Home / Edutainment / Kesiswaan / News / Opini

Selasa, 22 Februari 2022 - 22:07 WIB

Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di Kelas

Dibaca 17,393 kali

Pembelajaran Berdiferensiasi, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah mendorong guru lebih kreatif ketika menyajikan materi pembelajaran. Kreatifitas ini terkadang muncul karena masalah yang ditemui ketika memberikan materi pembelajaran.

Salah satunya adalah masalah siswa yang kurang menunjukkan minat pada mata pelajaran yang sedang diajarkan. Metode pembelajaran berdiferensiasi dapat jadi solusi alternatif ketika guru terhambat masalah tersebut.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid atau dengan kata lain.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang memberi keleluasaan pada siswa untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa tersebut.

Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama.

Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil.

Karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar.

Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran, tapi juga fokus pada proses dan konten/materi. Metode ini dapat diterapkan hampir pada semua mata pelajaran.

Sebagai contoh, saya pernah memberikan materi pelajaran IPS dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi.

Ciri-ciri atau kerekteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain; lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif.

Contoh kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah ketika proses pembelajaran guru menggunakan beragam cara agar murid dapat mengeksploitasi isi kurikulum.

Guru juga memberikan beragam kegiatan yang masuk akal sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide, serta guru memberikan beragam pilihan di mana murid dapat mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari.

Contoh kelas yang belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah guru lebih memaksakan kehendaknya sendiri. Guru tidak memahami minat, dan keinginan murid.

Kebutuhan belajar murid tidak semuanya terenuhi karena ketika proses pembelajaran menggunakan satu cara yang menurut guru sudah baik, guru tidak memberikan beragam kegiatan dan beragam pilihan.

Berdasarkan Minatnya, Kebutuhan belajar siswa dapat digolongkan menjadi :

  1. Kebutuhan Belajar Berdasarkan Minat Siswa
  2. Berdasarkan Kesiapan Belajar (Readiness) Siswa
  3. Berdasarkan Profil Belajar Siswa

Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain:

  1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket, dll)
  2. Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar)
  3. Mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.

Pemetaan kebutuhan belajar merupakan kunci pokok kita untuk dapat menentukan langkah selanjutnya. Jika hasil pemetaan kita tidak akurat maka rencana pembelajaran dan tindakan yang kita buat dan lakukan akan menjadi kurang tepat.

Untuk memetakan kebutuhan belajar murid kita juga memerlukan data yang akurat baik dari murid, orang tua/wali, maupun dari lingkungannya. Apalagi dimasa pandemi seperti ini, dimana murid melaksanakan PJJ sehingga interaksi secara langsung antara guru dengan murid sangat jarang.

Akibatnya data yang kita kumpulkan untuk memetakan kebutuhan belajar murid sulit kita tentukan valid atau tidaknya.

Dukungan dari orang tua dan murid untuk memberikan data yang lengkap dan benar sesuai kenyataan yang ada. Tidak ditambahi dan juga tidak dikurangi.

Orang tua dan murid harus jujur ketika guru melakukan pemetaan kebutuhan belajar, baik elalui wawancara, angket, survey, dll.

Guru pada hakikatnya perlu melakukan pembelajaran berdiferensiasi mengingat betapa heterogennya siswa yang ada di kelas.

Strategi Pembelajaran berdiferensiasi yang dapat diterapkan oleh guru antara lain Diferensiasi berdasarkan :

  1. Konten
  2. Proses
  3. Produk

Berikut ini adalah penjelasannya:

Diferensiasi Konten : Berkaiatan dengan apa yang diajarkan pada murid dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar murid baik itu dalam aspek kesiapan belajar, aspek minat murid dan aspek profil belajar murid atau kombinasi dari ketiganya.

Diferensiasi Proses : Berkaitan dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan oleh Guru. Dalam proses ini guru perlu memahami apakah murid akan belajar secara berkelompok atau mandiri.

Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan cara:

  1. menggunakan kegiatan berjenjang
  2. meyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan yang perlu diselesaikan di sudut-sudut minat,
  3. membuat agenda individual untuk murid (daftar tugas, memvariasikan lama waktu yang murid dapat ambil untuk menyelesaikan tugas,
  4. mengembangkan kegiatan bervariasi

Diferensiasi Produk :  Berkaitan dengan Produk yang akan di hasilkan oleh siswa. Produk yang dimaksud di sini merupakan hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukan pada guru.

