Seorang siswa SMP berusia 12 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Makassar, setelah keluarga menduga ia mengalami perundungan di sekolah. Hingga Sabtu malam, 31 Oktober 2026, siswa tersebut belum sadarkan diri. Identitas anak dan sekolah tidak disebutkan untuk melindungi privasinya.
Menurut keterangan keluarga, siswa itu dibantu alat pernapasan dan mendapat infus. Tim medis juga telah melakukan sejumlah pemeriksaan, termasuk CT scan. Keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan serta penjelasan mengenai penyebab pasti kondisi kesehatan anak tersebut.
Keluarga menyebut ada dugaan gangguan dari tiga siswa
Sebelum pingsan dan mengalami kejang di rumah, siswa tersebut disebut sempat menceritakan dugaan perundungan kepada keluarga. Ia diduga mengalami gangguan dari tiga siswa, yang terdiri atas dua kakak kelas dan seorang teman seangkatannya.
Keluarga mengatakan anak itu sempat tidak mau bersekolah selama sekitar dua pekan karena merasa takut. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, ia akhirnya menceritakan pengalaman tersebut kepada tantenya.
Pada malam hari, siswa itu tiba-tiba pingsan dan mengalami kejang di rumahnya di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Keluarga kemudian membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Makassar untuk memperoleh penanganan medis.
“Dia jalan itu sudah sempoyongan dan kami masih anggap ini hal yang biasa. Setelah pingsan dan keluar air liur dari mulutnya seperti orang kejang-kejang, kami langsung bawa ke rumah sakit. Sekarang ini keponakan saya sudah 2 hari di ICU,” ujar paman korban, Arifuddin Muhammad, saat ditemui di RS Bhayangkara Makassar pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026.
Arifuddin mengatakan keluarga belum mengetahui hubungan antara dugaan perundungan dan kondisi medis yang dialami siswa tersebut. Keluarga juga belum menerima penjelasan dari dokter mengenai penyebab pingsan dan kejang itu.
Paman siswa menyebut tidak menemukan lebam pada tubuh keponakannya. Namun, saat mengalami kejang, jari-jari anak tersebut sempat terlihat membiru. Menurut keluarga, perubahan warna itu kemudian menghilang setelah siswa mendapat perawatan.
Keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan
Informasi yang disampaikan keluarga mengenai dugaan perundungan masih berupa keterangan dari pihak keluarga. Kondisi medis siswa juga masih menunggu hasil pemeriksaan dan penjelasan dari tim dokter.
- Seorang siswa SMP berusia 12 tahun dari Kabupaten Gowa dirawat di ICU Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Makassar.
- Keluarga menduga siswa tersebut mengalami gangguan dari tiga siswa di sekolah.
- Tim medis telah melakukan pemeriksaan, termasuk CT scan, sementara penyebab kondisi siswa masih ditunggu.
Arifuddin juga menceritakan bahwa siswa tersebut merupakan anak tunggal. Ayahnya meninggal pada 2023 karena sakit, sedangkan ibunya disebut telah meninggalkannya sejak anak itu berusia 2 tahun.