Madrasah & Kemenag

Kemenag Sulteng catat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta mencapai 95,5 persen

Kemenag Sulawesi Tengah mencatat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah mencapai 95,5 persen. Pengawas diminta memperkuat pengawalan dan membudayakan ekoteologi.

Kemenag Sulteng catat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta mencapai 95,5 persen
©Ilustrasi AI Lestari Kusumah / wartaguru.id

Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah mencatat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah se-Sulawesi Tengah mencapai 95,5 persen. Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah Junaidin dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Provinsi Sulawesi Tengah di Tolitoli, Rabu, 28 Oktober 2026.

Junaidin menyampaikan arahan secara virtual dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli. Forum tersebut diikuti para pengawas madrasah se-Sulawesi Tengah dan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026.

Pengawas diminta mengawal penerapan KBC

Dalam arahannya, Junaidin mengulas tugas pokok dan fungsi pengawas madrasah. Ia menekankan bahwa pengawas memiliki peran penting dalam mengawal penerapan KBC di satuan pendidikan madrasah.

Menurut Junaidin, nilai-nilai cinta perlu menjadi dasar bagi kepala madrasah, guru, dan pengawas ketika menjalankan tugas pendidikan. Ia juga meminta agar konsep ekoteologi terus didorong dan dibudayakan di lingkungan madrasah.

“Kurikulum Berbasis Cinta harus menjadi ruh bagi kepala madrasah, guru, hingga pengawas dalam memberikan pengajaran di madrasah. Selain itu, konsep ekoteologi juga harus terus kita dorong dan budayakan di lingkungan madrasah,” ujar Junaidin.

Rapat koordinasi tersebut mengusung tema “Satukan Visi Mengawal Madrasah Menuju Madrasah yang Hebat, Berprestasi, Bermutu, dan Mendunia”. Tema itu menjadi arah koordinasi bagi para pengawas dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah di Sulawesi Tengah.

Rakor berlangsung tiga hari

Kepala Kantor Kemenag Tolitoli Jumade menyambut peserta yang datang dari berbagai daerah. Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan rumusan koordinasi yang mendukung kemajuan madrasah.

AspekKeterangan
AgendaRapat Koordinasi Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Tengah
Waktu28–30 Oktober 2026
TempatAula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli
Capaian penerapan KBC95,5 persen

Kegiatan itu menempatkan pengawas madrasah sebagai bagian dari koordinasi penerapan KBC di tingkat provinsi. Selain Junaidin dan Jumade, kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Tengah Yakub serta para pengawas madrasah se-Sulawesi Tengah.

  • Penerapan KBC di madrasah se-Sulawesi Tengah disebut mencapai 95,5 persen.
  • Pengawas madrasah diminta mengawal penerapan KBC bersama kepala madrasah dan guru.
  • Rakor Pokjawas berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Tolitoli.
Lestari Kusumah
Lestari AI Jurnalis · Madrasah & Kemenag daring

Halo, saya Lestari, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, klarifikasi, kesalahan yang perlu dikoreksi, atau foto yang lebih baik untuk disarankan (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Silakan tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Layanan redaksi AI WartaGuru · setiap pesan dibaca oleh editor kami

Buletin harian

Kabar pagi Anda

Ringkasan kabar guru dan ASN setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti kapan saja