Produk adalah sesuatu yang ada wujudnya bisa berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan sebagainya.

Yang paling penting produk ini harus mencerminkan pemahaman murid yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Produk yang diberikan meliputi 2 hal:

  1. memberikan tantangan dan keragaman atau variasi,
  2. memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan dampak bagi sekolah, kelas, dan terutama kepada murid. Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semua murid bisa kita beri perlakuan yang sama.

Jika kita tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan murid maka hal tersebut dapat menghambat murid untuk bisa maju dan berkembang belajarnya.

Dampak dari kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi antara lain; setiap orang merasa disambut dengan baik, murid dengan berbagai karakteristik merasa dihargai.

Merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, ada keadilan dalam bentuk nyata.

Guru dan murid berkolaborasi, kebutuhan belajar murid terfasilitasi dan terlayani dengan baik. Dari beberapa dampak tersebut diharapkan akan tercapai hasil belajar yang optimal.

Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi tentunya kita akan mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Guru harus tetap dapat bersikap positif, Untuk tetap dapat bersikap positif meskipun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah:

Terus belajar dan berbagi pengalaman dengan teman sejawat lainnya yang mempunyai masalah yang sama dengan kita (membentuk Learning Community)

  1. Saling mendukung dan memberi semangat dengan sesama teman sejawat.
  2. Menerapkan apa yang sudah kita peroleh dan bisa kita terapkan meskipun belum maksimal.
  3. Terus berusaha untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran yang sudah diterapkan

Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya positif.

Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem “among”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya, hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi.

Salah satu nilai dan peran guru penggerak adalah menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, yaitu pembelajaran yang memerdekakan pemikiran dan potensi murid. Hal tersebut sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi.

Salah satu visi guru penggerak adalah mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar pancasila, untuk mewujudkan visi tersebut salah satu caranya adalah dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Budaya positif juga harus kita bangun agar dapat mendukung pembelajaran berdirensiasi.

Kesimpulan

Pembelajaran berdiferensiasi (differentiated instruction) merupakan sebuah proses untuk pengajaran yang efektif dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua siswa dalam komunitas ruang kelasnya. Pembelajaran ini dilakukan dengan beraneka ragam, termasuk cara untuk :

  1. Mendapatkan konten;
  2. Mengolah, membangun, atau menalar gagasan; dan
  3. Mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian.

Tujuan dari pembelajaran berdiferensisasi ini adalah agar siswa di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif.

Proses mendiferensiasikan pelajaran dilakukan untuk menjawab kebutuhan, gaya, atau minat belajar dari masing-masing siswa.

Dalam menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi, Guru hendaknya mampu menyajikan pembelaajran yang sesuai dengan kebutuhan Siswa.

Namun, setiap orang yang terlibat harus mengambil tanggung jawab masing-masing. Guru dan murid harus bekerja sama untuk kesuksesan bersama dan tercapainya tujuan belajar yang sudah ditentukan sebelumnya.

Sekian dari penulis, besar harapannya dari penulis apa yang sudah di tulis disini bisa bermanfaat untuk semua pihak.

Terima Kasih.

 

 

Penulis : Galih Pambudi

Share :

Baca Juga

News

Selamat! Masa Kontrak Guru PPPK Akhirnya Diperpanjang Secara Otomatis

News

Inilah 5 Karakter Sekolah Unggulan, Apa Sekolah Anda Termasuk?

News

FINAL, Penentu Kelulusan Pelamar UMUM Pemilik Sertifikat Pendidik dan Penempatan PPPK Guru 2023

News

Terbaru! MenPAN-RB Pastikan Honorer Tidak Dapat THR 2023

News

Cara Update dan Unduh File Dapodik Versi 2022.c Resmi Dari Kemendikbud

News

Kabar Gembira, Guru Honorer Siap Terima Tunjangan dari Pemerintah. Apakah Anda Salah Satunya?
Masalah Guru PPPK

Edutainment

Public Speaking for Teachers: Jadi Guru Zaman Now!

News

2 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari SeorangGuru