan bagi kalangan yang tidak mampu dari sisi finansial namun intelektualitasnya tidak perlu diragukan.

Ada juga pembiayaan gratis dengan berbekal beberapa persyaratan tertentu bagi para penghafal Qur’an, bagi sebagian yang berprestasi di bidang non-akademik untuk masuk ke jenjang perkuliahan. Biasanya, pembiayaan gratis atau beasiswa ini akan dibuka selama 2 periode baik di semester genap maupun ganjil.

Salah satu rekomendasi kampus biasanya dicari dari yang paling baik akreditasi Perguruan Tinggi dan jurusan yang akan dipilih. Hal tersebut penting. Sebab berkaitan dengan penentu jenjang karir dan keilmuan di masa depan.

Kendati demikian, kampus dengan akreditasi yang bagus tidak selalu menjadi pilihan utama. Ada yang memilih untuk bergabung dengan kampus swasta sebab secara finansial dan jarak rumah jauh lebih dekat.

Atau ada juga sebagian calon mahasiswa yang memilih PT dengan grade lebih di bawah sebab merasa kemampuannya sudah cukup di situ. Hal ini selaras dengan argumen dari beberapa alumni kampus terbaik bahwa tak selamanya akreditasi menjadi salah satu penentu kesuksesan seseorang. Semua bergantung pada diri pribadi masing – masing.

Akreditasi Perguruan Tinggi

Akreditasi Perguruan Tinggi seringkali menjadi faktor berpengaruh untuk melanjutkan jenjang perkuliahan. Sebagian besar calon mahasiswa mati – matian belajar untuk mendapatkan penilaian agar bisa masuk kampus impian. Bahkan ada sebagian mereka yang mati – matian untuk mengikuti kursus.

Namun perlu diketahui, terutama sebagai guru, bahwa akreditasi perguruan tinggi bukan satu – satunya hal yang bisa menjadi penentu kesuksesan. Sederhananya, akreditasi perguruan tinggi merupakan usaha atau proses dalam mengakui kehadiran adanya lembaga pendidikan.

Penilaian tersebut diselenggarakan secara resmi oleh lembaga resmi berdasar penentuan pemerintah yang telah memenuhi persyaratan. Indikator penilaiannya sendiri telah jelas sebab disosialisasikan secara resmi di keseluruhan instansi / lembaga pendidikan di negeri.

Menurut definisi dari buku pedoman akreditasi bagi sekolah, akreditasi merupakan suatu program penilaian kelayakan adanya program maupun satuan pendidikan berdasar kriteria yang tercantum dalam perundang – undangan. Biasanya hasil dari penilaian akreditasi, akan dipublikasikan oleh BAN PT alias Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Bijaknya, anda menjelaskan untuk menuju ke perguruan tinggi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Mulai dari segi finansial, kemampuan, jarak dari rumah atau apabila ingin menjadi anak rantau, apa saja yang harus mereka persiapkan. Hal ini juga sangat penting agar peserta didik tidak hanya fokus pada akreditasi saja tanpa melihat kemampuan diri maupun keluarga.

Tujuan Program Akreditasi

Selain memahami makna dari akreditasi, sebagai guru anda juga perlu memahami tujuan dari adanya program akreditasi. Adapun di antaranya yakni :

Pertama, kehadiran program akreditasi akan menjadi penyaring bagi layak tidaknya suatu program atau satuan pendidikan di jalur pendidikan baik non-formal maupun formal pada berbagai elemen, jenis dan jenjang pendidikan.

Kedua, proses penilaian yang berjalan akan diselenggarakan berdasar ragam kriteria yang ada sebagai wujud akuntabilitas publik secara objektif, adil, komprehensif serta transparan. Perlu diketahui, instrumen penilaian yang akan digunakan berdasar adanya Standar Nasional Pendidikan Negeri seperti yang terkandung di perundang-undangan Nomor 20 di tahun 2003 terkait aspek Sisdiknas.

