Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Muchlas MT, memperingatkan bahwa rencana program kuliah gratis perlu disertai skema pemerataan agar perguruan tinggi swasta (PTS) tidak menghadapi tekanan yang memperberat persaingan penerimaan mahasiswa baru.
PTS berisiko kehilangan calon mahasiswa
Menurut Republika Online, Muchlas menyatakan program yang diwacanakan Presiden Prabowo Subianto itu sebaiknya tidak hanya fokus pada perluasan akses melalui perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menekankan PTS juga berperan penting dalam menampung partisipasi masyarakat pada pendidikan tinggi.
“Jangan sampai kemudian ini memberikan satu beban operasional yang tinggi pada perguruan tinggi-perguruan tinggi tertentu sehingga nanti ada kecenderungan proses rekrutmen mahasiswa menjadi persaingan antara perguruan tinggi negeri, khususnya PTN-BH, dengan swasta,” kata Muchlas.
Muchlas mengingatkan bahwa jumlah mahasiswa merupakan salah satu faktor penentu keberlangsungan pembiayaan operasional PTS. Tanpa pengaturan alokasi bantuan yang jelas, PTS berpotensi kehilangan pendaftar dan menghadapi tekanan pembiayaan.
Usulan pemerataan dan sasaran bantuan
Dalam pernyataannya, Muchlas menilai kebijakan kuliah gratis perlu memasukkan kebijakan distribusi bantuan yang tepat agar manfaatnya menjangkau calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, tanpa menimbulkan distorsi pada pasar pendidikan tinggi.
- Muchlas menyarankan pemanfaatan pemetaan kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil untuk menentukan kelompok penerima fasilitas kuliah gratis.
- Ia mencontohkan prioritas bantuan dapat diberikan kepada masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 3 atau 4 agar bantuan tepat sasaran.
- Lebih jauh, ia menilai pembagian peran antara PTN dan PTS perlu menjadi bagian dari desain kebijakan agar PTN dapat fokus pada peningkatan daya saing internasional, sementara PTS tetap berkontribusi meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi.
Republika Online mencatat pernyataan Muchlas disampaikan pada acara kick-off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UAD di Yogyakarta pada 12 Oktober 2026.
Usulan dari perguruan tinggi swasta
Muchlas menegaskan perlunya ketepatan sasaran agar program benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan dukungan finansial dan tidak menciptakan konsentrasi calon mahasiswa pada PTN tertentu. Ia mengusulkan agar skema bantuan diatur berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing jenis perguruan tinggi.