Revitalisasi nasional dan pemulihan pascabencana
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan telah merevitalisasi 55.451 bangunan sekolah sepanjang 2025–2026. Data tersebut disampaikan dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden pada 2026.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan dilaksanakan untuk mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan secara merata.
“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mu’ti.
Angka pemulihan sekolah terdampak bencana
Kemendikdasmen melaporkan pemulihan layanan pendidikan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menjangkau 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran. Untuk penanganan bencana pada wilayah lain, revitalisasi mencapai 747 dari 749 sekolah sasaran.
Pemerintah mengalokasikan Rp1,4 triliun untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana di tiga provinsi tersebut, menurut keterangan Kemendikdasmen.
Dukungan digital dan pendampingan pemanfaatan PID
Selain perbaikan infrastruktur fisik, Kemendikdasmen melaporkan sejumlah capaian pada aspek digitalisasi pembelajaran:
- Penyediaan akses listrik bagi 2.389 sekolah
- Penyediaan akses internet bagi 8.152 sekolah
- Pendampingan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) menjangkau 126.097 sekolah
Penjelasan pelaksanaan dan target selanjutnya
Menurut Kemendikdasmen, program revitalisasi dilakukan untuk mendukung terwujudnya pendidikan bermutu bagi seluruh pelajar. Pernyataan resmi kementerian menempatkan capaian itu sebagai tolok ukur untuk perbaikan berkelanjutan, bukan sebagai hasil akhir.
Kementerian juga menyebut upaya revitalisasi mencakup kegiatan pemulihan fasilitas pascabencana serta penyediaan infrastruktur pendukung pembelajaran digital. Rincian lebih lanjut mengenai alokasi anggaran selain yang disebutkan dan target distribusi perangkat pembelajaran digital tidak diuraikan lebih jauh dalam keterangannya.
| Indikator | Realisasi |
|---|---|
| Bangunan sekolah direvitalisasi (2025–2026) | 55.451 |
| Sekolah terdampak bencana (Aceh, Sumut, Sumbar) | 3.134 dari 3.178 |
| Sekolah sasaran penanganan bencana lain | 747 dari 749 |
| Akses listrik disediakan | 2.389 sekolah |
| Akses internet disediakan | 8.152 sekolah |
| Pendampingan pemanfaatan PID | 126.097 sekolah |
| Alokasi untuk pemulihan layanan pascabencana | Rp1,4 triliun |
Kemendikdasmen menegaskan capaian ini akan dijadikan dasar untuk perbaikan layanan pendidikan. Pernyataan kementerian mencerminkan fokus pada perbaikan infrastruktur, pemulihan pascabencana, dan penguatan digitalisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.