Strategi untuk Mendapatkan Kampus Berakreditasi Tinggi

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan para peserta didik untuk bisa masuk di kampus dengan akreditasi yang tinggi. Adapun di antaranya yakni :

1.    Mempelajari Kampus dan Jurusan

Sebaiknya guru bisa mengarahkan para peserta didik untuk mempelajari kampus dan jurusan yang akan dijadikan pilihan dalam proses ujian. Perlu diketahui, akreditasi kampus biasanya bisa saja bernilai A, namun tidak pada jurusan. Maka dari itu, untuk mendapatkan penilaian yang baik usahakan agar akreditasi kampus bernilai A baik dari kampus maupun jurusannya.

Selain itu, pastikan kemampuan diri apakah anda bisa memasuki kampus tersebut atau tidak. Sebagai guru bukan berarti anda meragukan kemampuan peserta didik anda. Namun, anda harus menjelaskan realita yang akan dihadapi oleh peserta didik agar nantinya tidak mengalami culture shock. Seringkali didapati fenomena mahasiswa baru merasa salah pilih jurusan lantaran merasa tidak mampu dan mumpuni pada jurusan yang secara sadar dipilihnya.

2.    Mencari Informasi Sebanyak – Banyaknya

Kemudian pastikan bila anda menemani peserta didik anda untuk mencari segala informasi yang dibutuhkan. Anda bisa mencarinya dengan menyertakan situs kampus resmi.

Biasanya, setiap kampus akan menyertakan link khusus pertanyaan. Anda bisa juga mengarahkan para peserta didik untuk lebih banyak bertanya pada senior ataupun alumni yang sudah memasuki kampus tersebut.

3.    Berusaha dan Berdo’a

Selanjutnya, guru mengarahkan peserta didiknya untuk senantiasa berusaha dan berdo’a. Terkait usaha, biasanya di jenjang kelas XII ada banyak kegiatan pemantapan menuju seleksi nasional masuk PT. Ada juga kursus – kursus yang dibuka secara gratis dari sekolah maupun luar sekolah.

Kemudian, biasanya di beberapa sekolah akan mengadakan banyak program berdo’a bersama bahkan bisa dengan wali murid.

4.    Belajar Bersama

Strategi lain yang bisa dilakukan oleh para peserta didik lainnya yakni dengan melakukan belajar bersama. Belajar bersama bisa dilakukan dengan beberapa kelompok belajar baik dengan teman sekelas maupun yang sefrekuensi. Dengan belajar bersama, harapannya materi yang sudah dipelajari dapat diingat bersama.

Mekanisme dan Cara Perhitungan Program Akreditasi Perguruan Tinggi

Penilaian akreditasi untuk instansi pendidikan Perguruan Tinggi biasanya disesuaikan dengan peringkat A, B, C dari yang terbaik sampai terendah. Biasanya, penilaian akreditasi akan dilakukan dengan selama 5 tahun sekali.

Dalam kurun waktu tersebut, kampus akan diberikan jatah untuk memperbaiki kinerja baik dari sarana, fasilitas maupun daya capaian peserta didik dan tenaga kependidikan di kampus. Penilaian akreditasi biasanya tidak hanya berfokus pada satu aspek saja.

Misalnya, terdapat penilaian pada capaian sarana dan prasarana kampus, capaian kelulusan, penerimaan karyawan dan dosen, serta capaian alumni yang mendapatkan pekerjaan layak. Dan beberapa aspek lainnya yang sudah masuk dalam instrumen penilaian berdasar perundang – undangan yang berlaku.

Nah demikian ulasan mengenai akreditasi perguruan tinggi dan beberapa strategi yang bisa dilakukan peserta didik untuk mendapatkan kampus impiannya.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Syarat Pendaftaran Beasiswa Pertamina 2022

Edutainment

Simak! Perjelasan Puslapdik terkait Pendaftaran Program KIP-K

Kesiswaan

Jenis – Jenis Bakat Siswa Yang Guru Perlu Tahu

Kesiswaan

Perkembangan dan Kesejahteraan Anak

Kesiswaan

5 Teknik Belajar Efektif yang Bisa Anda Coba

Kesiswaan

Persiapan MPLS : Berikut Daftar Games MPLS buat Ice Breaking, Seru dan Mudah

Kesiswaan

Begini Cara Pengajuan Penyaluran Siswa melalui e-Layanan Dikdasmen

Edutainment

Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di Kelas